Bangun Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Yang Hebat, Presiden Jokowi Mesti Lakukan 4 Kunci Utama Ini

Bangun Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Yang Hebat, Presiden Jokowi Mesti Lakukan 4 Kunci Utama Ini.
Bangun Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Yang Hebat, Presiden Jokowi Mesti Lakukan 4 Kunci Utama Ini.

Visi dan misi Pemerintahan Jokowi-Ma’aruf Amin untuk membangun sejumlah wilayah Indonesia sebagai destinasi wisata yang hebat, seperti di Kawasan Danau Toba (KDT), hendaknya dengan memperhatikan dan melaksanakan sejumlah kunci.

Untuk KDT, Presiden Jokowi beserta jajaran di bawahnya, diminta melaksanakan 4 kunci utama, agar KDT menjadi destinasi wisata yang hebat. Pertama, memperjelas dan memperkuat identitas budaya 6 sub suku pemilik dan penghuni Tano Batak.

Wakil Pimpinan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan menyampaikan, setiap suku ini harus terus menerus merawat dan mengekspresikan kekhasan masing-masing.

“Terutama dalam pergaulan sosial lintas suku, bahasa, pakaian, arsitektur, kuliner dan elemen-elemen identitas budaya lainnya,” ujar Abdon Nababan, Sabtu (14/09/2019).

Kunci kedua, menjaga dan merawat spritualitas dan sistem pengetahuan adat. Ritual, kata dia, sebagai media komunikasi dengan Sang Pencipta Alam Semesta Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur di masing-masing suku terus dirawat dan diselenggarakan.

“Ritual yang sudah sempat hilang pun perlu digali, disesuaikan dengan kebutuhan dan dihidupkan kembali. Sistem pengetahuan adat digali, didokumentasikan dan dipraktekkan kembali, jika sudah sempat hilang,” ujar Abdon Nababan.

Peraih Ramon Magsaysay Award 2017 ini melanjutkan, keahlian-keahlian adat dihidupkan kembali sebagai basis pengembangan ekonomi. Kreatif berbasis budaya suku seperti pemusik, penenun, pematung, peramu obat-obatan, dan sebagainya.

Kunci ketiga, menjaga Keutuhan Bonapasogit (Wilayah Tanah Kelahiran, Tanah Nenek Moyang), Tanah-Air masing-masing suku, sebagai wilayah budaya bekerjanya Sistem Adat Suku.

Setiap suku, secara gotong-royong memetakan wilayah-wilayah adat di Bonapasogit-nya masing-masing. Berdasarkan sistem penguasaan wilayah dan pemilikan tanah.

“Baik yang berdasarkan keluarga, maupun komunal marga pada semua unit sosial yang berlaku di masing-masing suku. Di Toba disebut, Huta, Horja, Bius,” ungkap Abdon Nababan.

Kunci keempat, menjaga, memperkuat dan mengembangkan pranata adat.

“Melaui berupa aturan hukum adat, maupun kelembagaan adat yang mampu mengatur dan mengurus masyarakat adatnya masing-masing sebagai unit sosial yang berdaulat, mandiri dan bermartabat,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan