Bantu Presiden Jokowi Sukseskan Pembangunan Infrastruktur Desa, Putra Asli Papua Yusuf Yambe Yabdi Dapat Sokongan BKNDI

Ketua Umum Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI), Isra A Sanaky dan Dr Yusuf Yambe Yabdi, usai gelar jumpa pers, di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (06/11/2019).
Ketua Umum Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI), Isra A Sanaky dan Dr Yusuf Yambe Yabdi, usai gelar jumpa pers, di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (06/11/2019).

Program pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo-Ma’aruf Amin harus sukses menyentuh sampai ke desa-desa dan pelosok-pelosok kampung di seluruh penjuru tanah air.

Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI) mendukung percepatan pembangunan infrastruktur hingga ke desa-desa.

Ketua Umum Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI), Isra A Sanaky menyampaikan sebagai salah satu organisasi masyarakat yang memiliki visi mewujudkan Program Nawacita Jokowi, pihaknya juga mempersiapkan orang-orang yang sangat mumpuni untuk urusan suksekan pembangunan infrastruktur dan pembangunan pedesaan.

Salah satunya adalah, anggota Dewan Pakar BKNDI yang merupakan Putra Asli Papua, Dr Yusuf Yambe Yabdi. Menurut Isra A Sanaky, sosok Yusuf Yambe Yandi sudah tidak asing.

“Pak Dr Yusuf Yambe Yabdi adalah putra asli Papua yang mumpuni, berintegritas, memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sangat bagus. Serta betul-betul menekuni bidang infrastruktur. Sehingga pemerintah mempercayakan kepada beliau untuk pembangunan stadion terbesar di Indonesia, yang di bangun di Papua belum lama ini. Pak Yusuf Yambe juga anggota Dewan Pakar kami di BKNDI,” tutur Ketua BKNDI, Isra A Sanaky, saat menggelar jumpa pers, di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (06/11/2019).

Isra menambahkan, Yusuf Yambe Yabdi juga sangat konsisten dalam mengawasi, mengontrol serta membantu pelaksanaan peningkatan kemajuan sumber daya alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) seluruh desa di Indonesia.

“Saya sudah sangat lama kenal dengan beliau. Jadi tahu persis tentang keahlian yang dimilikinya. Dr Yusuf Yambe Yabdi adalah salah seorang putra terbaik bangsa yang berasal dari tanah Papua. Karena itulah kami sangat yakin dengan keilmuwan dan pengalaman yang dimiliki bapak Dr Yambe,” ujarnya.

Dengan adanya sosok Dr Yusuf Yambe Yadi di BKNDI, lanjut Isra, pihaknya dapat lebih memaksimalkan pelaksanaan program untuk peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan.

“Sekaligus menghapus imej desa tertinggal dan kemiskinan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujar Isra.

Isra yang juga Mantan Komandan Brigade Nasional Masjid ini menambahkan, dalam hidup berbangsa dan bernegara, semua pihak diharuskan bekerjasama dengan elemen masyarakat lainnya. Untuk mencapai Indonesia Jaya dan Sejahtera.

“Untuk itu, BKNDI bersinergitas dengan Forum Santri Indonesia (FSI). FSI dan BKNDI merupakan dua ormas yang sama-sama mempunyai visi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat di semua sektor, termasuk sektor pendidikan,” jelas Isra.

Isra yang juga fungsionari DPP Forum Santri Indonesia (DPP FSI) itu berkeyakinan, Indonesia akan menjadi Negara dan bangsa yang akan lebih besdar lagi dengan memajukan lagi pendidikan kesantrian. “Untuk menciptakan Santri Unggul, Berkualitas dan Mandiri,” terangnya.

Salah satu bentuk kerjasama antara FSI dengan BKNDI, lanjut Isra, pada Minggu 10 November 2019, pihaknya akan menggelar kegiatan Syukuran dan Doa Pelantikan Ir H Joko Widodo dan Prof Dr KH Ma’aruf Amin, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Insyaallah, acara ini akan dihadiri oleh Bapak Presiden Joko Widodo beserta Wakil Presiden Bapak KH Ma’ruf Amin yang juga sekaligus Pelindung Nasional Forum Santri Indonesia,” ujar Isra A Sanaky.

Di tempat yang sama, juga anggota Dewan Pakar BKNDI Dr Yusuf Yambe Yabdi, BKNDI memiliki visi misi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Yusuf Yambe menegaskan, salah satu solusi pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat desa, dengan strategi percepatan ekonomi desa. Hal itu juga untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan desa, melalui alokasi Anggaran Dana Desa.

“Dana Desa merupakan salah satu solusi dan strategi Pemerintah untuk percepatan ekonomi desa dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan,” ujar Yusuf Yambe.

Mantan Kepala Dinas PU Provinsi Papua ini menambahkan, salah satu fungsi pemanfaatan Anggaran Dana Desa adalah dengan pembangunan infrastruktur di desa. Dengan pembangunan di desa akan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur yang massif dan terencana akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan nantinya. Pembangunan yang massif dan terencana akan tergambar dalam setiap profil desa,” ujar Yusuf Yambe lagi.

Dia juga mengatakan, BKNDI merupakan wadah yang dapat dijadikan sarana komunikasi antara masyarakat dengan kementerian. “Sehingga secepatnya akan segera berdiskusi dengan kementrian desa juga mendorong agar setiap desa memiliki profil desa,” ujar  Yusuf Yambe yang merupakan mantan Staf Gubernur tersebut.

Dia menerangkan, profil desa adalah gambaran menyeluruh tentang karakter desa yang meliputi data dasar keluarga, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, prasarana dan sarana serta perkembangan kemajuan dan permasalahan yang dihadapi desa.

Manfaat data profile desa, lanjut Yusuf Yambe, bukan saja berguna bagi pemerintah desa, tetapi juga bagi institusi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

“Bahkan BUMN, BUMD dan perusahaan atau lembaga swasta lainnya memiliki kepentingan dengan kegunaan data profil desa. Salah satunya, ketika akan memberikan bantuan melalui program CSR,” pungkasnya.

Dr Yusuf Yambe Yabdi, yang biasa dipanggil dengan Dr Yambe telah memiliki banyak pengalaman baik di bidang pemerintahan maupun diluar pemerintahan. Tahun 2002 Yambe mengabdi menjadi Staf di Dinas PU Papua, 2013 Kadis PU Papua, pada tahun 2013-2016 sebagai Kepala Dinas Perhubungan Papua. Kemudian, pada tahu 2016-2018 sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua. Dan, pada tahun 2018-2019 menjadi Staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Papua.

Di luar pemerintahan, putra asli Tanah Papua ini juga menorehkan prestasi. Pada 2013 menjadi Koordinator Tim Gubernur Bidang Papua menjadi Tuan Rumah PON XX 2020. Di tahun 2013-2017 menjadi Sekretaris Umum KONI Provinsi Papua.

Pada tahun 2014-2018 seagai Sekretaris Panitia PON XX 2020. Berkat kerjasama Tim Pemerintah Provinsi Papua, Papua menjadi Tuan Rumah PON XX 2020, yang bersaing dengan Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bali dan Nanggroe Atjeh Daarussalam (NAD).(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan