Bertemu Kepala Badan Ketahanan Pangan, Rumah Tani Indonesia Percakapkan Makanan Non Beras Sebagai Life Style

Bertemu Kepala Badan Ketahanan Pangan, Rumah Tani Indonesia Percakapkan Makanan Non Beras Sebagai Life Style. – Foto: Pertemuan DPP Rumah Tani Indonesia dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dr Ir Agung Hendriadi dan jajarannya, di bilangan Ragunan, Kompleks Kementerian Pertanian RI, Gedung E, pada pagi hingga siang, pada Kamis 16 Juli 2020. (Ist)
Bertemu Kepala Badan Ketahanan Pangan, Rumah Tani Indonesia Percakapkan Makanan Non Beras Sebagai Life Style. – Foto: Pertemuan DPP Rumah Tani Indonesia dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dr Ir Agung Hendriadi dan jajarannya, di bilangan Ragunan, Kompleks Kementerian Pertanian RI, Gedung E, pada pagi hingga siang, pada Kamis 16 Juli 2020. (Ist)

Pertemuan hangat DPP Rumah Tani Indonesia berjalan hangat dengan jajaran Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI di bilangan Ragunan, Kompleks Kementerian Pertanian RI, Gedung E, pada pagi hingga siang, pada Kamis 16 Juli 2020.

Dewan Pengurus Pusat Rumah Tani Indonesia, dikomandoi Sekretaris  Umum, Melva Sihombing, menyampaikan pentingnya Penganekargaman Konsumsi Karbohidrat non Beras dalam pandemi covid ini.

Ditegaskan oleh Melva, saat ini adalah momentum paling pas untuk membangun kesadaran dan mengubah mind set masyarakat untuk beralih secara perlahan dari ketergantungan beras.

Dalam krisis pandemi ini dan ancaman kemungkinan krisis pangan dunia, masyarakat harus selalu diingatkan untuk melakukan substitusi dan menyiapkan diri secara perlahan untuk secara periodik mengkonsumsi karbohidrat non beras.

“Tentu kita tidak berharap terjadi krisis berkelanjutan, namun berbagai kemungkinan situasi harus tetap disiapkan antisipasinya,” ujar Melva.

Sejalan dengan pemaparan RTI, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dr Ir Agung Hendriadi menyambut baik dan merasa senang adanya perhatian kelompok masyarakat seperti RTI.

Hal ini sejalan dengan roadmap Ketahanan Pangan yang sedang dijalankan Kementerian Pertanian. Namun bukan hanya kampanye yang perlu digalakkan, lebih dalam lagi edukasi pentingnya penganekaragaman harus mampu merubah mindset masyarakat akan hal tersebut.

Bahkan, menurut Agung, mengkonsumsi makanan non beras harus menjadi life style yang membanggakan masyarakat.

“Jangan ada lagi perasaan bahwa tidak mengkomsumsi beras atau nasi masih merupakan ganjalan belum makan, tapi justru kebanggaan, layaknya kita makan french fries di gerai makanan siap saji. Tentu harus diperhatiakan juga, bahwa makanan tersebut memang tersedia mudah di tiap daerah, sehingga mau tidak mau berupa makanan lokal di masing-masing daerah yang berbeda. Selain itu juga mudah disajikan, sehingga tidak merepotkan dalam penyajiannya,” jelasnya.

Untuk itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, mengisyaratkan hadirnya UKMK-UKMK yang memproduksi bahan makanan non beras yang siap saji tadi. Saatnya seluruh stakeholder saling bahu membahu merealisasikan gagasan-gagasan baik tadi.

Secara khusus, di internal Kementerian Pertanian, sajian makanan non  beras sudah diterapkan, tentu baik juga dilaksanakan oleh seluruh instansi pemerintahan yang ada.

“Sangat baik kalau dunia kuliner non beras kita semakin tumbuh dan berkembang, niscaya keberhasilan ini akan kita rasakan manfaatnya,” ujar Agung menutup pertemuan intens yang berlangsung hingga satu jam itu.

Besli Pangaribuan, Pengawas DPP RTI juga menyampaikan, bahwa roadshow Rumah Tani Indonesia, masih akan berlangsung ke beberapa pemangku kebijakan lainnya.

“Kita jangan sampai kehilangan momentum yang sangat baik ini, jika kita tak ingin tersandung masalah pangan di masa mendatang,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan