Bantu Korban Gempa-Tsunami Sulteng, Lepaskan Baju Kepentingan Politik & Hentikan Aji Mumpung

Bantu Korban Gempa-Tsunami Sulteng, Lepaskan Baju Kepentingan Politik & Hentikan Aji Mumpung.

Pedagang Kaki Lima yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengajak semua elemen masyarakat melepaskan baju kepentingan politik dan juga tinggalkan aji mumpung dalam membantu saudara-saudara yang terkena bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun menyampaikan, membayar barang yang diambil korban gempa tsunami di sana, dianggap sebagai tindakan memanusiakan rakyat, menjaga harkat dan martabat.

“Hal yang sudah pener ini, diharapkan semua pihak untuk menahan diri, tidak memutarbalikkan fakta, dan jangan mengaitkan hal tersebut dengan kepentingan politik praktis dan kepentingan sesaat belaka,” tutur Ali Mahsun, di Jakarta, Selasa (02/20/2018).

Untuk itu, lanjut dia, siapapun juga yang memiliki kemampuan memberi bantuan di luar Pemerintah, diharapkan untuk melakukan hal yang sama.

“Kepada pemilik toko, pemilik minimarket seperti alfamart, indomart dan lainnya, supermarket atau mall, dan pasar rakyat atau pasar  tradisional diharap legowo jika tertunda pembayaran atas barang yang diamabil korban gempa tsunami Palu-Donggala Sulawesi Tengah demi kemanusiaan,” tutur Ali.

Menurut dia, apa yang terjadi dan kondisi saat ini di Palu dan Donggala, serta daerah terdampak berat akibat Gempa Tsunami pada hari Jumat tanggal 26 September 2018, haruslah mengutamakan menjaga harkat dan martabat kemanusian dan kehidupan bangsa Indonesia yang menjadi korban.

Situasi yang sangat sulit digambarkan, lanjutnya, di tengah kegawatdaruratan di segala lini, listrik padam, jaringan komunikasi dan transportasi lumpuh, khususnya pemenuhan kebutuhan mendasar, yaitu kebutuhan pangan dan keperluan sandang untuk bertahan hidup, hendaknya tidak boleh ada dan atau tidak berlaku istilah penjarahan dan atau istilah menjarah atau sejenisnya.

“Oleh karena itu, semua pihak harus menanggalkan segala baju kepentingan apapun, kecuali segera selamatkan harkat martabat kemanusiaan dan kehidupan bangsa Indonesia yang menjadi korban gempa tsunami itu,” tuturnya.

Demikian pula, menurut dia, haram hukumnya mengaitkannya dengan politik praktis Pilpres 2019.  Ditegaskan Ali, bencana dan musibah ini adalah bencana dan musibah segenap rakyat dan bangsa Indonesia yang membutuhkan tindakan segera secara bersama-sama dari segenap pemangku kepentingan.

“Dari segenap anak bangsa Indonesia. Karena bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Di tengah kepanikan dan kegawat daruratan di Palu  dan Donggal saat ini, harkat martabat kemanusiaan dan kehidupan rakyat yang menjadi korban adalah hal yang emergensi untuk diselamatkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia pun mengingatkan semua pihak untuk tidak aji mumpung demi kepentingan diri sendiri atau untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Serta dimohon dengan rendah hati untuk tidak mengaitkannya dengan kepentingan politik praktis Pemilu RI 2019. InsyaAllah, badai bencana ini segera usai atas kehendak dan ridho Allah Swt, serta menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dan nusantara Indonesia, al fatehah kun fayakun amin yra,” tutupnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*