Booming Cyber Attack, Penyebaran Ransomware Wannacry Dipertanyakan

Booming Cyber Attack, Penyebaran Ransomware Wannacry Dipertanyakan.

Merebaknya informasi dan booming cyber attack berupa ransomware wannacry menimbulkan tanya. Selain harus tetap berhati-hati dengan penyebaran itu, upaya untuk mengantisipasi adanya serangan cyber yang merugikan masyarakat pengguna harus dilakukan pemerintah.

 

Wakil Ketua Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Much. Rifan menyampaikan, memang ada saja pihak-pihak yang bersengaja melakukan penyerangan dan bahkan menebarkan virus yang merusak jaringan atau cyber attack. Akan tetapi, selain upaya antisipatif, pemerintah juga harus menjelaskan publikasi terkait adanya serangan tersebut.

 

“Itu harus dijelaskan. Sebab, hampir semua pihak, terutama para pengguna cyber tentu tidak mau diserang dan atau dikerjain,” ujar Much Rifan dalam siaran persnya, Senin (15/05/2017).

 

Menurut Rifan, jika memang ada kepentingan atau serangan yang merugikan, maka pemerintah bersama para pengguna harus melakukan perlawanan. “Jadi, selain memang harus melawan serangan dan menyelamatkan dunia cyber kita, harus diungkap dan dijelaskan siapa dan bagaimana saja serangan itu terjadi, untuk kepentingan apa saja,” tuturnya.

 

Rifan juga meminta semua pihak untuk melakukan langkah antisipatif menghadapi serangan ransomware wannacry itu.

 

Sehubungan dengan Cyber Attack yang telah terjadi secara global dalam waktu 48 jam terakhir , lanjut dia,  APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)  mengingatkan masyarakat agar meminimalisasi jumlah komputer yang dapat terinfeksi oleh ransomware ini.

 

Ransomware adalah sejenis aplikasi tools/perangkat perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses kepada sistem komputer atau data, bekerja dengan mengunci sistem dengan cara mengenkripsi file sehingga tidak dapat diakses hingga tebusan di bayar.

 

Dikatakan Rifan, adapun jenis ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0 ransomware, yang memanfaatkan kelemahan security pada Sistem Operasi Microsoft yang mana Microsoft telah menyediakan Security Update Patch untuk menanganinya pada beberapa saat yang lalu.

 

Oleh karena itu, bagi pengguna komputer berbasis Microsoft yang tidak yakin telah melakukan Security Update Patch MS-17-010, disarankan melakukan langkah sebagai berikut, pertama, sebelum menyalakan komputer hendaknya mencabut kabel data (LAN) yang tersambung, kemudian mematikan WIFI yang dapat otomatis tersambung di sekitar komputer.

 

Kedua, setelah diyakinkan aman komputer tidak dapat tersambung ke Internet, maka komputer dapat dinyalakan untuk segera melakukan backup seluruh data ke Hard Disk Portable atau USB Flash Drive.

 

Ketiga, melakukan download security patch dari komputer berbeda yang tidak terlalu kritikal fungsinya atau melalui komputer berbasis non-microsoft di https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010 dan membaca https://blogs.technet.microsoft.com/msrc/2017/05/12/customer-guidance-for-wannacrypt-attacks/

 

Keempat, setelah selesai melakukan backup secara aman dan flash drive/Hard Disk portable disimpan dengan aman secara terpisah, pada komputer ybs dapat dilakukan update melalui file yang telah diunduh pada langkah terdahulu.

 

Kelima, silahkan melakukan aktifitas seperti biasa setelah berhasil melakukan security update yang diperlukan.

 

Untuk mengantisipasi kejadian serupa selanjutnya, kata dia, diharapkan kepada seluruh pengguna teknologi informasi untuk secara cepat melakukan update system apabila telah tersedia, karena update semacam ini walaupun terkesan meletihkan namun dapat menyelamatkan dari serangan-serangan cyber semacam ini.

 

“Dan juga agar berhati-hati menggunakan link di internet, email atau media sosial yang tidak dikenali karena dikhawatirkan menjadi media penyebaran ransomware,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan