Digelar Serentak di Wilayah Otorita Danau Toba, Bantaran Sungai Bah Bolon Kena Sentuh Proyek Penanaman Sejuta Pohon

Digelar Serentak di Wilayah Otorita Danau Toba, Bantaran Sungai Bah Bolon Kena Sentuh Proyek Penanaman Sejuta Pohon
Walikota Pematangsiantar, Rektor Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar, Kapolres Pematangsiantar, Sekda Pematangsiantar dan Kadis BLH Pematangsiantar.(Foto:Sinar Keadilan/Agus S)

Pematangsiantar,Sinar Keadilan-Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah melakukan Penanaman Sejuta Pohon di Bantaran Sungai Bah Bolon. Kegiatan tersebut dipusatkan di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Selasa (15/10/2019).

Acara tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, pihak perbankan, pihak Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat.

Hefriansyah dalam sambutannya mengatakan, menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan sekitarnya, bahwa Kawasan Danau Toba merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata nasional.

“Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah terkoordinasi, sistematis, terarah dan terpadu. Salah satunya adalah dengan gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Kawasan Danau Toba dan sekitarnya,” ujarnya.

Untuk itu, katanya, telah dibentuk Kelompok Kerja Penanaman Sejuta Pohon di Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya Tingkat Kota Pematangsiantar. Tugasnya, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan hasil pelaksanaan gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya Tingkat Kota Pematangsiantar.

“Kita ketahui bersama bahwa Kota Pematangsiantar merupakan daerah penyangga bagi Kawasan Danau Toba,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Hefriansyah, pihaknya memiliki peran penting bagi Kawasan Danau Toba. Antara lain sebagai jalur transportasi menuju dan keluar Kawasan Danau Toba, sebagai sumber logistik bagi daerah Kawasan Danau Toba, dukungan akomodasi, dan sebagainya.

“Hal tersebut merupakan peluang, sekaligus tanggungjawab kita bersama untuk mewujudkan Kota Pematangsiantar yang sejuk dan tertata baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Hefriansyah mengajak yang hadir secara bersama-sama menyukseskan gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya untuk Tingkat Kota Pematangsiantar.

“Semoga gerakan Penanaman Sejuta Pohon ini memberikan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat, lingkungan, Kota Pematangsiantar, dan Kawasan Danau Toba Sekitarnya,” ucapnya.

Khusus kepada jajaran Pemerintah Kota Pematangsiantar, OPD, camat, dan lurah agar bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam pelaksanaan gerakan ini.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Adrianto, dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih, mengajak semua elemen masyarakat menjadikan  wilayah hutan di Kawasan Danau Toba sebagai paru-paru dunia.

Kapolda juga mengatakan, Penanaman Serentak Sejuta Pohon adalah tindakan penghijauan dan reboisasi. Penghijauan dan reboisasi, merupakan program pemerintah yang harus didukung oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Sebab pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.

“Dengan Penanaman Sejuta Pohon ini, diharapkan kepada masyarakat tidak lagi melakukan penebangan terhadap hutan yang berada di Kawasan Danau Toba. Jangan sampai terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan yang bisa merugikan ekosistem lingkungan hidup dan perekonomian,” pesan Kapolda Sumut.

Bila pelanggaran ini dilakukan, maka Polri akan menindak tegas dan akan melakukan proses berdasarkan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Rektor Universitas HKBP Nomensen  Pematangsiantar, Prof Sanggam Siahaan menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Penanaman Sejuta Pohon Di Areal Otorita Danau Toba dan Sekitarnya. Selain menjaga keseimbangan alam dan melestarikan lingkungan, kegiatan itu juga dapat membantu menghijaukan kembali hutan dan area lahan yang dibakar untuk membuka area pertanian berpindah.

Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam yakni macadamia, pinus, mangga, dan alpukat. Penanaman sejuta pohon ini dilakukan secara serentak bersama di seluruh wilayah Otorita Danau Toba.(Agus. S)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan