Breaking News

Bermodalkan Ikan Asin dan Uang Rp 3 Juta, Long March Buruh Medan Tiba di Istana Negara

Bermodalkan Ikan Asin dan Uang Rp 3 Juta, Long March Buruh Medan Tiba di Istana Negara.

Ratusan buruh dari Medan, Sumatera Utara yang melakukan aksi jalan kaki sampai Jakarta, telah tiba di markas para buruh PT Pelindo II di Tanjung Priuk pada Minggu Siang (26/02/2017). Mereka bergabung dengan para buruh dari PT pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV di Pelabuhan Tanjung Priuk.

 

Ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu pun menggelar aksi unjuk rasa ke depan Istana Negara pada Senin (27/02/2017).

 

Kedatangan ratusan buruh tersebut langsung disambut oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP SBSI) Prof Dr Muchtar Pakpahan bersama Sekjen DPP SBSI Andi Naja FP Paraga dengan jajaran fungsionaris Dewan Pengurus Pusat lainnya.

 

Ketua Umum DPP SBSI, Prof Dr Muchtar Pakpahan mengatakan, kedatangan para buruh ke Jakarta adalah untuk menyampaikan tindakan PT Pelindo I yang mempermainkan nasib ratusan kariyawan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu secara langsung kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

 

Ratusan buruh yang datang dengan berjalan kaki dari Medan itu pun secara bersama-sama berangkat ke Istana Negara. “Kita bergerak ke Istana Negara bersama dengan beberapa serikat buruh lainnya,” kata Muchtar.

 

Para buruh dari  PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV bergabung bersama buruh PT Pelindo I dari Medan bergerak menuju Istana Negara pada pukul tujuh pagi. “Mereka datang untuk memberikan semangat kepada teman-teman dari PT Pelindo I. Kedatangan mereka kesini juga karena mereka mengalami hal yang sama dengan buruh PT Pelindo I dari Medan,” ujar Muchtar.

 

Koordinator Lapangan Aksi Long March, Arsula Gultom mengatakan, sejak awal berangkat dari Medan, mereka hanya bermodalkan dana senilai 3 juta rupiah. “Selama perjalanan, teman-teman kita tidak ada yang mengeluh. Selama perjalanan kami hanya makan nasi dan ikan asin,” kata Arsula.

 

Arsula juga  mengatakan, selama perjalanan mereka dibantu dan dijaga oleh aparat kepolisian. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh aparat kepolisian dan pihak-pihak yang membantu selama perjalanan,” ujarnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*