Bersembunyi di Cilegon, Koruptor Pembangunan Jalan di Kepulauan Selayar Diciduk Jaksa

Bersembunyi di Cilegon, Koruptor Pembangunan Jalan di Kepulauan Selayar Diciduk Jaksa.
Bersembunyi di Cilegon, Koruptor Pembangunan Jalan di Kepulauan Selayar Diciduk Jaksa.

Seorang buronan yang merupakan terpidana kasus pembangunan jalan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, bernama Andi Anwar DG Pasikki diciduk jaksa dari persembunyiannya di daerah Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (14/11/2019).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri mengungkapkan, Andi Anwar DG Pasikki telah dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron sejak tahun 2017.

“Buron terpidana ini tersangkut perkara tindak pidana korupsi pada kegiatan Proyek Peningkatan Jalan Kabupaten Ruas Bonelohe-Labuhan Nipaiya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Anggaran 2015,” tutur Mukri, Jumat (15/11/2019).

Riwayat perkara yang menjeratnya bermula, ketika Andi Anwar DG Pasikki sedang disidik oleh Jaksa. Dan langsung melarikan diri, sampai dengan perkara tersebut disidangkan dan diputus secara In Absentia (tanpa kehadiran terdakwa).

Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar Nomor : 84/PID.SUS.TPK/2017/PN.MKS tanggal 29 Agustus 2017, buron atas nama Andi Anwar DG Pasikki dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Dan dijatuhi pidana penjara selama 5  tahun dan 6 bulan. Serta pidana denda sebesar Rp.500 juta, subsidair 7 bulan hukuman penjara.

Akibat perbuatannya, lanjut Mukri, Negara dalam hal ini pemerintah, dirugikan sebesar Rp774.739.498,16 (tujuh ratus tujuh puluh empat juta tujuh ratus tiga puluh sembilan ribu empat ratus sembilan puluh delapan enam belas rupiah).

“Setelah ditangkap, buronan terpidana Andi Anwar DG Pasikki langsung diterbangkan oleh Tim Jaksa Tindak Pidana khusus Kejari Kepulauan Selayar ke  Makassar. Untuk selanjutnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Laps) Kelas IA Makassar untuk menjalani masa hukumannya,” jelas Mukri.

Dengan tertangkapnya buronan terpidana Andi Anwar DG Pasikki itu, menambah lagi kesuksesan program tangkap buronan (Tabur) pelaku kejahatan yang terkategorikan tersangka, terdakwa, dan terpidana ke-149 hingga 14 November 2019. Andi Anwar DG Pasikki merupakan pelaku kejahatan yang ke-356 sejak program tabur 32.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018 lalu.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*