Bukan Lembaga Sah Tapi Rekrut Pegawai BUMN, FHCI Tak Merasa Bersalah

Bukan Lembaga Sah Tapi Rekrut Pegawai BUMN, FHCI Tak Merasa Bersalah.
Bukan Lembaga Sah Tapi Rekrut Pegawai BUMN, FHCI Tak Merasa Bersalah.

Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Sofyan Rohidi menyampaikan, pihaknya tadinya hanya berniat untuk memberikan sumbangsih bagi perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) di BUMN-BUMN.

Sofyan Rohidi yang belum lama pensiun dari salah satu Vice President PT Telkom (Persero) ini mengakui, FHCI dibentuk pada 2017. Dan sudah didaftarkan keabsahannya ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sejak berdiri, dijelaskan Sofyan Rohidi, FHCI menjalin kerja sama dengan BUMN-BUMN dan mendapatkan job untuk proses rekrutmen di BUMN.

Hal itu dijelaskan Sofyan Rohidi ketika ditemui di Komplek Gedung BRI Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2019). FHCI berkantor di tempat itu karena Ketua Umum FHCI untuk periode saat ini adalah pejabat Bank BRI, dan mereka bersekretariat di BRI itu.

Rohidi yang didampingi sejumlah staf FHCI itu menyampaikan, di tahun-tahun awal, FHCI hanya diminta membantu rekrutmen di BUMN tertentu.

“Setiap tahun ada saja BUMN yang meminta kami membantu proses rekrutmennya. Satu-satu,” tutur Sofyan Rohidi.

Nah, untuk tahun 2019 ini, FHCI mendapat job besar dengan melakukan rekrutmen sebanyak 11 ribu pegawai BUMN, untuk sekitar 148 BUMN di seluruh Tanah Air.

“Harusnya sudah selesai di 2019 ini. Tapi hingga penghujung tahun ini, baru hampir 4000-an calon pegawai BUMN yang bisa direkrut. Sisanya, dilanjutkanlah di tahun 2020,” bebernya.

Dari sisi legalitas, Sofyan Rohidi mengatakan, FHCI memang hanya berupa forum, semacam tempat berkumpulnya para mantan pejabat dan pegawai BUMN dan atau yang masih aktif untuk mengembangkan ide-ide yang baik bagi masa depan BUMN.

“Memang bukan BUMN. FHCI hanya semacam forum, yang bertukar pikiran, untuk mengembangkan BUMN. Itu awalnya,” ujarnya.

Namun, proses kerja-kerja rekrutmen pegawai BUMN itu adalah kewenangan penuh Kementerian BUMN dan BUMN bersangkutan. Sebab, rekrutmen itu mempergunakan anggaran Negara.

“Kami hanya melakukan rekrutmen di tahap awal seleksi saja. Untuk tahap selanjutnya, diserahkan ke BUMN,” ujar Sofyan Rohidi.

Namun, lanjutnya, sejauh ini, pihaknya berupaya melakukan proses rekrutmen dengan standar tinggi. Dengan mematuhi permintaan user yaitu BUMN itu sendiri.

“Kebetulan yang duduk di BUMN-BUMN sekarang kan ya kawan-kawan kita juga,” katanya.

Jadi, jika ada komplain atau pun persoalan dalam proses rekrutmen yang dilakukan FHCI, Sofyan Rohidi meminta agar disampaikan dengan persuratan resmi oleh calon pegawai yang mengikuti rekrutmen.

“Pasti kami akan respon. Tetapi soal jaminan diterima atau bukan sebagai pegawai BUMN bukan kewenangan FHCI. Itu ke BUMN bersangkutanlah,” katanya.

Sofyan Rohidi menampik jika FHCI dianggap semacam sindikat dalam rekrutmen pegawai BUMN. “Kita kan hanya karena peduli saja. Agar BUMN lebih baik ke depannya. Merekrut putra-putri Bangsa ini. Yang terbaik dan siap,” katanya.

Terkait temuan sejumlah penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi dan penolakan, Sofyan Rohidi mengatakan, pihaknya selalu berupaya memberikan penjelasan yang riil. Dan diproses jika memang ada pelanggaran.

Menurut dia, khusus untuk penyandang disabilitas yang direkrut untuk BUMN, memang ada ketentuan 2 persen kuota. Nah, kata dia, mungkin tidak semuanya itu bisa diterima. Sebab semuanya tergantung pada kebutuhan dan kondisi riil masing-masing BUMN yang membutuhkan saja.

“Terlalu besar sebenarnya 2 persen itu. Tapi ya itulah aturannya. Dan itu bukan kewenangan FHCI. Itu tergantung BUMN yang membutuhkannya saja,” ujar Sofyan Rohidi.

Dia menjelaskan, kepengurusan FHCI per periode adalah 3 tahun. Dan bisa dipilih kembali untuk dua periode. Dirinya, kata Sofyan, baru masuk satu periode ini sebagai Direktur Eksekutif FHCI, setelah dirinya tidak lagi menjabat di BUMN, yakni PT Telkom (Persero).

“Kalau Ketua Umum FHCI kan tetap dari dalam, dari BUMN yang aktif. Dan FHCI berupaya berkomunikasi juga dengan Kementerian BUMN.  Sejauh ini, mereka mengaku puas kok dengan kerja-kerjanya FHCI,” ujar Rohidi lagi.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan