Breaking News

ASRI TPH Gelar Aksi Tangkap Pengusaha Hitam, Polri Jangan Kalah Hadapi Mafia, Berkedok Pengusaha Properti Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim Harus Segera Diseret

ASRI TPH Gelar Aksi Tangkap Pengusaha Hitam, Polri Jangan Kalah Hadapi Mafia, Berkedok Pengusaha Properti Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim Harus Segera Diseret.

Sekitar seratusan orang mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Rakyat Indonesia Tangkap Pengusaha Hitam (ASRI TPH) –Tangkap dan Adili Go Hengky Setiawan-Budianto Halim-PT Binakarya Bangun Propertindo, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polda Metro Jaya dan sekitar Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (02/04/2019) siang.

Para peserta aksi yang mengaku terdiri dari sejumlah organisasi pergerakan mahasiswa bersama para korban penipuan dari mafia berkedok pengusaha kakap Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim lewat PT Binakarya Bangun Propertindo itu, meminta Polda Metro Jaya segera menangkap dan menyeret taipan itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Koordinator Aliansi Solidaritas Rakyat Indonesia Tangkap Pengusaha Hitam (ASRI TPH) –Tangkap dan Adili Go Hengky Setiawan-Budianto Halim-PT Binakarya Bangun Propertindo, Oktaviandi menyatakan, dua pengusaha properti yang bernaung dalam payung besar PT Binakarya Bangun Propertindo Grup itu telah terbukti melakukan serangkaian kejahatan dan praktik mafia hukum yang sangat merugikan Negara dan masyarakat Indonesia.

“Kami mendukung Polri menangkap Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim, serta perusahaan-perusahaannya yang menjamur itu untuk segera ditangkap dan diseret ke pengadilan. Sudah sangat banyak negera ini dirugikan  oleh mereka. Juga sudah sangat banyak warga masyarakat yang menjadi korban mereka,” tutur Oktaviandi dalam orasinya.

Oktaviandi mengungkapkan Polres Jakarta Utara pun sudah menetapkan Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan itu. Namun apa yang terjadi, sejak penetapan status tersangka di Polres Jakarta Utara, Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim dan PT Binakarya Bangun Propertindo masih bebas berkeliaran.

Dia melanjutkan, sudah memasuki tahun kedua laporan ini ditangani kepolisian. Kok berkas perkaranya tak kunjung masuk ke pengadilan untuk diproses. “Informasi yang dikumpulkan, seorang taipan bernama Aguan, yang ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim, mendatangi Polres Jakarta Utara,” ujar Oktaviandi.

Sejak hari itu, lanjutnya, status tersangka yang sudah disandangkan Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim dipendam. Diketahui juga, kata dia lagi, dari sejumlah pemberitaan media massa, Go Hengky Setiawan yang pernah menjadi Chief Executive Officer (CEO) PT Agung Sedayu Group dan CEO Binakarya Propertindo Group (BPG) itu juga sudah berkali-kali berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Anehnya, malah para korban penipuan PT Binakarya Bangun Propertindo, seperti Lim Ratna Sari dan Kuasa Hukumnya Sandi Ebenezer Situngkir, diserang balik dan dilaporkan oleh Tim Legalnya PT Binakarya Bangun Propertindo ke Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Alasannya, pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE. Bahkan, lanjut Oktaviandi, pers yang memberitakan status tersangka Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim pun diserang balik dan diintimidasi.

“Pihak PT Binakarya Bangun Propertindo tidak menggubris sama sekali permintaan konfirmasi dan klarifikasi. Diam seribu Bahasa. Aneh sekali bukan?” katanya.

Nah, menurut dia lagi, di sinilah, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Metrojaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono beserta jajarannya diuji.

“Sejauh mana Polri mengusut tuntas Mafia Hukum dan Mafia Properti ini. Apakah Polisi akan masuk angin dan tunduk kepada Mafia seperti Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim?” ujarnya.

Salah seorang korban penipuan PT Binakarya Bangun Propertindo, Lim Ratna Sari menyatakan, dirinya sangat dirugikan.

Dikarenakan menuntut haknya, kedua petinggi PT Binakarya Bangun Propertindo itu malah mencoba melakukan kriminalisasi terhadap korbannya dan kuasa hukum korban, dengan cara melaporkan ke Polda Metro Jaya. Ini harus dihentikan. Mafia hukum dan pengusaha hitam harus ditindaktegas.

Kepolisian harus teguh menegakkan hukum dan keadilan. Jangan takut berhadapan dengan tawaran uang atau iming-imingi apapun dari pengusaha hitam yang mencoba mengintervensi proses hukum.

“Kami, warga masyarakat Indonesia, meminta Kapolda Metro Jaya untuk menindak tegas setiap pihak yang menyelewengkan proses hukum, termasuk menindak anakbuahnya jika ada yang masuk angina,” ujar Lim Ratna Sari dalam orasinya.

Salah seorang orator aksi, Edger Silalahi menyatakan, Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim lewat PT Binakarya Bangun Propertindonya telah membangun apartemen fiktif di Pluit Sea View, yang tidak sesuai perizinannya.

Selain itu, unit yang ditawarkan juga tidak sesusai bahkan tidak ada. “Kami menemukan banyaknya pelanggaran hukum dengan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh PT Binakarya Bangun Propertindo yang juga melakukan serangkaian penipuan penjualan apartemen fiktif,” tutur Edger.

Oleh karena itu, kami menduga kuat PT Binakarya Bangun Propertindo Tbk  sudah melakukan banyak pelanggaran hukum dan sudah banyak melakukan penipuan warga masyarakat, bahkan mencoba mengintervensi hukum di Polres Jakarta Utara.

“Polri harus segera menangkap dan memproses Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim secara hukum,” ujarnya.

Selain itu, dia menyerukan, mendukung Polri menegakkan hukum dan keadilan. Kapolri dan Kapolda Metrojaya, lanjutnya, harus melawan dan menolak intervensi dan penyelewengan proses hukum dalam kasus ini.

“Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Metrojaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono beserta jajarannya harus melakukan pengawasan yang sangat ketat kepada anak buahnya agar menegakkan proses hukum dan segera membawa Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim ke Persidangan,” ujarnya.

Peserta aksi juga menolak upaya kriminalisasi dan serangan balik yang dilakukan Pihak PT Binakarya Bangun Propertindo Tbk kepada korban dan Kuasa Hukumnya serta terhadap Pers yang mempublikasi peristiwa ini.

“Mereka juga harus mengembalikan hak-hak warga yang menjadi korban penipuan Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim dengan PT Binakarya Bangun Propertindo-nya,” ujarnya.

Selain itu, peserta aksi meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) segera menindak tegas PT Binakarya Bangun Propertindo serta perusahaan-perusahaan di bawah naungannya, dengan mensuspensi sahamnya.

“Sebab, perusahaan-perusahaan yang dikendalikan Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim itu sarat permainan busuk, pelanggaran hukum, dan melakukan praktik-praktik mafia yang melanggar aturan di Republik Indonesia,” ujar Edger.

Selain menggelar aksi orasi, para peserta aksi juga menebar spanduk berisi desakan menangkap Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim. Mereka juga membagi-bagikan selebaran agar melakukan perlawanan kepada mafia hukum dan mafia property. Aksi membakar surat-surat dan foto-foto Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim pun dilakukan.

Persoalan ini menjadi perhatian serius dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono. Kapolda menyampaikan, secara teknis persoalan ini segera ditangani oleh Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum0 Polda Metrojaya dan Kabid Humas Polda Metrojaya.

“Sudah disampaikan agar segera ditangani oleh Dirkrimum dan Kabid Humas,” tutur Kapolda Metrojaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono ketika dikonfirmasi.

Utusan peserta aksi diterima oleh Kasubbbid Penmas Humas Polda Metrojaya AKBP I Gede Nyeneng. Kepada korban dan kuasa hukum korban, serta para peserta aksi, AKBP I Gede Nyeneng menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan itu.

“Kami akan menindaklanjuti, karena tidak ada kendala dalam laporan. Polda Metrojaya akan segera turun ke Polres Jakarta Utara untuk mengusut kasus ini,” tutur AKBP I Gede Nyeneng.

Dia menegaskan, selain menindaklanjuti laporan masyarakat ini, Polda Metrojaya juga menegaskan status tersangka Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim harus segera diproses di persidangan.

“Laporan harus dijalankan. Dan, status tersangja Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim harus tetap berjalan dan dilanjutkan. Laporan yang dilakukan PT Binakarya Bangun Propertindo kepada korban dan kuasa hukum korban pun tidak bisa dilanjutkan. Kriminalisasi itu tidak bisa diteruskan. Laporan mereka itu tidak bisa dilanjutkan, harus selesai dulu proses hukum terhadap tersangka Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim,” jelas AKBP I gede Nyeneng.

Pihak PT Binakarya Bangun Propertindo lewat Divisi Legalnya, Teguh Iman P di nomor kontak 081283892972 dan 08111920091, serta Staf Perusahaan bernama Maju di nomor 081510369807 dan 081319206206, serta nomor resmi perusahaan di 085959612218 tidak merespon konfirmasi dan klarifikasi yang diajukan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*