Berbiaya Rp 3,4 Kuadriliun, Piala Dunia Termahal Dalam Sejarah Segera Dimulai

Berbiaya Rp 3,4 Kuadriliun, Piala Dunia Termahal Dalam Sejarah Segera Dimulai

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, OLAHRAGA, POLITIK, PROFIL
64
0
Piala Dunia Qatar menjadi Piala Dunia termahal dalam sejarah.(Foto: Reuters/Naseem Zeitoon)Piala Dunia Qatar menjadi Piala Dunia termahal dalam sejarah.(Foto: Reuters/Naseem Zeitoon)

Piala Dunia 2022 Qatar yang dinobatkan sebagai Piala Dunia termahal dalam sejarah sepak bola akan segera mulai pada Minggu (20/11/2022).

Setelah melalui banyak kontroversi, Piala Dunia 2022 akan dimulai akhir pekan ini. Pertandingan Qatar vs Ekuador di Stadion Al Bayt, Al Khor, akan menjadi laga pembuka Piala Dunia 2022.

Berbagai macam kontroversi muncul jelang Piala Dunia 2022. Mulai dari dugaan suap pemilihan Qatar sebagai tuan rumah, penolakan kampanye Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau LGBT, hingga dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pekerja migran. Namun semua kontroversi itu tidak mencegah Piala Dunia 2022 dimulai akhir pekan ini.

Piala Dunia 2022 di Qatar akan berlangsung 20 November hingga 18 Desember 2022. Untuk kali pertama dalam sejarah, Piala Dunia digelar di Negara Arab. Biasanya Piala Dunia digelar di pertengahan tahun, pada Juni-Juli.

Piala Dunia 2022 berbeda karena untuk kali pertama dalam sejarah Piala Dunia digelar pada akhir tahun, yakni bulan November-Desember. Hal itu dilakukan karena cuaca panas yang ekstrem pada pertengahan tahun di Qatar.

Piala Dunia 2022 digelar di tengah-tengah kompetisi klub berjalan. Alhasil Piala Dunia 2022 digelar hanya 28 hari. Ini menjadi Piala Dunia terpendek sejak edisi 1978 di Argentina yang hanya 25 hari.

Piala Dunia 2022 di Qatar juga merupakan Piala Dunia termahal dalam sejarah. Data Statista menunjukkan, Qatar menghabiskan uang hingga 220 miliar dolar amerika atau setara Rp 3,4 kuadriliun untuk menggelar Piala Dunia 2022.

Jumlah itu unggul sangat jauh dibandingkan rekor sebelumnya di Piala Dunia 2014. Ketika itu Brazil ‘hanya’ mengeluarkan 15 miliar dolar amerika atau setara Rp 232 triliun untuk menggelar Piala Dunia.

Dana fantastis yang dikeluarkan Qatar untuk menggelar Piala Dunia 2022 bukan hanya karena pembangunan stadion.

Sebagian besar pengeluaran adalah untuk biaya infrastruktur yang merupakan bagian dari rencana Qatar 2030 yang lebih luas.

Uang yang dikeluarkan termasuk pembangunan pusat inovasi dengan hotel, jaringan kota yang canggih, stadion dan bandara.

Piala Dunia 2022 juga berbeda karena hanya memiliki delapan stadion sebagai venue. Jumlah itu paling sedikit sejak Piala Dunia 1978 yang cuma 6 stadion.

Dari delapan stadion untuk Piala Dunia 2022, tujuh di antaranya merupakan stadion yang baru dibangun. Bahkan Qatar memasang pendingin ruangan atau AC di stadion tuan rumah Piala Dunia 2022.

Seluruh pertandingan Grup A, B, E, F Piala Dunia 2022 akan digelar di Stadion Al Bayt, Stadion Khalifa International, Stadion Al Thumama, dan Stadion Ahmad bin Ali.

Sedangkan untuk venue Grup C, D, G, H akan dimainkan di Stadion Lusail Iconic, Stadion 974, Stadion Education City, dan Stadion Al Janoub.

Total ada 32 tim Negara peserta Piala Dunia 2022. Eropa (UEFA) masih menjadi federasi penyumbang tim terbanyak dengan 13 peserta.

Namun Asia (AFC) untuk kali pertama dalam sejarah memiliki enam wakil di Piala Dunia lewat Iran, Jepang, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia.

Sejumlah artis ternama dijadwalkan tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2022 sebelum duel Qatar vs Ekuador di Stadion Al Bayt, Al Khor.

Penyanyi asal Kolombia Shakira, grup musik K-Pop BTS dan grup Amerika Serikat Black Eyed Peas dijadwalkan tampil di upacara pembukaan Piala Dunia 2022.***

Daftar 32 Tim Negara Di Piala Dunia 2022 Qatar

AFC: Iran, Jepang, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia.

CAF: Kamerun, Ghana, Maroko, Senegal, Tunisia.

Concacaf: Kanada, Meksiko, Amerika Serikat, Kosta Rika.

Conmebol: Argentina, Brazil, Ekuador, Uruguay.

UEFA: Belgia, Kroasia, Denmark, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Polandia, Portugal, Serbia, Spanyol, Swiss, Wales.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pak Jaksa Agung, Oknum Jaksa Kejati Sulawesi Tengah Diduga Jadi Otak Halang-Halangi Pencari Keadilan

Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr ST Burhanuddin