Breaking News

Bertarung di Pilgubsu 2018, Diiringi Doa Masyarakat Adat, Abdon Nababan Diberangkatkan Dari Tanah Kelahirannya

Bertarung di Pilgubsu 2018, Diiringi Doa Masyarakat Adat, Abdon Nababan Diberangkatkan Dari Tanah Kelahirannya.

Ratusan warga Huta Pealangge, Desa Paniaran, Kec. Siborongborong, berkumpul dengan penuh sukacita. Acara ini dihadiri oleh tetua adat, dan seluruh warga Pealangge dan relawan Abdon Nababan.

 

Huta Pealangge yang merupakan kampung halaman Abdon Nababan (AN) menjadi titik awal keberangkatan Abdon untuk bertarung di Pilgubsu 2018. Sehari sebelumnya, relawan Abdon dan warga Pealangge beramai-ramai menyambut beliau di Bandara Silangit.

 

Dalam sambutannya, Edison Nababan (75) selaku tetua adat mengatakan acara adat tersebut merupakan acara mangupa-upai dengan maksud mengantarkan Abdon Nababan sebagai Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara.

 

“Acara hari ini merupakan bentuk syukur dan pemberangkatan oleh warga Pealangge dimana Abdon Nababan mendapatkan penugasan dari AMAN untuk bertarung di Pemilihan Gubernur  Sumatera Utara 2018. Menjadi sukacita tersendiri bagi kami warga di Huta Pealangge, karena putra terbaik dari kampung ini ikut bertarung dalam Pilgubsu tahun depan” ujarnya menambahkan.

 

Rangkaian acara diawali dengan Mangulosi oleh Hula-hula dari marga Manurung, Siahaan, Panjaitan, selaku Tulang. Kemudian dilanjutkan dengan  pemberian dekke simudur-udur dan aek sitio-tio sebagai bentuk Sukacita, doa restu dan harapan supaya apa yang di inginkan bisa terwujud, dan dilanjutkan dengan makan bersama.

 

Sementara itu Ketua BPH AMAN Wilayah Tano Batak, Roganda Simanjuntak, menerangkan bahwa penugasan Abdon Nababan sebagai Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara diusulkan oleh masyakat adat di Tano Batak untuk mengatasi berbagai persoalan rakyat yang tidak kunjung selesai.

 

“Akhir-akhir ini Provinsi Sumatera Utara sangat terpuruk, dimana selama dua periode Gubernur selalu bermasalah dengan KPK. Demikian juga dengan kualitas pelayanan birokrasi dan persoalan-persolan rakyat tidak kunjung tuntas hingga saat ini. Seperti yang dialami masyarakat adat di Sumut yang terus berkonflik dengan perusahaan dan pemerintah yang merampas wilayah adat,” terangnya.

 

Di akhir acara Abdon menegaskan bahwa Pilgubusu 2018 merupakan momentum terbaik bagi perubahan dan perbaikan Sumatera Utara kedepannya. Ia menambahkan menyampaikan bahwa dirinya akan mempersiapkan diri dan bertarung.

 

“AMAN menugaskan saya untuk bertarung di pilgubsu 2018 dan saya putuskan untuk maju. Ini (pilgubusu2018) merupakan kesempatan terbaik untuk membenahi Sumatera Utara, demi kampung halaman kita yang lebih baik”, tutupnya.

Abdon bersama AMAN Tano Batak dan AMAN SUMUT bersama dukungan masyarakat sipil,  berencana akan maju menggunakan jalur independen pada PILKADA Sumut 2018.***

Leave a comment

Your email address will not be published.


*