Nelayan Ogah Ributin Pelantikan Presiden, Saatnya Move On!

Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru: Banyak Rakyat Butuh Uluran Tangan, Nelayan Ogah Ributi Pelantikan Presiden, Saatnya Move On!
Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru: Banyak Rakyat Butuh Uluran Tangan, Nelayan Ogah Ributi Pelantikan Presiden, Saatnya Move On!

Nelayan Indonesia menegaskan tidak mau meributi agenda pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin 20 Oktober 2019 mendatang.

Selain tak  ada gunanya mengusik agenda pelantikan, nelayan merasa prihatin dengan berbagai bencana alam dan bencana kemanusiaan yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air.

Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru mengatakan, situasi yang tenang, tanpa huru hara, itulah yang sedang diharapkan nelayan dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Saudara-saudara kita sedang banyak mengalami persoalan. Seperti korban bencana gempa di Maluku. Juga para pengungsi dan persoalan yang mendera saudara-saudara kita di Papua. Negeri ini butuh ketenangan. Ngapain juga ributin pelantikan Presiden. Kita perlu prihatin dengan kondisi bangsa dan masyarakat kita yang sedang dilanda bencana,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Sabtu (05/10/2019).

Karena itulah, lanjut Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini, nelayan Indonesia lebih memilih menjaga kondusivitas nasional. Tidak turun aksi-aksi jalanan yang malah bisa memperkeruh situasi.

Sebab, kata Siswaryudi Heru, dengan situasi yang tenang, masyarakat dan pemerintah bisa berpikir jernih mempersiapkan berbagai langkah dan program yang berguna bagi masyarakat.

“Demikian pula dengan nelayan. Kita menantikan pelantikan yang damai dan tenang. Supaya bisa mempersiapkan program pro nelayan secara fokus dan tenang,” ujarnya.

Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini juga berharap, elemen-elemen masyarakat lainnya yang hendak melakukan aksi-aksi turun ke jalan, menyuarakan aspirasinya, hendaknya dilakukan dengan tenang dan damai.

Sebab, jika ribut, yang rugi adalah masyarakat keseluruhan dan juga bangsa Indonesia. Siswaryudi Heru menekankan, isu-isu adanya gerakan untuk menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’aruf Amin hendaknya tidak dibesar-besarkan.

Seharusnya, semua pihak menahan diri, dan berpikir tenang untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih baik di periode kedua pemerintahan Joko Widodo.

Masyarakat, lanjutnya, juga memiliki kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Seraya bergandengan tangan membenahi yang kurang, melengkapi yang kurang. Juga saling bahu membahu menghadapi persoalan bersama.

“Nelayan juga berharap, Pemerintah Jokowi di periode kedua, semakin konprehensif mewujudkan program-program pro masyarakat. Nelayan menunggu dan akan berpartisipasi untuk mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi. Terutama untuk urusan kesejahteraannya,” tutur Siswaryudi Heru.

Bagi Nelayan Indonesia, lanjutnya, persoalan-persoalan ketidakpuasan politik pada Pemilu 2019 kemarin, sudah selesai. Karena itu, jika masih ada pihak yang mencoba mengungkit-ungkit persoalan dan bahkan berisi ancaman-ancaman untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum, sebaiknya diselesaikan dengan koridor hukum.

“Lagi pula, masa kita senang negeri kita ribut melulu? Saatnya move on. Saatnya berbenah dan bekerja untuk rakyat dan menatap masa depan yang lebih baik,” ujar Siswaryudi Heru.

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin akan digelar 20 Oktober 2019. Menyusul pembentukan susunan kabinet. Dia berharap, hingga semuanya rampung, semua pihak menunggu dan tenang. “Agar bisa bekerja dengan tenang untuk Indonesia yang kian baik lagi,” ujar Siswaryudi Heru.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*