Benzema bersama Mbappe Cs Sukses Bawa Les Bleus Juara

Benzema bersama Mbappe Cs Sukses Bawa Les Bleus Juara

- in DUNIA, OLAHRAGA, PROFIL
36
0
Hasil Final UEFA Nations League 2021, Prancis Vs Spanyol, Skor 2-1, Benzema bersama Mbappe Cs Sukses Bawa Les Bleus Juara.(Timnas Prancis juara UEFA Nations League 2020-2021 usai bungkam Spanyol 2-1.(Reuters)Hasil Final UEFA Nations League 2021, Prancis Vs Spanyol, Skor 2-1, Benzema bersama Mbappe Cs Sukses Bawa Les Bleus Juara.(Timnas Prancis juara UEFA Nations League 2020-2021 usai bungkam Spanyol 2-1.(Reuters)

Hasil laga Final UEFA Nations League 2021 dimenangkan oleh Timnas Prancis. Duel Perancis vs Spanyol berakhir dengan skor 2-1. 

Tertinggal oleh gol Mikel Oyarzabaldi menit ke-64, Les Bleus, julukan Timnas Prancis, bangkit untuk menjadi juara UNL edisi kedua lewat aksi Karim Benzema pada menit ke-66, dan Kylian Mbappe padamenit ke-80. 

Pertindangan final itu berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, pada Senin (11/10/2021) dini hari WIB. 

Keberhasilan Perancis jadi pemenang UEFA Nations League bagai menebus kegagalan mereka kala tersingkir lebih cepat di Piala Eropa 2020. 

Selain itu, pasukan Didier Deschamps menunjukkan mental juara sepanjang final four yang berlangsung di Italia. 

Kala lolos dari hadangan Belgia di semifinal UNL 2021, Les Bleus juga bangkit dari ketinggalan untuk menang 3-2. 

Spanyol dan Perancis menurunkan formasi berbeda dalam final UNL 2021. La Roja memakai pola 4-3-3 dengan kombinasi gelandang tua dan muda. 

Sergio Busquets dan Rodri didampingi oleh Gavi. Di lini depan, penyerang Real Sociedad, Mikel Oyarzabal dijadikan tumpuan. 

Sementara itu, Perancis memakai pola 3-4-1-2. Pelatih Didier Deschamps memainkan dua bek sayap, Benjamin Pavard dan Theo Hernandez.  

Di lini depan, duet Karim Benzema dan Kylian Mbappe dibantu oleh Antoine Griezmann.  

Les Bleus tidak banyak memainkan bola seperti Spanyol, tetapi mengimbangi mereka dalam jumlah tembakan. 

Sepanjang babak pertama, Spanyol menguasai hingga 66,7 persen bola. Namun, baik La Roja maupun Les Bleus sama-sama gagal menciptakan peluang. 

Dengan dominasi mereka, pasukan Luis Enrique hanya bisa melepaskan 2 tembakan, satu tepat sasaran melalui Pablo Sarabia, sedangkan satu meleset via Marcos Alonso. 

Perancis yang gagal mengirim satu tembakan saja yang mengarah gawang Unai Simon, tampak lebih agresif pada paruh berikutnya. 

Menit ke-64, Paul Pogba mengirim bola yang diselesaikan oleh Theo Hernandez. Namun, tembakan sang bek kiri AC Milan hanya mengenai mistar gawang. 

Hanya sesaat ketika Spanyol tampak bakal tertinggal, La Roja justru unggul lebih dahulu.  

Sergio Busquets mengirim umpan terobosan jitu yang diambil oleh Mikel Oyarzabal. 

Sang penyerang Sociedad, unggul dari pemain belakang Perancis, mengirim tembakan datar yang membobol gawang Hugo Lloris. 1-0. 

Perancis tidak langsung menyerah. Menit ke-66, pasukan Didier Deschamps menyamakan kedudukan. 

Kylian Mbappe yang sepanjang laga kurang terlihat, mengumpan untuk Karim Benzema.  

Sang penyerang Real Madrid melepaskan tembakan cantik ke sudut atas gawang. Skor 1-1 kembali dalam laga yang tinggal tersisa 28 menit lagi. 

Gol itu menjadi momentum kebangkitan untuk kedua kubu. Setelah itu hingga laga usai, Perancis mampu mengirim 7 tembakan lain. Sebaliknya, Spanyol juga demikian. Namun, hanya ada 1 yang berubah jadi gol. 

Sekitar 10 menit sebelum waktu normal usai, Theo Hernandez yang lepas dari kawalan Cesar Azpilicueta mengirim bola kepada Mbappe.  

Melihat pergerakan sang penyerang PSG, Unai Simon keluar dari sarang gawang. Hanya saja, tembakan datar Mbappe sudah cukup untuk membobol gawang Spanyol. 

Ada protes La Roja karena dugaan offside, namun Video Assistant Referee (VAR) tetap menyatakan gol itu sah.  

Spanyol mencoba perubahan dengan menyuntikkan Pablo Fornals dan Mikel Merio dalam 6 menit sisa laga, tetapi skor tidak berubah. Perancis yang sempat tertinggal, menang 1-2 dan menjadi juara. 

Sepanjang laga, Spanyol tercatat menguasai 64 persen bola (802 sentuhan), sedangkan Perancis hanya 36 persen (540 sentuhan). 

Namun, soal jumlah tembakan, La Roja dan Les Bleus sama-sama melepaskan 12 tembakan, dengan Perancis unggul shot on target 5 berbanding 4. 

Berdasarkan rapor Whoscored, Perancis punya nilai rata-rata 7,01 atau unggul jauh dari Spanyol yang hanya 6,55.  

Kombinasi lini depan Les Bleus, Kylian Mbappe (7,7) dan Karim Benzema (8,3) menjadi pemilik rapor tertinggi, diikuti oleh Theo Hernandez (7,4).  

Sebaliknya, pemain terbaik La Roja adalah Mikel Oyarzabal dan Marcos Alonso (sama-sama 7,4). 

Spanyol mendapatkan hadiah hiburan dengan Sergio Busquets meraih trofi Pemain Terbaik Turnamen (UEFA Nations League Player of the Finals). 

Sementara itu, Karim Benzema berhak atas gelar MVP final UNL 2021. Kylian Mbappe yang mencetak 2 gol, masing-masing ke gawang Belgia dan Spanyol, menyandang status top skor babak final four UNL 2021. 

Prancis bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Spanyol dan menjadi tim kedua yang memenangkan Liga antar bangsa ini. 

Mbappe dinyatakan onside ketika ia memasukkan bola di bawah asuhan Unai Simon setelah gol penyama kedudukan Karim Benzema. 

Spanyol telah memimpin melalui Mikel Oyarzabal, yang mengabaikan bek Dayot Upamecano untuk mengalahkan Hugo Lloris. 

Lloris menghasilkan dua penyelamatan terlambat untuk memastikan kemenangan bagi sang juara dunia. 

Dia pertama kali menggagalkan Oyarzabal, sebelum secara akrobatik menggagalkan upaya Yeremi Pino di menit akhir, saat Prancis menjadi pemenang kedua kompetisi setelah Portugal pada 2019. 

Namun gol kemenangan Mbappe akan menjadi momen perdebatan, dengan gol tetap bertahan meski striker Paris Saint-Germain (PSG) itu berada dalam posisi offside saat Theo Hernandez mengirimkan umpan terobosan pertama. 

Benzema yang kembali ke kompetisi internasional sebelum Piala Eropa 2020 di musim panas, mengatakan kepada saluran Televisi Prancis M6 bahwa dirinya benar-benar ingin memenangkan trofi bersama Prancis, dan sekarang sudah selesai. 

“Kami menunjukkan kekuatan karakter, karena tim ini sangat kuat, tidak pernah menyerah dan kami telah membuktikannya hari ini. Ini adalah tanda tim yang hebat untuk tidak panik, bersabar dan menunggu kesempatan yang tepat,” tutur Karim Benzema. 

Laga berjalan alot sejak peluit kick-off dibunyikan dan minim peluang berbahaya dari kedua tim hingga jeda turun minum. 

Pada babak kedua, Spanyol berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Oyarzabal (64’). Namun hanya bertahan satu menit. 

Karim Benzema berhasil menyamakan kedudukan berkat plessing dari sudut kotak penalti Spanyol di sisi kanan. 

Bola mengarah ke pojok kiri gawang Spanyol yang sulit digagalkan Unai Simon. 

Prancis memastikan kemenangan mereka pada menit ke-80 melalui gocekan Kylian Mbappe setelah lolos perangkap offside Spanyol dan mengelabui Unai Simon. 

Sebelum kick off, kedua pelatih saling lempar pujian. Spanyol mempertahankan kualitas permainan mereka.  

“Kami memiliki lebih banyak pengalaman tetapi itu tidak memberi kami jaminan. Kami harus memiliki semua bahan yang tepat untuk pergi ke sana (San Siro) dan memenangkan trofi,” ujar Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, seperti dilansir BBC. 

Sementara pelatih Spanyol, Luis Enrique memuji skuad yang dimiliki Deschamps, bagaimana pemain top kelas dunia yang menjadi bagian tim. 

“Lihatlah skuad Prancis, dan starting XI mereka. Mereka bermain untuk klub-klub top dan mereka adalah pemain yang menonjol, skuad terbaik di dunia,” sanjung mantan pelatih Barcelona itu. 

Spanyol mendominasi penguasaan bola dalam lima menit babak pertama. 

Tim asuhan Luis Enrique berupaya membongkar pertahanan Prancis, namun masih bisa digagalkan Varane Cs. 

Prancis punya peluang emas pada menit ke-7, berawal dari umpan terobosan Pogba, Benzema menerima lalu melewati hadangan Unai Simon di kotak penalti. 

Namun dia berlari menjauh dari gawang, Benzema yang mencoba mengumpan untuk rekannya berhasil digagalkan Azpilicueta. 

Permainan menarik diperagakan skuat Deschamps saat Pogba dan kolega mengandalkan kolektivitas permainan. 

Benjamin Pavard lepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti Spanyol, tetapi masih bisa diblok oleh pertahan La Furia Roja. 

Tak berselang lama giliran Spanyol yang menekan pertahanan Prancis. 

Sarabia mendapat umpan terobosan dari rekannya di kotak penalti, namun sayang peluang emas gagal dikonversikan menjadi gol. 

Sepakan Carabia masih terlalu lemah hingga bisa dijangkau Hugo Lloris dengan baik. 

Tak banyak peluang hingga pertengahan babak pertama berlangsung, baik Spanyol dan Prancis baru melepaskan satu tembakan tepat sasaran. 

Menit ke-36 Spanyol mendapat kesempatan dari skema bola mati yang tidak jauh dari kotak 12 pass Prancis. 

Marcos Alonso yang menjadi eksekutor memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melepaskan tembakan langsung yang mengarah ke tiang dekat di sisi kiri gawang Lloris. 

Namun sayang, bola masih terlalu melebar dari gawang Prancis. 

Jelang jeda turun minum, Prancis harus rela kehilangan pilar penting pertahanan mereka, Raphael Varane. 

Pemain Manchester United itu ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Upamecano. 

Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim tidak mampu mengubah papan skor yang akhirnya berkesudahan dengan kedudukan 0-0. 

Selepas jeda babak pertama, alotnya pertandingan tetap tidak terelakkan. 

Spanyol yang lebih aktif melalui pemain sayap mereka berulang kali mencoba dengan umpan silang. 

Begitu juga dengan Prancis yang mengandalkan serangan dari sisi sayap melalui Pavard ataupun Mbappe. 

Menit ke-63 Prancis hampir saja mengubah papan skor pertandingan. Alih-alih mencetak gol lebih dulu, Prancis justru kebobolan pada menit ke-64. 

Berawal dari umpan Sergio Busquets dari sisi tengah menuju Oyarzabal yang dikawal Upamecano. 

Pemain Real Sociedad itu berhasil melepaskan hadangan Upamecano dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti Prancis. 

Bola meluncur deras ke sisi kiri gawang Hugo Lloris. Keunggulan La Furia Roja hanya bertahan satu menit. 

Karim Benzema mencetak gol indah satu menit berselang melalui tembakan plessingnya dari sudut kotak penalti Spanyol. 

Bola sempat mengenai tangan Unai Simon, tetapi tidak mampu menggagalkan gol Benzema. 

Pada menit ke-80, Prancis sempat menceploskan bola untuk kedua kalinya ke gawang Unai Simon melalui Kylian Mbappe. 

Dia menerima umpan terobosan dari rekannya. Mbappe lolos dari hadangan Eric Garcia untuk one by one dengan Unai Simon. 

Dengan gocekannya dalam kotak penalti, Mbappe berhasil mengkonversikan peluang dengan tembakan kaki kirinya. 

Gol Mbappe sempat dikritik oleh pemain Spanyol karena berbau offside. Tapi setelah memeriksa melalui VAR, wasit Anthony Taylor mengesahkan gol Mbappe. 

Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tidak berubah 2-1 untuk kemenangan Prancis.*** 

Susunan Pemain 

Timnas Spanyol (4-3-3) : Unai Simon; Azpilicueta, Eric Garcia, Aymeric Laporte, Marcos Alonso; Gavi, Sergio Busquets, Rodri; Ferran Torres, Oyarzabal, Pablo Sarabia. 

Pelatih: Luis Enrique. 

Timnas Prancis (3-4-1-2) : Lloris; Kounde, Varane, Kimpembe; Pavard, Tchouameni, Pogba, Theo Hernandez; Griezmann; Benzema, Mbappe. 

Pelatih: Didier Deschamps. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Wakil Jaksa Agung Purna Tugas, Setia Untung Arimuladi Langsung Jadi “MC”

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia yang belum lama