Biarkan Jenazah Korban KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Kabasarnas Harus Segera Diganti

Biarkan Jenazah Korban KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Kabasarnas Harus Segera Diganti.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dinilai gagal menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dalam mengatasi berbagai persoalan bencana di Tanah Air.

Perilaku Basarnas telah melukai hati para keluarga ratusan korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba. Kemudian, beruntunnya peristiwa demi peristiwa kapal karam dan bencana di berbagai wilayah, tidak membuat Basarnas malu atas ketidakmampuannya melakukan pencarian dan pertolongan yang memadai.

Mahasiswa asal Sumatera Utara pun mendesak agar Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsdya TNI Muhammad Syaugi segera dicopot dan diganti dengan orang yang gigih, pantang menyerah serta bertanggung jawab menjalankan tugas dan fungsi Basarnas.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya Butar-butar mengatakan, desakan pencopotan Kabasarnas itu sudah melalui pertimbangan dan fakta kinerja buruk yang dipertontonkan oleh badan itu selama ini.

“Kami meminta Panglima TNI segera menarik kembali Kabasarnas dan menggantinya dengan yang baru. Kabasarnas yang sekarang telah gagal dan melukai korban tragedi Danau Toba, karena enggak mau mengangkat mayat korban,” tutur Agung Tamtam Sanjaya Butar-butar, di Jakarta, Rabu (01/08/2018).

Dia menegaskan, sebaiknya Kabasarnas diganti dengan sosok yang lebih segar dan siap bekerja. “Apalagi, Kabasarnas yang sekarang tinggal sedikit lagi habis masanya. Oktober nanti sudah mau selesai juga kok, sudah pensiun nanti. Jangan dong yang sudah mau pensiun masih saja ngotot jadi Kabasarnas,” tuturnya.

Jadi, lanjut Tamtam, daripada harus menunggu dan menghabis-habiskan waktu hingga masa pensiunnya tiba, sementara kinerja tak juga jelas, sebaiknya dipercepat saja penggantian Kabasarnas.

“Ya dipercepat saja diganti. Apalagi, ancaman bencana bertubi-tubi sedang terjadi di Indonesia, jangan ditahan-tahankan lagi untuk mencopot Kabasarnas sekarang,” ujarnya.

Menurut Agung Tamtam, berbagai kejadian bencana belakangan ini, sebut saja yang terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya akan menyisakan kesedihan dan kepedihan hati, lantaran Basarnas tidak mau melakukan tindakan-tindakan yang sangat dibutuhkan para korban.

Basarnar,  lanjut dia, telah berubah menjadi badan yang pengecut serta berlindung di balik alasan-alasan yang dibuat-buat agar tidak mengangkat Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba.

“Hingga kini, kami mendesak dan menunggu langkah nyata mengangkat jenazah para korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, kok malah dicuekin. Basarnas apaan begitu? Lihatlah, bagaimana kelanjutannya, apa yang dilakukan? Enggak ada tuh,” tutur Agung Tamtam.

Dia pun menyampaikan, Presiden kiranya perlu sibuk bekerja melakukan evaluasi Basarnas ini. Jangan hanya disebut sibuk kerja, kerja dan kerja, padahal untuk mengangkat jenazah korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pun tidak dilakukan.

“Yang menjadi korban itu adalah manusia. Saudara-saudara kami, keluarga-keluarga kami. Ratusan jasad masih dibiarkan di sana. Mereka itu bukan binatang, bukan hewan. Bahkan jasad korban itu sangat berharga bagi kami. Kami minta, Pak Presiden, tolong segera ganti saja Kabasarnasnya,” pungkas Agung Tamtam.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 17.30. Kapal tenggelam setelah dihantam ombak besar dan cuaca buruk.

Kapal berkapasitas maksimal sekitar 40 orang itu membawa 211 penumpang dan sejumlah kendaraan bermotor saat tenggelam. Basarnas sendiri berhenti melakukan evakuasi jenazah dan tidak melanjutkan proses pencarian hingga kini.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan