Breaking News

Buka Bengkel Kreatif Hello Indonesia, Menpora dan Ketua Umum PBNU Geber Santripreneurship Untuk Kaum Muda Indonesia

Buka Bengkel Kreatif Hello Indonesia

Buka Bengkel Kreatif Hello Indonesia, Menpora dan Ketua Umum PBNU Geber Santripreneurship Untuk Kaum Muda Indonesia. Buka Bengkel Kreatif Hello Indonesia, Menpora dan Ketua Umum PBNU Geber Santripreneurship Untuk Kaum Muda Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj secara resmi menandatangani prasasti dibukanya Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan Merpati Raya No 33, Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (19/05/2019).

Dalam Grand Opening tersebut di-launching juga Program 1000 Kedai Mini Kafe Indonesia Creative Santripreneurship.




Dalam sambutannya Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj menyambut baik dibukanya BKHI.

“Sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar tentu memiliki tanggung jawab besar dalam membangun umat dalam segala halnya dan perlu ditopang oleh kekuatan ekonomi karena ekonomi bagian utama dalam perjuangan membangun kesejahteraan uma,” tutur Ketua PBNU KH Said Agil dalam sambutannya.

Oleh karena itu, lanjutnya, NU bekerjasama dengan Yayasan Seni Untuk Bangsaku (YSUB) mendirikan Seribu Kedai Hello Kopi Nusantara di seluruh Indonesia. Program ini sebagai program kemitraan usaha kreatif mandiri tanpa modal, tanpa hutang, tanpa bunga seribu kedai kreatif, dan ikonik.




“Program ini akan memberikan pelatihan kepada 1000 Nahdliyin untuk menjadi para kreatif ekonomi NU yaitu 1000 kedai kepada seluruh santri-santri kita,” ujarnya.

KH Said Aqil mengatakan, program itu dilakukan secara bertahap, juga menggandeng pengusaha Jepang guna membangun bisnis berbasis teknologi. Sinergitas ini tentunya akan membangun Indonesia lebih maju. Sebab menurutnya, yang menguasai jaringan teknologi dialah yang menguasai dunia.

“Siapa yang menguasai jaringan, siapa yang menguasai IT, siapa yang menguasai langit, dia yang akan menguasai dunia, sebab di masa mendatang, Nahdliyin, menurutnya harus menjadi pelaku yang membangun ekonomi kesejahteraan masyarakat, tidak saja sebagai penonton. Ke depan bukan menjadi penonton tapi menjadi pelaku di Republik Indonesia,” ujarnya.




Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi juga mengapresiasi BKHI yang didirikan Muhammad Holis Satriawan. BKHI sebagai wadah kreativitas anak muda, khususnya kaum santri, agar tidak berhenti pada tataran gagasan, namun lebih pada karya nyata generasi produktif yang mampu bersaing di era global milenial saat ini dan masa mendatang.

Imam Nahrawi mengatakan, karya yang terus berkembang untuk tahun ini dibuktikan dengan me-launching Program 1000 Kedai Mini Cafe Kemitraan Santri Kreatif Indonesia serta pendataan secara digital 92 juta warga NU (Big Data Closed Market Project 92M Digital Member Platform).

“Bengkel Kreatif Hello Indonesia ini merupakan ikon baru kreatifitas anak muda yang membanggakan dan perlu digaungkan keseluruh anak muda penjuru Tanah Air. Ini bisa menjadi wadah anak-anak muda untuk lebih kreatif, responsif, dan inovatif,” ucap Imam Nahrawi.




Banyak yang dapat disinergikan dengan Kemenpora bersama BKHI. Seperti program unggulan Kirab Pemuda yang terus menggugah semangat anak muda tanah air untuk terus menggali kreativitas.

“Saya berharap tempat ini dapat menjadi pengemblengan para pemuda yang pasca Kirab Pemuda terus mengasah dan mengembangkan kreatifitasnya. Apa saja hasanah budaya nusantara yang ditemukan di berbagai provinsi dapat dimatangkan dan diasah di sini,” tambahnya.

Imam Nahrawi menyatakan, kehadiran Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) memang sangat diperlukan untuk para pemuda pada umumnya. Menpora juga berharap dapat bermanfaat untuk para atlet.




“Para atlet yang merupakan kaum muda dengan skill khusus ternyata juga memiliki sisi lain yang dapat dikembangkan, terutama pasca keatletannya,” ujarnya.

Pendiri Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Holis Satriawan memaparkan, pihaknya memang menyediakan kemitraan usaha kreatif tanpa modal, tanpa hutang dan tanpa bunga.

“Kami menyediakan kemitraan usaha kreatif tanpa modal, tanpa hutang, tanpa bunga bagi para anak muda, santri yang mau mengembangkan usaha,” tutur Holis Satriawan.




Lebih lanjut, didirikannya BKHI ini, kata dia, untuk membantu program pemerintah dalam mengurangi angka penganguran dan menciptakan lapangan kerja baru yang kreatif.

“Kami memberikan wadah kepada generasi muda yang mempunyai jiwa kreativitas namun terkendala dengan permodalan dan pengembangan kreativitas,” ujar Holis.




Selain Menpora dan Ketua Umum PBNU, kegiatan ini juga dihadiri oleh KH Abdul Manan Abdul Ghani, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua PWNU Banten KH Bunyamin, para kiai di wilayah Jabodetabek, Kementerian Koperasi dan UKM, Perwakilan dari Pemkot Tangsel, Kementerian Pertanian, Lion Air, Duta Besar Jepang, para pengusaha Jepang dan kreator muda Indonesia.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*