Balai Gakkum Hentikan Penambangan Ilegal di Tahura Bukit Soeharto

Balai Gakkum Hentikan Penambangan Ilegal di Tahura Bukit Soeharto.

Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Enggang, Seksi Wilayah II Samarinda, Balai Gakkum Wilayah Kalimantan, bersama Polda Kaltim dan Pomdam VI Mulawarman, menghentikan penambangan illegal dan menyita 3 ekskavator di dua lokasi berbeda dalam kawasan Tahura Bukit Soeharto pekan lalu.

Penyidik Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Gakkum KLHK) menetapkan AS (64) asal Banjarmasin dan MF (48) asal Balikpapan sebagai tersangka.

Anggota Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Enggang, Julian menuturkan, penyidik menjerat tersangka AS dan MF dengan Pasal 17 Ayat 1a, 1b, dan 1d Jo. Pasal 89 Ayat 1a dan 1b, dan Pasal 91 Ayat 1a Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, hukuman denda paling sedikit Rp 1,5 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Saat ini kedua tersangka ditahan di Rutan Kelas II Sempaja, Samarinda. Barang bukti 2 ekskavator merk Komatsu PC200 warna kuning dan 1 ekskavator merk Hitachi PC200 warna oranye diamankan di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan,” tutur Julian, dalam siaran persnya, Rabu (03/10/2018).

Dia menjelaskan, penghentian tambang ilegal itu bermula dari penyidikan Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda, pada lokasi tambang ilegal yang ditemukan saat kunjungan kerja DPR RI di Tahura Bukit Soeharto, akhir Juli 2018.

Hasil penyidikan ditindaklanjuti dengan operasi gabungan Balai Gakkum bersama Polda Kaltim dan Pomdam VI Mulawarman. Tim gabungan menangkap 3 operator ekskavator BA, DR, dan AS alias S, sedang menambang batu bara.

Dari hasil interogasi ketiga orang itu, Tim bergerak cepat mengamankan AS dan MF yang menyuruh, membiayai dan sebagai pengawas lapangan penambangan ilegal itu.

“Penyidik Pegawai Negeri Sipil  (PPNS) Balai Gakkum Kalimantan masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap keterlibatan pihak lain bagian dari jaringan penambangan ilegal di Tahura Bukit Soeharto,” tutur Julian.

Terungkapnya kasus ini merupakan kerja sama dan sinergi yang berjalan baik antara Balai Gakkum Wilayah Kalimantan KLHK, Polda Kaltim, Pomdam VI Mulawarman, dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah IV Samarinda.(JR)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*