Breaking News

BNN Nusa Tenggara Barat Amankan 500 Gram Sabu

Aduh, Pakai Anggota Keluarga Pergunakan Jasa Ekspedisi Jualan Sabu

Aduh, Pakai Anggota Keluarga Pergunakan Jasa Ekspedisi Jualan Sabu, BNN Nusa Tenggara Barat Amankan 500 Gram Sabu. Aduh, Pakai Anggota Keluarga Pergunakan Jasa Ekspedisi Jualan Sabu, BNN Nusa Tenggara Barat Amankan 500 Gram Sabu.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  telah mengungkap jaringan pengedar sabu yang melibatkan anggota keluarga, 1 pelaku berinisial AG alias BG, pria umur 33 tahun, dengan barang bukti Narkotika jenis Sabu, seberat ±500 Gram  di kantor salah satu jasa pengiriman (ekspedisi) yang ada di Kota Mataram, pada (9/8/2019).

Kahumas BNN Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono memaparkan kronologis kejadian. Berdasarkan infromasi masyarakat, pada Hari Jumat tanggal 9 Agustus 2019 sekira pukul 13.20 WITA, petugas  telah mengamankan seorang perempuan dengan inisial AF alias R.

AF diamankan karena mengambil 1 buah paket dari jasa pengiriman barang  yang diduga narkotika golongan I jenis metamfetamin atau disebut sabu.

Paket ini dikirim kepada seseorang berinisial  ESP dari sslah satu online shop di Jakarta. Setelah diinterogasi, ternyata  AF hanya dimintai tolong oleh saudara sepupunya sendiri yakni tersangka AG alias BG, via telepon melalui sudarinya S alias R, yang merupakan istri tersangka.

Selanjutnya, setelah dipertemukan, tersangka AG alias BG beserta isterinya S alias R, serta dengan sepupunya AF alias R, mengaku tidak tahu isi paket.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap isterinya yakni S alias R dan sepupunya AF alias R, mengaku hanya disuruh oleh tersangka AG alias BG untuk mengambil paketan tersebut dan keduanya tidak mengetahui apa isi dari paketan tersebut. Sementara tersangka AG alias BG hanya mengetahui paketan tersebut berisi barang terlarang yang setiap pengiriman mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta  dari orang yang tidak dikenal. Dia mengaku hanya berhubungan melalui telelepon,” ungkap Sulistyo Pudjo Hartono, Selasa (20/08/2019).

Dari penyelidikan yang dilakukan, lanjut Sulistyo, hingga saat ini tersangka mengaku menerima paketan sudah 3 kali. Paketan sebelumnya telah diterimanya pada bulan April dan Mei 2019 lalu.

“Adapun tahapannya, tersangka AG alias BG setelah menerima paketan dari sepupunya, kemudian menunggu perintah dari seseorang yang tidak ia kenali. Berkomunikasi melalui sambungan telepon dan kemudian melepaskan paketan di pinggir jalan sesuai arahannya. Selanjutnya tersangka AG alias BG tinggal menunggu transfer uang sebesar sebagaiamana disebutkan di atas,” beber Sulistyo.

Saat ini, barang bukti disita, yakni paketan berbentuk kotak berisikan 5 bungkus plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto keseluruhan 493,20 gram. Dan,  setelah dikurangi pembungkusnya, didapatkan berat bersih keseluruhan 484,55 gram.

“Yang terbungkus dalam amplop warna coklat dan plastik bubble wrap,” ujarnya lagi.

Sulityo menjelaskan, dari modus operandi kali ini, dapat dipahami bahwa tersangka memanfaatkan keluarganya untuk mengedarkan narkotika.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada akan modus-modus peredaran narkoba. Jangan mudah menerima atau mengambil titipan barang dari sumber yang belum jelas,” ujar Sulistyo mengingatkan.

Kini tersangka AG alias BG telah diamankan BNN Provinsi NTB. Tersangka  dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan diungkap kasus ini,  apabila 1 gram dikonsumsi 6-5 orang, maka BNN Provinsi NTB telah menyelamatkan 3000 jiwa masyarakat NTB,” ujar Sulistyo.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*