Bahas Pemulihan Asset, JAM Datun Loeke Larasati Buka Pertemuan ARIN-AP di Bali

Bahas Pemulihan Asset, JAM Datun Loeke Larasati Buka Pertemuan ARIN-AP di Bali.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Kejaksaan Agung (Kejagung), Loeke Larasati Agoestina membuka secara resmi pertemuan tahunan kelima (5th ARIN-AP Annual General Meeting) yang diikuti oleh 20 Negara. Acara ini berlangsung dari tanggal 5-6 November 2018 di Hotel The Anvaya Resort Bali.

20 Negara diantaranya, Vietnam, Myanmar, Thailand, Australia, Jepang, Mongolia, Laos, New Zealand, Chinese Taipei, Nepal, Korea, Singapura, India, Hongkong, Srilanka, Papua New Guinea, Cambodia, Timor Leste, Vanuatu, Indonesia serta Observer yakni UNODC, CARIN (diwakili Hungary), dan World Bank.

Dalam sambutannya, Loeke mengatakan mengatakan bentuk kerjasama yang dikembangkan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung adalah kontak penghubung dalam jejaring informal pemulihan asset ARIN-AP yang memiliki sekretariat permanen di Kejagung dan di Seoul Korea Selatan, serta merupakan perwakilan Indonesia dalam steering group dan keanggotaan ARIN-AP yang dibentuk pada akhir tahun 2013 yang lalu.

“Pertemuan tahunan ini juga memberikan gambaran bagaimana kerjasama informal pemulihan asset dapat berjalan dengan baik melalui jalur ARIN-AP,” kata Loeke dalam siaran pers yang diterima Sinarkeadilan.com, Selasa (06/11/2018).

Menurutnya, Asset Recovery Inter-Agency Network Asia Pasific (ARIN-AP) merupakan jaringan informal para ahli-praktisi di bidang penelusuran, pembekuan dan penyitaan asset yang berfungsi sebagai kelompok kerja sama dalam semua aspek penanganan hasil kejahatan di kawasan Asia-Pasifik.

Diketahui, ARIN-AP secara resmi diluncurkan pada pertemuan perdana yang diadakan di Seoul pada 19-20 November 2013. Pertemuan tersebut diikuti sebanyak 28 penegak hukum atau lembaga penuntutan dari 21 yurisdiksi di Asia-Pasifik dan 6 organisasi internasional.

Lebih lanjut, Loeke mengatakan perkembangan jejaring informal sejenis ARIN-AP berkembang disetiap kawasan regional seperti CARIN (Camden Asset Recovery Inter Agency Network) yang telah dulu terbentuk untuk wilayah Eropa pada tahun 2004, ARIN-WA untuk wilayah Afrika Barat, ARIN-EA untuk wilayah Afrika Timur, ARIN-SA untuk Wilayah Afrika Selatan.

“Jadi, bentuk kerjasama yang dikembangkan dalam jejaring ARIN-AP tersebut antara lain berbagi informasi terkait penelusuran Asset dan Pemulihan Asset secara informal, jejaring informal yang ada dikawasan regional merupakan pengembangan lebih lanjut dari CARIN, Jejaring informal Asset Recovery untuk wilayah Eropa, yang secara resmi dibentuk di Den Haag pada tahun 2004”, ujarnya.

Acara diawali dengan pertemuan Steering Group antara Indonesia dan 6 Negara lainnya yang membahas hal-hal terbaru dalam kegiatan jejaring ARIN-AP untuk penentuan Presidensi tahun 2019, pendanaan jejaring, pendaftaran anggota observer baru, pengembangan data base dan mekanisme standar dalam pertukaran informasi.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan