Basuki Tjahaya Purnama Muncul Lagi, Urusan Pilpres… Nelayan Ogah Bawa-Bawa Ahok

Basuki Tjahaya Purnama Muncul Lagi, Urusan Pilpres Nelayan Ogah Bawa-Bawa Ahok.

Pertarungan politik menuju Pilpres yang akan digelar April 2019 ini kian memanas. Sejumlah pihak yang membawa-bawa nama bekas terpidana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (BPT) alias Ahok dianggap kontra produktif dengan kinerja Pemerintahan dan pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua Maritim dan Nelayan Projo Siswaryudi Heru menegaskan, nelayan protes dengan munculnya nama Ahok dalam pusaran politik 2019 ini.

“Nelayan ogah bawa-bawa nama Ahok. Nelayan protes kok nama Basuki Tjahaya Purnama dipaksa-paksakan masuk ke dalam kampanye atau pun perdebatan-perdebatan capaian dan kinerja politik 2019,” tutur Siswaryudi Heru, Minggu (17/02/2019).

Siswaryudi Heru mengingatkan, sejarah konflik yang terjadi di Tanah Air karena kehadiran Ahok. Jika Ahok yang dianggap sebagai sumber konflik itu kembali dicuatkan, maka perdebatan dan kinerja politik 2019 akan ambrol dalam pusaran konflik lagi.

“Jangan bawa-bawa Ahoklah,” ujar Siswaryudi Heru.

Apalagi, lanjut dia, dalam jadwal proses Pilpres yang menginginkan terciptanya proses yang sejuk dan damai dalam berpolitik, maka diseret-seretnya nama Ahok dalam pusaran pertarungan, sangat tidak efektif menciptakan situasi demokrasi yang damai.

Lebih lanjut, Siswaryudi Heru yang juga Wabendum Bidang Perikanan dan Nelayan DPP Partai Hanura itu menekankan, untuk Nelayan sendiri, pihaknya tidak mau ada keributan dan perdebatan yang tidak penting dalam proses Pilpres kali ini.

Menurut dia, nelayan membutuhkan kinerja yang riil, tidak perlu dengan perdebatan yang membuat pusing. Apalagi, jika tidak berkaitan dengan capaian kinerja sektor maritim, nelayan dan perikanan, seperti membawa-bawa nama Ahok itu.

“Membawa-bawa nama Ahok ke pusaran ini kan akan kontra produktif. Pertarungan malah tidak substansial. Merugikan nelayan juga jadinya. Sibuk debat tak karu-karuan, taka da gunanya, dan tak penting bagi nelayan,” bebernya.

Dia pun berharap, setiap elemen masyarakat dapat berpolitik dengan santun, elegan, dan damai. Indonesia, lanjutnya, akan bisa melakukan pembangunan yang berguna di berbagai sektor, jika situasi yang damai, aman serta tidak membuat-buat konflik tercipta.

“Jadi, janganlah diseret-seret urusan Ahok ke yang bukan urusannya,” tutup Siswaryudi Heru.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan