Breaking News

Berantas Narkoba di Kalangan Kampus, Kepala BNN Teken Kerjasama Dengan UNDIP

Berantas Narkoba di Kalangan Kampus, Kepala BNN Teken Kerjasama Dengan UNDIP. Berantas Narkoba di Kalangan Kampus, Kepala BNN Teken Kerjasama Dengan UNDIP.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko menandatangani kerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip). Penandatanganan kerjasama ini adalah untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang kian marak di lingkungan kampus.

Kepala BNN Heru Winarko menyampaikan, maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan mahasiswa tidak hanya terjadi di kota besar seperti Jakarta. Tetapi juga di beberapa kota besar lainnya di Indonesia.

“Oleh sebab itu, BNN mengajak Universitas Diponegoro sebagai perguruan tinggi terbaik yang menempati posisi ke-6 nasional untuk membentengi para mahasiswa dan segenap civitas akademika dari ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tutur Heru Winarko, Selasa (08/10/2019).

Keseriusan kedua belah pihak ini pun telah ditindaklanjuti dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman antara BNN dengan Universitas Diponegoro (Undip).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala BNN Heru Winarko dengan Rektor Universitas Diponegoro Prof Dr Yos Johan Utama. Nota kesepahaman itu diteken pada Selasa (24/9/2019) di Fakultas Psikologi, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Rektor Universitas Diponegoro Prof Dr Yos Johan Utama menegaskan, dirinya sebagai Rektor berkepentingan untuk menjaga institusinya dan para mahasiswanya agar tidak terjerumus dan tidak terlibat pada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Saya harus menjaga 57.000 warga Undip. Baik karyawan, dosen, dan seluruh mahasiswa dari hal-hal negatif termasuk dari bahaya narkotika. Sehingga kerja sama dengan BNN ini akan menjadi benteng pertahanan bagi UNDIP,” ujar Yos Johan.

Adapun hal-hal yang disepakati oleh UNDIP dan BNN, di antaranya kerja sama dalam deteksi dini terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, kesepakatan dalam pengembangan materi bahaya penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika yang terintegrasi ke dalam mata kuliah. Serta pelaksanaan program pendidikan tinggi, pelatihan, lokakarya, seminar dan kegiatan ilmiah di bidang P4GN.

Kerja sama tersebut juga menyepakati terkait penelitian, pengembangan, dan pengkajian di bidang narkotika dan prekursor narkotika untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan pelayanan kesehatan, publikasi hasil penelitian dan pengkajian di bidang P4GN. Serta pembinaan atau pengabdian serta pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN.

Selain menandatangani MoU dalam kesempatan tersebut Heru juga secara langsung memberikan kuliah umum dihadapan sejumlah mahasiswa dan civitas akademika UNDIP.

“Saat ini menurut data prevalensi penyalahguna di Jawa tengah telah mencapai sekitar 430.000 jiwa dengan jumlah daerah rawan narkotika sebanyak 20 titik,” ungkap Kepala BNN Heru Winarko.

Kepala BNN pun berharap dengan adanya MoU dengan UNDIP akan memberikan imunitas tidak hanya kepada para citivas akademika UNDIP, tetapi juga masyarakat Jawa Tengah, melalui berbagai program yang dapat disinergikan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*