Bongkar Permasalahan Kabupaten Simalungun, Bupati Yang Baru Radiapoh Hasiholan Sinaga Konsolidasikan Para Perantau

Bongkar Permasalahan Kabupaten Simalungun, Bupati Yang Baru Radiapoh Hasiholan Sinaga Konsolidasikan Para Perantau. - Foto: Webinar Silaturahmi dan Konsolidasi Bupati Simalungun Terpilih Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil Bupati Zonny Waldi bersama Perkumpulan Anak Rantau Simalungun (Pantau Simalungun), Minggu 07 Februari 2021.(Ist)
Bongkar Permasalahan Kabupaten Simalungun, Bupati Yang Baru Radiapoh Hasiholan Sinaga Konsolidasikan Para Perantau. - Foto: Webinar Silaturahmi dan Konsolidasi Bupati Simalungun Terpilih Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil Bupati Zonny Waldi bersama Perkumpulan Anak Rantau Simalungun (Pantau Simalungun), Minggu 07 Februari 2021.(Ist)

Bupati Simalungun yang baru, Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Wakil Bupati H Zonny Waldi konsolidasi dengan para perantau yang berasal dari Simalungun.

Konsolidasi yang digelar lewat webinar itu dilakukan bersama Perkumpulan Anak Rantau Simalungun (Pantau Simalungun).

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Wakil Bupati H Zonny Waldi menyampaikan, di Pemerintahan Kabupaten Simalungun yang baru ini, peran serta dan dukungan seluruh anak rantau sangat diharapkan untuk membangun Kabupaten Simalungun.

Untuk itu, Bupati Simalungun terpilih, Radiapoh Hasiholan Sinaga menyatakan, pihaknya sangat bersedia dan terbuka untuk mendengarkan masukan dan gagasan dari warga Kabupaten Simalungun, baik yang di perantauan, maupun yang di Simalungun.

Sekaligus, untuk memperkuat wawasan dan kerja sama membangun Kabupaten Simalungun sebagai Tanoh Habonaron Do Bona, serta bersedia menerima pemikiran-pemikiran konstruktif dan objektif.

“Saya yakin, ketika kita bersatu padu, tidak ada persoalan yang tidak dapat kita selesaikan. Kita bersama-sama menyelesaikannya,” tutur Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Melihat data di Kabupaten Simalungun, termasuk mengenai postur anggaran APBD, menurut Radiapoh Sinaga, kondisi Simalungun sangat berat.

“Memang sungguh berat memang. Tetapi kami yakin dan percaya, dengan kebersamaan kita, dengan doa Bapak Ibu sekalian, khususnya juga dengan pemikir-pemikir Simalungun, serta para perantau, saya yakin kita semua bisa,” imbuhnya.

Bupati terpilih Radiapoh Hasiholan Sinaga menyampaikan, sejumlah tantangan dalam pembangunan infrastruktur di Simalungun. Dari data yang ditunjukkan, kondisi jalan yang rusak mencapai 61%.

Jika ditotal, saat ini ada sekitar 1.100 kilo meter jalan rusak di Kabupaten Simalungun. Untuk infrastruktur jalan saja, kata dia, dibutuhkan anggaran mencapai Rp 4,1 triliun.

“Jikalau kita hanya melihat ke dalam, kemampuan daripada APBD Simalungun, saya kira sungguh sangat tidak mungkin,” ucapnya.

Namun, Radiapoh Sinaga optimis, semua itu bisa diatasi dengan sumber daya yang dimiliki oleh Kabupaten Simalungun.

“Tetapi, Puji Tuhan, Syukur Alhamdulillah, Wakil Bupati Bapak H Zonny Waldi ini kan pernah Kepala Dinas di Provinsi Sumatera Utara. Pak Wakil Bupati sudah melakukan gerakan dan beberapa kali kami sudah bertemu dengan Bapak Gubernur Sumatera Utara. Demikian dan juga dengan Dinas Bina Marga. Kami juga sudah road show ke Kementerian-Kementerian. Seperti ke Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan juga ke Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Banyak harapan yang kita bangun bersama,” bebernya.

Sehingga, konsolidasi di internal Pemkab Simalungun, bersama Kementerian-Kementerian, dan juga bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, akan semakin kuat dengan diikuti konsolidasi kepada masyarakat, seperti kalangan perantau dari Simalungun.

“Ini suatu komunikasi yang baik dan harmonis. Saya yakin, banyak Tokoh Simalungun, Orang-Orang Hebat Simalungun yang saat ini berada di luar Kabupaten Simalungun, yang juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Simalungun ke depan. Tidak sedikit sumber pendanaan untuk pembangunan Kabupaten Simalungun, seperti pembangunan infrastruktur itu yang bisa tercapai. Seperti yang sudah dijalani selama ini di Kabupaten Simalungun,” tutur Radiapoh Sinaga.

Radiapoh Sinaga mencontohkan, dari potensi pariwisata saja, tidak sedikit pendapatan Kabupaten Simalungun yang bisa dipergunakan untuk pembangunan.

“Potensi pariwisata bisa digalakkan dengan optimal. Kita bisa belajar dari daerah lain, Bali, misalnya. Lihat, Parapat itu sungguh sangat luar biasa. Sumber pendapatan dari pariwisata di Parapat itu diperhitungkan mencapai Rp 150 miliar per tahun,” ungkapnya.

Kemudian, untuk meningkatkan pendapatan daerah, selama ini juga diperoleh dari pajak. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu sumber pendapatan Pemkab Simalungun.

“Ada banyak yang bisa kita lakukan bersama, termasuk memberikan legalitas yang baik kepada Masyarakat Simalungun,” tuturnya.

Di Simalungun, lanjutnya, kualitas Surat-Surat Tanah hanya terakomodir 13%. Sedangkan saat ini, penduduk Kabupaten Simalungun saja sudah mencapai 365 ribu Kepala Keluarga (KK).

“Ketika kita berikan surat tanah atau sertifikat tanah, sudah berapa sebenarnya pendapatan yang didapat dari situ. Kita tidak perlu memberikan beban terhadap masyarakat, tetapi turunan daripada transaksi yang kita buat, masyarakat akan membayar PBB dari sana saja sebenarnya potensi yang kita dapat hampir Rp 200 miliar. Belum termasuk dari potensi-potensi lain,” terang Radiapoh Sinaga.

Kemudian, di Kabupaten Simalungun juga banyak terdapat perusahaan. Selama ini, menurut dia, kontribusi perusahaan-perusahaan itu masih minim bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Simalungun.

“Termasuk juga dari jasa Perkebunan. Kita tahu, di tahun 2019 saja, Coorporate Social Responsibility atau CSR dari perkebunan-perkebunan itu tidak ada sama sekali. Nol,” ungkapnya.

Meski begitu, Radiapoh Sinaga berharap, di Pemerintahannya ini, CSR itu akan ditingkatkan untuk penghasilan asli daerah dan pembangunan Simalungun.

“Kita tetap positive thinking. Kita tidak mau menyalahkan Pemerintahan sebelumnya. Tetapi mari kita bersama-sama. Kita, saya, Wakil Bupati, bersama Bapak Ibu sekalian, orang tua saya, Tokoh Masyarakat, para kaum muda, mari bergandengan tangan memberikan solusi untuk memperbaiki kampung halaman kita ini,” tukasnya.

Radiapoh Sinaga juga menjelaskan, di Kabupaten Simalungun terdapat banyak organisasi, yang menjadi potensi untuk memajukan Kabupaten Simalungun.

Juga ada Kawasan Industri Simalungun (KIS). Kawasan ini, belum mencapai sasarannya. Malah, di KIS yang terlihat ada Industri Pengolahan Ubi.

“Saya sudah bertemu dengan beberapa investor. Dengan geografis Kawasan Industri Simalungun luar biasa, yang di Tapian Dolok seluas 219 hektare. Saya melihat itu, dengan potensi yang ada di sana saya kira kita bisa mengundang investor,” ujarnya.

“Kebetulan saya salah satu pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Kepulauan Riau. Dan saya sudah pernah berbincang-bincang dengan mereka. Luar biasa. Ketika kita memberi fasilitas, kita berikan mereka karpet merah kenapa. Itu kan cukup membantu, bagaimana serapan tenaga kerja di Simalungun bisa terakomodir. Begitu juga di Sei Mangkei, luar biasa. Saya kira ini bisa mengurangi permasalahan pengangguran,” lanjut Radiapoh Sinaga.

Wakil Bupati Simalungun terpilih H Zonny Waldi, mengapresiasi Founder Pantau Simalungun, Jhon Mejer Purba, atas inisiasi melakukan konsolidasi itu.

“Kepada Adinda Jhon Mejer Purba, kami sampaikan apresiasi yang sudah menginisiasi silaturahmi bersama ini. Kami menyampaikan apresiasi, terima kasih yang sebesar-besarnya atas inisiasi dari generasi muda kita adinda Jhon Mejer Purba yang tidak asing lagi bagi kami ini, sudah beberapa kali kita sudah berjumpa di Jakarta,” jelas Zonny Waldi.

Pasangan Radiapoh Hasiholan Sinaga-Zonny Waldi, lanjutnya, sudah mewakafkan diri untuk bekerja mengangkat harkat dan martabat Masyarakat Simalungun.

Ke depan, dikatakan Wakil Bupati Zonny Waldy, tidak ada namanya transaksi jual beli jabatan. “Tetapi orang yang punya kapasitas dan kompetensi, itu yang kita pakai. Kita tidak mau orang yang hanya, seperti pertemuan-pertemuan seremonial. Karena saya juga sudah terbiasa dalam dunia bisnis di beberapa tempat di Indonesia. Saya tidak suka dengan orang-orang yang hanya memberi saran. Tetapi ayo, mari turun bersama ke lapangan,” jelasnya.

Menghadapi pergumulan Masyarakat Simalungun, lanjutnya, Pasangan Radiapoh Hasiholan Sinaga-Zonny Waldi tidak akan mampu menyelesaikannya sendiri. Karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Simalungun untuk bergandengan tangan dan bekerja sama untuk memajukan Kabupaten Simalungun.

“Harus bersama-sama. Saya ingin kita orang Simalungun menjadi Tuan Rumah di Kampung Kita Sendiri. Jangan hanya jadi penumpang. Jadi, saya memohon kepada para orang tua saya, Tokoh-Tokoh Simalungun, mari datanglah ke Simalungun. Bantu kami, jangan sampai orang lain yang berkontribusi di Simalungun. Yang mendapat panggung di Simalungun harus orang Simalungun,” imbuh Zonny Waldi.

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menambahkan, kebersamaan seluruh elemen masyarakat Simalungun sangat diperlukan untuk membangun dan memajukan Kampung Halaman.

“Ini perlu saya sampaikan Bapak Ibu, walaupun cukup keras yang saya sampaikan ini, tetapi saya kira ini karena kerinduan saya, keinginan saya untuk Simalungun. Ke depan mari sama-sama, diskusi-diskusi seperti ini sangat perlu, tetapi kalau tidak ada out-putnya percuma ini. Action perlu segera,” tegas Radiapoh Sinaga.

Acara ini dipandu oleh Founder Perkumpulan Anak Rantau Simalungun (Pantau Simalungun), Jhon Mejer Purba. Jhon Mejer mengatakan, ini adalah webinar ke-15 yang dilaksanakan Minggu, 07 Februari 2021, yang digelar anak-anak rantau Simalungun.

Jhon Mejer Purban yang jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menyampaikan, Pasangan Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Wakil Bupati Zonny Waldi mengusung visi misi Rakyat Harus Sejahtera.

“Karena itu, kami dari para perantau Simalungun sangat mengharapkan agar pasangan ini mampu menjawab dan menuntaskan segudang persoalan yang ada di Tanoh Habonaron do Bona,” ujar Jhon Mejer Purba.

Menurutnya, bukanlah hal yang mudah untuk menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), kesejahteraan maupun berbagai persoalan lain di Kabupaten Simalungun.

Oleh karena itu, Jhon Mejer Purba mengatakan, sangat dibutuhkan kerja sama yang kuat antara semua stake holder agar cita-cita bersama dapat tercapai.

“Terlebih mengingat imbas dari adanya pandemi Covid-19 yang memberikan dampak terhadap segala sektor,” ucapnya.

Ada pun partisipan webinar ini, terdiri dari berbagai elemen utama Simalungun, Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI), Partuha Maujana Simalungun, Patunggung Simalungun, Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI), Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Simalungun, Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS), Gerakan Pemuda Alwasliyah, Generasi Muda Islam Simalungun (GEMAIS), serta organisasi dan peserta lainnya, ada juga peserta yang tinggal di luar negeri, seperti di Jerman dan Belanda.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan