Asisten Deputi di BPJS Ketenagakerjaan Bersama Tiga Orang lainnya Digarap Jaksa di Gedung Bundar

Asisten Deputi di BPJS Ketenagakerjaan Bersama Tiga Orang lainnya Digarap Jaksa di Gedung Bundar. - Foto: Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan.(Net)
Asisten Deputi di BPJS Ketenagakerjaan Bersama Tiga Orang lainnya Digarap Jaksa di Gedung Bundar. - Foto: Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan.(Net)

Asisten Deputi Bidang Risiko Investasi Pendapatan dan Pasar Modal Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan bersama tiga orang petinggi perusahaan dipanggil dan diperiksa penyidik Kejaksaan Agung untuk menguak keterlibatan dalam dugaan skandal korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, ada 4 orang yang dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan). 

Mereka semua diperiksa pada Kamis 18 Februari 2021 di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung. 

Keempat orang yang diperiksa itu adalah YS selaku PIC PT Ashmore Asset Management Indonesia, B selaku Head Divison PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, FRH selaku Direktur Utama PT Syailendra Capital, dan,  FRS selaku Asisten Deputi Bidang Risiko Investasi Pendapatan dan Pasar Modal Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan. 

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak. 

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19. 

Antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. 

Serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JRO)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan