Belajar Tak Selalu Ke Negeri Cina, Jaksa Cina Belajar Ke Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia

Belajar Tak Selalu Ke Negeri Cina, Jaksa Cina Belajar Ke Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia

- in NASIONAL
27
0
Belajar Tak Selalu Ke Negeri Cina, Jaksa Cina Belajar Ke Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabadiklat) Setia Untung Arimuladi menerima kedatangan para delegasi Kejaksaan Guangxi, dari Negeri Tirai Bambu, Cina, di Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/10/2019). Rombongan Jaksa Cina dipimpin oleh Deputy Chief Prosecutor Guangxi, Mr Wei Fuxi.Belajar Tak Selalu Ke Negeri Cina, Jaksa Cina Belajar Ke Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabadiklat) Setia Untung Arimuladi menerima kedatangan para delegasi Kejaksaan Guangxi, dari Negeri Tirai Bambu, Cina, di Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/10/2019). Rombongan Jaksa Cina dipimpin oleh Deputy Chief Prosecutor Guangxi, Mr Wei Fuxi.

Jika selama ini ada pepatah yang akrab di telinga orang Indonesia, belajarlah dan tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina, kini nampaknya agak berbeda dengan hadirnya sejumlah delegasi Kejaksaan Guangxi dari Cina ke Markas Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Badiklat Kejaksaan) di daerah Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/10/2019).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabadiklat) Setia Untung Arimuladi menerima kedatangan para delegasi Kejaksaan Guangxi, dari Negeri Tirai Bambu itu.

Kedatangan para Jaksa Cina itu disambut baik di hari akhir pekan itu. Rombongan Jaksa Cina dipimpin oleh Deputy Chief Prosecutor Guangxi, Mr Wei Fuxi. Mereka menyatakan, sengaja datang jauh dari negeri Cina untuk belajar dan mencari ilmu ke Kejaksaan Republik Indonesia.

“Kedatangan mereka untuk studi banding. Serta saling bertukar pengalaman. Khususnya di bidang pendidikan bagi para jaksa,” tutur Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabadiklat) Setia Untung Arimuladi, menjelaskan maksud dan kedatangan koleganya sesama jaksa dari Negeri Tirai Bambu itu.

Untung Arimuladi mengaku sangat welcome terhadap para jaksa dari berbagai Negara untuk belajar ke Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia.

Deputy Chief Prosecutor Guangxi, Mr Wei Fuxi yang memimpin rombongannya, mengaku kagum dengan sarana dan prasarana yang dimiliki Badiklat Kejaksaan Republik Indonesia.

“Kami sangat surprise melihat prasarana yang dimiliki Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia ini. Sistem pendidikan kami memang sudah modern, tetapi di sini sudah lebih modern. Terutama dalam terobosan teknologi dan informasinya,” tutur  MrWei Fuxi yang menyampaikan kesan-kesannya, usai diterima Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi.

Memang, kata Wei Fuxi, ada beberapa pola yang belum dimiliki oleh Badan Diklat Kejaksaan RI. Namun dengan diplomatis dia menolak untuk menyebutkan pola yang dimaksud.

“Memang sistem teknologi dan informasinya di sini lebih modern. Kegiatan belajar siswa bisa dimonitor melalui handphone secara interaktif. Tapi ada yang belum dimiliki di sini. Dan, di tempat kami sudah ada. Karena itu kami mengharapkan kerjasamanya untuk saling tukar pengalaman. Nanti Bapak Kabadiklat juga bisa melihatnya secara langsung,” jelas Wei Fuxi.

Sebelum ke Indonesia, delegasi jaksa Guangxi ini juga telah mengunjungi pusat pendidikan jaksa Negara lain. Seperti Pilipina, Kamboja, Myanmar dan Singapura. Namun dia mengatakan, sistem pendidikan dan prasarana yang dimiliki Indonesia lebih modern dibanding negara-negara tersebut.

“Kami harus mengakui di Indonesia ini ternyata paling modern. Untuk itu kami ingin melakukan kerjasama yang lebih intens,” tambah Wei.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabadiklat Kejaksaan RI), Setia Untung Arimuladi mengatakan, kunjungan jaksa asal Cina itu sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Khususnya untuk menciptakan para jaksa yang berkualitas.

“Ke depan saya berharap Diklat Kejaksaan ini mampu melahirkan sumber daya manusia unggul. Yang bisa mendukung untuk menuju Indonesia maju,” kata Untung.

Sebelum meninggalkan lokasi, delegasi yang berjumlah 8 orang ini juga berkesempatan keliling komplek Diklat Kejaksaan RI untuk mengetahui pola pendidikan e-learning berbasis teknologi dan informasi. Termasuk melihat sejumlah prasarana, ruang kelas, asrama siswa dan fasilitas pendidikan lainnya.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like