Breaking News

Biaya Buruh Indonesia Bukan Penyebab Harga Jual Cangkul Indonesia Lebih Mahal

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Sekjen Opsi) Timboel Siregar: Biaya Buruh Indonesia Bukan Penyebab Harga Jual Cangkul Indonesia Lebih Mahal. Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Sekjen Opsi) Timboel Siregar: Biaya Buruh Indonesia Bukan Penyebab Harga Jual Cangkul Indonesia Lebih Mahal.

Ada yang heboh lagi saat ini, mengenai impor cangkul. Ternyata, sudah sejak tahun 2015 Indonesia mengimpor alat kerja petani yang sederhana itu dari negeri Tiongkok.

Terkadang, Buruh atau Tenaga Kerja Indonesia di dalam negeri dijadikan kambing hitam atas berbagai persoalan impor barang-barang dan alat yang dilakukan pemerintah.

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Sekjen Opsi) Timboel Siregar menyatakan, jangan timpakan keteledoran impor itu kepada tenaga atau biaya buruh di Indonesia.

“Biaya buruh Indonesia bukan penyebab harga jual cangkul jadi lebih mahal,” tutur Timboel Siregar, di Jakarta, Jumat (08/11/2019).

Lihat saja, lanjut Timboel, Kampung Taubao di China adalah kampung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Negeri Tirai Bambu itu, yang memproduksi cangkul. Masyarakat kampung itu didukung penuh oleh pemerintahnya. Sehingga harga cangkul China bisa dijual di Indonesia  di kisaran harga Rp10 ribu sampai Rp 28 ribu.

“Sementara, cangkul produk Indinesia dijual paling murah Rp 40 ribu per cangkul. Jadi, biaya buruh Indonesia bukan penyebab harga jual barang jadi mahal. Yang penting, bagaimana pemerintah memperbaiki iklim usaha, seperti menurunkan biaya logistik, bunga, perijinan dan keberpihakan kepada UMKM Indonesia,” jelas Timboel Siregar.

Mencuatnya persoalan impor cangkul di sejumlah media massa, menurut Timboel Siregar, sudah sejak lama disampaikan. Bahkan, dalam diskusi di sebuah televisi nasional pada kemarin pagi, tentang ajakan Presiden Joko Widodo agar cangkul diproduksi di Indonesia, itu bukan kali ini saja pernah disampaikan.

“Sudah sering disampaikan agar tidak impor.  Lalu, Mas Bhima dari Indef, pada diskusi di tivi itu, mengatakan upah di Tiongkok lebih mahal daripada di Indonesia. Tapi biaya logistik, bunga bank dan sebagainya lebih murah dari Indonesia,” jelas Timboel Siregar.

Jadi, lanjut Timboel Siregar, persoalannya adalah bagaimana pemerintah Indonesia meningkatkan dan mendukung para UMKM-nya untuk menghasilkan produk-produk bermutu dan berharga terjangkau, seperti cangkul itu.

“Peran pemerintah sekarang yang lebih penting diwujudkan untuk mendukung UMKM sendiri,” ujar Timboel.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*