Barisan Serba Guna GAMKI Apresiasi Polisi Grebek Penimbunan Masker

Barisan Serba Guna GAMKI Apresiasi Polisi Grebek Penimbunan Masker. Foto: Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metrojaya menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan dan produksi masker illegal di Pergudangan Central Cakung Blok I Nomor 11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rototan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (28/2/2020).(Net)
Barisan Serba Guna GAMKI Apresiasi Polisi Grebek Penimbunan Masker. Foto: Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metrojaya menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan dan produksi masker illegal di Pergudangan Central Cakung Blok I Nomor 11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rototan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (28/2/2020).(Net)

Ketua Barisan Serba Guna Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI), Martin Siahaan mengapresiasi kinerja Kepolisian atas penggerebekan pabrik penimbunan masker di Jakarta Utara. Menurutnya apa yang telah dilakukan adalah bukti Polisi masih peka dengan keresahan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu kita sering melihat banyak yang menawarkan masker dengan harga yang tidak masuk akal. Tega sekali ketika ada bencana justru mencari keuntungan,” kata Martin, di Jakarta, Jumat (06/03/2020).

Perbuatan mencari keuntungan pada bencana adalah satu kejahatan yang sangat sadis. Perbuatan seperti ini, lanjut Martin, merupakan perbuatan yang tidak mencerminkan perilaku yang manusiawi.

“Perbuatan seperti ini sudah sangat sulit dideskripsikan, mereka melebihi dari seorang pembunuh berencana atau pembunuh bayaran dari pada sekedar seorang pengusaha,” ujarnya.

Atas perbuatan yang telah dilakukan para penimbun masker ini, Martin berharap aparat penegak hukum menuntut dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya. Pemuda berdarah Batak ini juga berpendapat tidak menutup kemungkinan bahwa kejahatan ini sindikasi dari setiap bencana-bencana yang ada.

Perlu diketahui, Polda Metro Jaya telah melakukan penggrebekan terhadap satu gudang di kawasan Cakung, Jakarta. Dari hasil penggerebekan, Polisi menyita 600 dus atau 30 ribu masker yang tidak memiliki standarisasi anti virus.

Berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya, penimbunan masker ini dilakukan untuk menaikkan harga masker di pasaran. Selain itu juga, masker-masker yang diproduksi tidak memiliki penyaring virus seperti standar anti virus yang semestinya.

“600 dus itu hanya masih satu tempat, penyidikan Polisi tidak boleh berhenti sampai di sini saja, harus tetap berlanjut,” tandasnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan