Bangkitkan Semangat Juang Generasi Muda, KH Noer Ali Pahlawan dari Bekasi

Bangkitkan Semangat Juang Generasi Muda, KH Noer Ali Pahlawan dari Bekasi

- in DAERAH, NASIONAL, PROFIL
35
0
Bangkitkan Semangat Juang Generasi Muda, KH Noer Ali Pahlawan dari Bekasi. - Foto: Webinar Kebangsaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi, bertajuk ‘Meneladani KH Noer Ali Sebagai Tokoh Pahlawan Bekasi Untuk Bangkitkan Semangat Juang Generasi Penerus’, di Wisma Azizziyah, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, pada Sabtu (20/11/2021).(Ist)Bangkitkan Semangat Juang Generasi Muda, KH Noer Ali Pahlawan dari Bekasi. - Foto: Webinar Kebangsaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi, bertajuk ‘Meneladani KH Noer Ali Sebagai Tokoh Pahlawan Bekasi Untuk Bangkitkan Semangat Juang Generasi Penerus’, di Wisma Azizziyah, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, pada Sabtu (20/11/2021).(Ist)

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi, menggelar webinar Kebangsaan bertajuk ‘Meneladani KH Noer Ali Sebagai Tokoh Pahlawan Bekasi Untuk Bangkitkan Semangat Juang Generasi Penerus’. 

Kegiatan yang digelar di Wisma Azizziyah, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, pada Sabtu (20/11/2021), dihadiri oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Cucu KH Noer Ali dan Ketua Pondok Putra Pesantren Atakwa Bekasi, KH Husnul Akmal Mas’ud Lc, Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi H Ahmad Yani, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bekasi H Abdul Manan. 

Juga dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kota Bekasi H Madinah, Camat Bekasi Selatan Ashari, Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar, Bimaspol dan Babinsa Kayuringin Jaya serta Tokoh Masyarakat. 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Bekasi (LDII Kota Bekasi), H Ary Widjanarko menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang bisa hadir, baik secara luring maupun daring, di 140 titik di seluruh wilayah Kota Bekasi. 

Ary Widjanarko mengatakan, melalui webinar Kebangsaan, LDII Kota Bekasi bermaksud memberikan kontribusinya, sebagai salah satunya dari 8 Bidang Kontribusi LDII untuk bangsa yaitu Wawasan Kebangsaan. 

“Pendidikan sejarah untuk generasi muda harus terus dilanjutkan dan dilestarikan. Sejarah harus terus menumbuhkan jiwa nasionalisme di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Salah satunya, meneladani perjuangan KH Noer Ali sebagai Pahlawan Nasional dari Bekasi,” ujar Ary Widjanarko, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (23/11/2021). 

Ary menyebut, keteladanan KH Noer Ali harus dibayar dengan kesungguhan generasi penerus LDII untuk berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di Kota Bekasi. 

“Kami juga mengapresiasi bahwa Pemerintah Kota Bekasi mendapatkan penghargaan sebagai Kota Toleransi oleh Kementerian Agama. LDII akan terus ikut serta dalam penanganan Covid-19. Hal ini bertujuan supaya masyarakat dapat memulai aktivitas seperti sedia kala,” ujar Ary. 

Sementara, Walikota Bekasi, Dr Rahmat Effendi menyampaikan, dengan webinar ini diharapkan generasi muda belajar Sejarah Bekasi sebagai Kota Perjuangan di Masa Revolusi. 

“Kota Bekasi dikenal melahirkan nama-nama pejuang kemerdekaan. Namun hanya sedikit warga Bekasi yang mengetahuinya. Sebagian yang mungkin hanya kenal KH Noer Ali. Ada juga Mayor Madmuin Hasibuan sebagai nama jalan terkenal di wilayah pusat kota Bekasi,” ujar pria yang kerap disapa Bang Pepen. 

KH Noer Ali memimpin laskar-laskar rakyat untuk bertempur merebut kemerdekaan. Bahkan pernah menjadi Komandan Batalion Tentara Hizbullah Bekasi. 

“Taktik Hisbullah terus terkenang oleh anak dan cucu dan umat Islam yang menghormatinya. Oleh karena itu, kita perlu menghargai jasa perjuangan pahlawan kita. Bersama KH Noer Ali, Mayor Hasibuan dan pejuang lainnya, kita harus meneladani dan mencontoh perjuangan mereka,” ujar Rahmat Effendi. 

Rahmat Effendi mengatakan, Cinta Tanah Air merupakan bagian dari iman dan implementasi perjuangan rakyat di masa kini. 

“Dengan cara meneladani jasa pahlawan, budaya lokal dan nusantara, menghargai antara suku bangsa itu sudah menjadi alat perjuangan di masa sekarang ini. Tidak hanya itu, rasa toleransi terhadap sesama umat beragama, dan Kota Bekasi harus ditumbuhkan,” pesannya. 

Senada dengan Rahmat Effendi, Ketua Pondok Putra Pesantren Atakwa Bekasi, KH Husnul Akmal Mas’ud mengatakan, masyarakat Indonesia jangan sampai melupakan perjuangan para ulama dalam berjuang kemerdekaan Indonesia. 

“Jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah. Itu adalah semboyan yang kerap diucapkan Soekarno. Namun, saya memiliki semboyan lain yakni jas hijau, jangan sekali-kali menghilangkan sejarah ulama,” ujar KH Khusnul. 

KH Khusnul menceritakan, KH Moer Ali yang adalah Kakeknya. Sang Kakek setelah pulang dari Mekah pada tahun 1940, KH Noer Ali mendirikan pesantren di kampung halamannya. 

“Hal ini bertujuan untuk memajukan umat dari keterbelakangan yang mereka alami. KH Noer Ali berkeyakinan bahwa kemajuan umat tidak dapat dicapai kecuali hanya dengan Pendidikan,” tutur KH Khusnul. 

KH Khusnul mengaku sangat merasakan bagaimana Kakek mendidik cucu-cucunya. Terutama dalam membaca Al Quran. 

“Pendidikan adalah penting, ditambah peran orang tua dalam mendidik, mengayomi dan membina,” ujar KH Khusnul. 

Menurutnya, Sang Kakek yakni KH Noer Ali juga berkeinginan membentuk Kampung Surga.  

Yakni kampung yang anggota masyarakatnya mandiri secara ekonomi, dan secara agamis bersandar kokoh kepada akidah, syariah dan akhlak. “Itu sampai saat ini masih berdiri di ujung harapan dalam pembinaan umat Islam,” tandas KH Khusnul.(J-RO) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like