Bikin Geram, Tak Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Aktivis Lingkungan Di Danau Toba, Kapoldasu Diultimatum Segera Hengkang Saja Dari Sumut

Aktivis Korban Kekerasan Menolak Hadiri Persidangan, Bongkar Dulu Dong Persekongkolan Aparat Hukum, Jaksa dan Polisi Dilaporkan ke Jakarta.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Paulus Waterpauw diultimatum agar segera menangkap dan memenjarakan para pelaku penganiayaan terhadap aktivis lingkungan Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat di Kawasan Danau Toba (KDT).

Jika tidak bisa dan tidak mau menuntaskan persoalan ini, pria Papua yang memiliki isteri asal Sumatera Utara boru Pasaribu itu diminta sebaiknya pulang dan diganti dengan Polisi yang berani, tegas dan pro rakyat.

Ketua Tim Advokasi Penyelamat Danau Toba (Tapdatu) Sandi Ebenezer Situngkir menyampaikan, lambannya aparat hukum di Kawasan Danau Toba mengusut kasus ini membuat geram masyarakat di Sumatera Utara dan perantauan.

Sandi meminta Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Polisi Paulus Waterpaw agar tidak tutup mata dengan persoalan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan itu. Menurut dia, sampai saat ini, Kapoldasu tidak berbuat apa-apa atas peristiwa penganiayaan dan premanisme yang melibatkan unsur oknum pejabat Kabupaten Samosir.

“Pak Kapoldasu harus bertindak tegas dan cepat. Tidak usah takut, kami rakyat dari Kawasan Danau Toba siap membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan,” ujar Sandi, di Jakarta, Kamis (31/08/2017).

Apabila kasus ini pun tidak ditangani dan tidak diusut tuntas, lanjut Sandi, maka sebaiknya Kapoldasu segera pulang dari Sumut dan berhentikan dari jabatan Kapoldasu.

“Masa mengusut kejadian yang sudah benar-benar ada di depan mata, sudah juga di-BAP oleh Kepolisian setempat, namun malah melempem. Ngapain jadi Kapolda di Sumut kalau kasus ini pun tak diusut tuntas? Lebih baik pulang saja, jangan di Sumut sana. Berikan posisi Kapoldasu kepada Polisi yang tegas dan berani menegakkan hukum dan keadilan, yang pro rakyat,” pungkas Sandi.

Hingga saat ini, aparat kepolisian di Sumut belum juga menangkap dan memroses para pelaku penganiayaan terhadap dua orang aktivis lingkungan dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT), yang terjadi pada Selasa (15/08/2017) lalu.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*