Biadab, Hanya Karena Salah Faham, Sebanyak 30-an Anggota TNI AU Menganiaya Si Purba Yang Tak Berdaya Hingga Sekarat

Biadab, Hanya Karena Salah Faham, Sebanyak 30-an Anggota TNI AU Menganiaya Si Purba Yang Tak Berdaya Hingga Hampir Mati.
Biadab, Hanya Karena Salah Faham, Sebanyak 30-an Anggota TNI AU Menganiaya Si Purba Yang Tak Berdaya Hingga Hampir Mati.

Peristiwa mengenaskan dan brutal dialami seorang pria tak berdaya. Lelaki bernama Rafhelman Purba dianiaya oleh sekitar 30-an anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) di sekitar Halimperdana Kusuma. Kejadiannya pada Kamis malam (12/09/2019).

Alex Purba, adik kandung Rafhelman Purba, menuturkan, pria kelahiran Jakarta, 15 Desember 1990 itu dihajar habis-habisan oleh para anggota TNI AU itu, tanpa klarifikasi atas dugaan tuduhan yang dialamatkan kepada Rafhelman sendiri.

“Itu sangat biadab. Kejadian yang menimpa Abang kandung saya. Masa digebukin tanpa ampun. Tak ada belas kasihan. Pelakunya sekitar 30-an orang anggota TNI Angkatan Udara, di daerah Halim,” ungkap Alex Purba, Senin subuh (16/09/2019).

Akibat penganiayaan berat itu, Rafhelman Purba pingsan, mengalami retak tulang di bagian rahang kiri dan kanan. Menurut Alex, Rafhelman dianiaya secara keroyokan oleh para anggota TNI AU itu. Selain mempergunakan kayu balok untuk memukuli, Rafhelman Purba juga disiram air keras. Dibekap dan dilemparkan ke dalam sebuah mobil merek APV, milik TNI AU di lokasi kejadian.

Alex mengungkapkan, anggota TNI AU menuduh Rafhelman Purba hendak mencuri hanpone yang terletak dibagian dash board kendaraan yang diparkirkan di depan sebuah Rumah Makan Padang, di sekitar PT Intirub, Halim Perdanakusuma, pada Kamis (12/09/2019) malam, sekitar Pukul 07.00 WIB.

Padahal, dikatakan dia lagi, Rafhelman Purban yang kebetulan melintas dari daerah itu dengan mengendarai sepeda motor juga, tampak tersentuh oleh stang motong yang parkir itu. Pengendaranya main masuk saja ke dalam Rumah Makan Padang di sebelahnya. Di atas dash board, ada henpon.

Tidak ada niat untuk mencuri henpon itu. Hanya karena sedang berkendara, melintas dan tersentuh stang motor yang parkir sembarangan, yang ternyata sepeda motor itu adalah milik anggota TNI AU, malah membawa malapetaka bagi Rafhelman Purba.

Warga Cililitan, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur itu pun, diteriaki beberapa orang anggota TNI AU yang kebetulan juga ada di sekitar lokasi. Menuduh Rafhelman Purba hendak mencuri henpon itu.

“Belum juga tersentuhnya barang berupa HP itu. Tangan Rafhelman hanya menyentuh stang sepeda motor yang parkir itu, para anggota TNI AU itu meneriaki dan menuduh Rafhelman sebagai pencuri. Mereka ada sekitar 30-an orang. Mereka memukulinya Rafhelman di sana, di depan orang banyak. Karena takut ada yang memvideokan, para anggota TNI AU itu menangkap, mencekek leher abangku, memukuli lalu menyekap Rafhelman dan melemparkannya ke dalam mobil. Menggebukinya lagi di dalam mobil. Membawanya ke barak TNI AU di Halim,” tutur Alex.

Tak berhenti pemukulan, Rafhelman digebukin di Barak. Disiram air keras. Hingga babak belur. Dan pingsan. “Padahal, sewaktu dimasukkan ke mobil, abang saya masih memohon belas kasihan. Jika memang ada yang salah, tolong jangan dipukuli. Bawa saja ke kantor Polisi  terdekat, agar diklarifikasi dan menjadi terang benderang kesalahanfahaman itu. Namun, para anggota TNI AU itu terus beringas. Pokoknya akan kami matikan kau. Begitu dikatakan mereka kea bang saya,” tutur Alex.

Disekap dan dipukuli sekitar dua jam, Rafhelman dibawa ke kantor Polsek Pinang Ranti, di Jakarta Timur. Sekitar jam 9 malam. Dalam keadaan pingsan. Dua orang petugas kepolisian yang mendapat tubuh pingsan ke kantornya, meminta penjelasan apa yang terjadi.

Namun, para anggota TNI AU itu hanya menyampaikan, tadinya mau melaporkan Rafhelman sebagai pencuri. Tetapi karena sudah pingsan, ya tidak jadi dilapor. Ditinggal begitu saja di Polsek. Dan para anggota TNI AU itu berlalu.

Rafhelman dalam keadaan pingsan dan tak berdaya. Dengan babak belur dan berlumuran darah, dibawa anggota Polsek Pinangranti ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati.

“Sudah dua hari dirawat di rumah sakit Polri. Abang saya hanya mengingat satu nama yang disebut sebagai Ufron atau Gufron, kurang jelas. Itu saja yang diingatnya soal pelaku dari sekian banyak anggota TNI AU yang melakukan penganiayaan pada dirinya pada malam itu,” ujar Alex.

Alex sendiri sudah melaporkan kejadian yang dialami oleh Rafhleman Purban itu ke POM TNI AU. Namun belum ada tindakan. Juga, Polsek Pinangranti, belum berani memroses para pelaku.

“Dalam minggu ini, abang saya harus menjalani operasi. Sebab, rahang kiri dan kanannya retak karena dipukuli,” ujar Alex.

Alex berharap, aparat Kepolisian segera menangkap para pelaku penganiayaan itu. Memrosesnya secara hukum. Demikian pula pimpinan TNI AU, Alex mendesak supaya pimpinannya menindak tegas dan menyerahkan para pelaku penganiayaan itu ke aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum.

“Kok tega-teganya menganiaya warga yang lemah. TNI AU kok jadi kayak preman. Mengeroyok, memukuli abang saya, pakai kayu balok, pakai air keras. Taka da belas kasihan. Padahal sudah minta tolong agar dihentikan pemukulan itu, dan kalau mau terang benderang dibawa saja ke kantor polisi. Tetapi memang biadab, TNI AU seperti itu penganiaya masyarakat. Harus dihukum, ditindaktegas mereka itu,” ujar Alex Purba.(JR)

15 Komentar

  1. Bukan seperti itu ceritanya media membuat panas netizen purba tertangkap tangan mencuri dan sudah mengaku, pihak TNI AU melerai warga yang akan menggebuki purba. Akhirnya purba sebagai tindakan jera kami berikan shock terapi terarah dan terukur sudah kami cek tidak ada yang patah.

    • Boleh dikirimkan identitas bapak dan teman-teman yang melihat dan menyaksikan kondisi peristiwa? Supaya ter-cover semua beritanya. Boleh juga nomor kontaknya dikirimkan ke alamat email redaksi. Mohon kesediaannya. Terimakasih.

    • Terimakasih atas masukannya. Berita akan di-cover kalau pihak-pihak sudah saling klarifikasi. Mohon dikirimkan klarifikasi resminya ke alamat email redaksi. Terimakasih.

    • Terimakasih atas masukannya. Berita akan di-cover kalau pihak-pihak sudah saling klarifikasi. Mohon dikirimkan klarifikasi resminya ke alamat email redaksi. Terimakasih.

  2. Tolong untuk berita berita yang belum jelas kebenarannya seperti ini untuk tidak dipublikasi karena hanya akan menjelekan citra TNI dimata umum tolong apabila berkenan mohon untuk berita ini dihapus

    • Terimakasih atas masukannya. Berita akan di-cover kalau pihak-pihak sudah saling klarifikasi. Mohon dikirimkan klarifikasi resminya ke alamat email redaksi. Terimakasih.

    • Terimakasih atas masukannya. Berita akan di-cover kalau pihak-pihak sudah saling klarifikasi. Mohon dikirimkan klarifikasi resminya ke alamat email redaksi. Terimakasih.

    • Terimakasih atas masukannya. Berita akan dihapus kalau pihak-pihak sudah saling klarifikasi. Mohon dikirimkanj klarifikasi resminya ke alamat email redaksi. Terimakasih.

  3. Ini berita Hoax..
    Hati” admin, jangan main publish berita yang belum jelas kebenarannya.

    RP merupakan Pencuri HP milik TNI AU di sekitar PT. Intirub dekat Cililitan.
    Dia tertangkap tangan saat mencuri.
    Ada saksi dari pihak masyarakat (bukan TNI AU).

    Saat di TKP, RP diinterogasi dan dia mengakui bahwa di khilaf mencuri HP.

    Di TKP dia sudah diamuk massa, untuk menghindari kejadian lebih parah, Anggota TNI AU (yang aslinya korban pencurian HP) berinisiatif membawa ke Polsek Makasar (sore sekitar pukul 6, bukan pukul 9 seperti yang diberitakan).

    Setelah sampai di Polsek Makasar, Anggota TNI AU tsb menyerahkan kepada anggota Polsek.

    Karena tidak mau memperpanjang masalah, Anggota TNI AU tsb tidak membuat Laporan Polisi.

    Bukannya berterima kasih, RP/Keluarga malah memfitnah dan melaporkan Anggota TNI AU tsb atas tindakan penganiayaan.
    Ironis..

    Saksi ada, Barbuk ada..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*