Breaking News

Bertemu Aktivis GAMKI Jakarta; Akhiri Perseteruan di HKBP Kayu Tinggi, Pendeta Haposan Sianturi Maafkan Jemaat Yang ‘Jugul’

Bertemu Aktivis GAMKI Jakarta; Akhiri Perseteruan di HKBP Kayu Tinggi, Pendeta Haposan Sianturi Maafkan Jemaat Yang ‘Jugul’ Bertemu Aktivis GAMKI Jakarta; Akhiri Perseteruan di HKBP Kayu Tinggi, Pendeta Haposan Sianturi Maafkan Jemaat Yang ‘Jugul’.

Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Kayu Tinggi, Cakung, Jakarta Timur, Pdt Haposan Sianturi menyatakan memaafkan sejumlah jemaatnya yang sempat melakukan percobaan tindak kekerasan kepada dirinya saat melayani jemaatnya di gereja HKBP Kayu Tinggi pada acara Ibadah Minggu, 30 Juni 2019 lalu.

Hal itu disampaikan Pdt Haposan Sianturi saat bertemu dan berdialog dengan para aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia DKI Jakarta (GAMKI DKI Jakarta) yang digelar di Sekretariat GMKI Cabang Jakarta, Salemba Raya 49, Jakarta Pusat, minggu lalu.





“Saya memaafkan jemaat yang jugul (bandal/nakal) yang mencoba membuat kekisruhan dan mencoba melakukan tindak pidana kekerasan terhadap saya, dengan memaksa saya turun dari mimbar saat memimpin ibadah. Para jemaat yang merobek-robek jubah kependetaan saya saat itu,” tutur Pdt Haposan Sianturi.

Meski sudah memaafkan, dilanjutkan pria yang merupakan mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Pematangsiantar ini, sejauh ini proses lapor melapor yang terjadi di Polres Jakarta Timur masih terjadi.

Dia mengakui, dirinya juga dilaporkan oleh sejumlah jemaat yang mencoba melakukan kekerasan terhadap dirinya ke Kepolisian. “Laporan saya juga masih ada di Polres Jakarta Timur,” ujarnya.





Pdt Haposan Sianturi menampik sejumlah tudingan sejumlah pengurus gereja kepada dirinya. Apalagi persoalan uang yang disebut-sebut mengalami mark-up dan dugaan korupsi, itu tidak benar.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Anggota Advokat HKBP Jabodetabek Sandi Ebenezer Situngkir dan aktivis Pemuda Gereja Jhohannes Marbun alias Joe Marbun bersama para aktivis GAMKI dan GMKI Jakarta itu, Pdt Haposan Sianturi menegaskan, dirinya memaafkan perbuatan tercela yang dilakukan jemaat itu kepada dirinya.

“Tetapi soal proses pidana yang sudah dilapor di Kepolisian selanjutnya itu ditangani Polisi,” katanya.





Menurut dia, jika hendak melakukan rekonsiliasi, pintu hatinya selalu terbuka. Yang penting, kedua belah pihak bersungguh-sungguh saling memaafkan dan saling melupakan persoalan yang tidak jelas juntrungannya itu.

Pdt Haposan Sianturi juga berharap para jemaat yang melakukan upaya percobaan tindak pidana kekerasan kepada dirinya untuk meminta maaf dan mencabut semua tudingan dan tuduhan yang tidak dilakukannya.

Pdt Haposan Sianturi sebagai salah seorang sesepuh di Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), berharap organisasi GAMKI DKI Jakarta juga bisa memfasilitasi perdamaian dan kehidupan kegerejaan yang lebih baik lagi.





“Peran GAMKI dan GMKI dalam persoalan-persoalan seperti ini sangat dinantikan. Mencipatakan perdamaian dan juga dialog yang sehat, yang obyektif dan penuh tanggung jawab. Kiranya saudara-saudara kita yang lainnya juga melakukan hal itu, termasuk untuk saling memaafkan dan saling mengampuni juga,” tandas Pdt Haposan Sianturi.

Di tempat yang sama, Advokat HKBP Jabodebatek Sandi Ebeneser Situngkir menyatakan, sebelumnya sudah ada proses perdamaian di tingkat Distrik HKBP. Proses perdamaian itu dilakukan langsung oleh Praseses HKBP Distrik Jakarta Pdt Midian Sirait, bersama para pengurus gereja, jemaat dan juga unsur Kepolisian.

“Amang Praseses Pdt Midian Sirait juga sudah meminta agar Amang Pdt Haposan Sianturi mencabut laporannya dari Kepolisian. Kita sebagai warga HKBP merasa malu, hendaknya berdamailah,” tutur Sandi Ebenezer Situngkir.





Sandi mengatakan, Praeses HKBP Distrik Jakarta Pdt Midian Sirait juga telah menyampaikan kepada warga jemaat HKBP Kayu Tinggi yang melaporkan Pdt Haposan Sianturi dan yang juga dilaporkan oleh Pdt Haposan Sianturi untuk melakukan upaya rekonsiliasi dan perdamaian.

“Apa yang kita rebut di HKBP? Apa yang harus kita ributi di HKBP? Rasa-rasanya tidak ada. Kita harus berdamai dan saling merendahkan hati, membuka hati untuk saling berdamai di dalam Kasih Kristus,” tutur Ketua Punguan Koor Ama HKBP Podomoro itu.

Ketua DPD GAMKI DKI Jakarta, Jhon Roy P Siregar menyampaikan, sebagai warga jemaat HKBP, pihaknya juga memiliki tanggung jawab untuk mengajak dan menciptakan kondisi gereja yang kondusif dalam suasana damai.





“Kita akan buka ruang rekonsiliasi dan terus menciptakan kedamaian di gereja. Tugas dan tanggung jawab kita masing-masing sebagai umat Kristen, sebagai pelayan Kristus dimana pun kita berada, di sekte atau dominasi gereja mana pun, dialog dan rekonsiliasi itu harus terus ditumbuhkembangkan,” ujar Jhon Roy P Siregar.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*