Argentina Juara Piala Dunia 2022, Lionel Messi Samai Sang Legenda Diego Maradona; Viva Messi, Viva Albiceleste, Viva Argentina

Argentina Juara Piala Dunia 2022, Lionel Messi Samai Sang Legenda Diego Maradona; Viva Messi, Viva Albiceleste, Viva Argentina

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, NASIONAL, OLAHRAGA, PROFIL
2083
0
Argentina Juara Piala Dunia 2022, Lionel Messi Samai Sang Legenda Diego Maradona; Viva Messi, Viva Albiceleste, Viva Argentina. (Foto: Instagram)Argentina Juara Piala Dunia 2022, Lionel Messi Samai Sang Legenda Diego Maradona; Viva Messi, Viva Albiceleste, Viva Argentina. (Foto: Instagram)

Timnas Argentina berhasil menjuarai kompetisi sepak bola terbesar di dunia, World Cup atau Piala Dunia 2022.

Setelah 36 tahun menantikan trofi, Tim Tango Argentina akhirnya mampu meraih penghargaan tertinggi sepak bola dunia itu.

La Albiceleste-julukan Timnas Argentina-berhasil mengkanvaskan Timnas Prancis yang dijuluki Si Ayam Jantan, pada duel ketat babak Final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Timnas Argentina sukses mengunci gelar Piala Dunia 2022, usai menumbangkan Timnas Prancis  dengan skor 4-2 setelah bermain imbang 3-3 selama 120 menit dalam duel di Lusail Stadium, Qatar, Minggu 18 Desember 2022 malam.

Prestasi ini membuat Bintang Sepak Bola asal Argentina, Lionel Mesi, menyamai sukses yang ditorehkan Legenda Sepak Bola Dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona.

Lionel Messi yang merupakan Kapten Timnas Argentina diketahui membukukan dua gol pada laga final yang berlangsung sangat seru ini. Satu gol lainnya disumbangkan oleh Angel Di Maria.

Sementara, di kubu Prancis, Kylian Mbappe memborong seluruh gol Les Bleus yang memaksakan pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Kemenangan ini mengantarkan Argentina membawa pulang trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah. Sebelumnya, La Albiceleste mampu menjadi kampiun pada edisi 1978 dan 1986.

Kali terakhir Tim Tango juara, Diego Maradona tampil menjadi bintang. Dia yang menjadi aktor utama yang mengantarkan Argentina keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Jerman Barat 3-2 di partai final.

Meski berstatus unggulan di setiap turnamen ini, tapi Argentina nyatanya kerap kesulitan untuk menembus partai puncak. Tercatat, Argentina baru enam kali merasakan laga final, dan memenangkan tiga di antaranya.

Kini, setelah melewati puasa gelar selama 36 tahun, Argentina berhasil kembali mengangkat trofi Piala Dunia dan membawanya pulang ke kampung halaman.

Kesuksesan ini tak lepas dari peran Messi sepanjang turnamen. Dia sama pentingnya dengan Maradona kala tampil di Piala Dunia 1986.

Dan dengan raihan juara di Piala Dunia 2022, Messi secara sah menjadi penerus Maradona lantaran keduanya sama-sama mengantarkan Argentina menjadi juara dunia.

Argentina mengambil inisiatif serangan di awal babak pertama. Tim Tango mengandalkan serangan dari sisi sayap.

Alexis Mac Allister sempat menguji ketangkasan dari Kiper Timnas Prancis, Hugo Lloris di menit kelima. Dia melepaskan tembakan jarak jauh yang masih jatuh ke pelukan sang kapten Prancis.

Argentina terus melancarkan gelombang serangan ke pertahanan Prancis. La Albiceleste tampak ingin mengincar gol cepat.

Pasukan Lionel Scaloni terus menebar ancaman ke pertahanan Les Bleus. Giliran Angel Di Maria yang melepaskan tembakan memantfaatkan kemelut di kotak penalti Prancis di menit 17. Sayang, upayanya masih melambung.

Dua menit berselang, Prancis akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menekan pertahanan Argentina.

Dari tendangan bebas Antoine Griezmann di pinggir kotak penalti, Olivier Giroud menyambut bola dengan tandukan tajam, namun melambung tipis di atas mistar gawang.

Serangan tanpa henti Prancis akhirnya berbuah manis di menit ke-23. Diawali pelanggaran kepada Angel Di Maria, wasit menunjuk titik putih.

Lionel Messi yang jadi algojo tanpa kesalahan mengecoh Lloris dengan menempatkan bola ke sisi kiri gawang. Argentina sementara unggul 1-0.

Argentina terlihat makin nyaman menguasai pertandingan usai membobol gawang Prancis. Terbukti, 13 menit berselang, Tim Tango kembali menambah pundi-pundi golnya.

Berawal dari umpan Messi kepada Alexis Mac Allister, yang kemudian diteruskan kepada Angel Di Maria yang mengakhirinya dengan gol. Dia menaklukkan Lloris setelah mengarahkan bola ke sisi kiri gawang.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, melakukan pergantian awal jelang turun minum guna menambah agresivitas serangan. Tapi, Les Bleus masih belum mampu membongkar pertahanan Argentina. Skor 2-0 mengakhiri babak pertama.

Sejak menit awal Lionel Messi Cs langsung mengambil inisiatif serangan. Tim Tango menekan lewat sisi sayap.

Yang menarik usai melakukan selebrasi, Angel Di Maria tertangkap kamera meluapkan emosinya dengan menangis. Dia berlari menuju daerah permainan timnya sambil menyeka air mata.

Saat berita ini diturunkan pertandingan lanjut ke babak kedua dengan keunggulan sementara Argentina 2-0.

Pertandingan harus berlanjut ke perpanjangan waktu setelah kedua tim sama kuat 2-2 dalam 90 menit.

Unggul dua gol tak membuat Argentina menurunkan tempo di awla babak kedua. Mereka masih tampil agresif dalam menekan Prancis.

Bahkan, mereka hampir saja menambah koleksi golnya andai Lloris tak sigap menangkap tembakan voli Rodrigo De Paul di menit ke-49.

Memasuki menit ke-60, tempo mulai melambat. La Albiceleste tak lagi tampil ngotot dan lebih mengatur tempo permainan.

Hal itu sedikit membuka peluang Prancis dalam menekan. Meski, mereka lebih mengandalkan bola mati untuk menembus kotak penalti Tim Tango.

Prancis akhirnya membuka gol di menit ke-80. Berawal dari pelanggaran Nicolas Otamendi kepada Randal Kolo Muani, wasit kemudian menunjuk titik putih.

Bintang Timnas Prancis, Kylian Mbappe melesakkan bola melalui tembakan penalti. Arah bola sejatinya bisa dibaca Emiliano Martinez, namun bola masih menembus gawang.

Drama pun terjadi di Lusail Stadium. Hanya berselang semenit, Les Bleus mampu menyamakan kedudukan.

Lagi-lagi Mbappe yang mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, gol tercipta dari open play memanfaatkan umpan Marcus Thuram.

Gol itu berhasil memaksakan perpanjangan waktu lantaran tak ada tambahan gol hingga waktu normal berakhir.

Argentina unggul terlebih dahulu pada babak pertama lewat gol penalti Lionel Messi dan sontekan Angel Di Maria.

Namun, Kylian Mbappe berhasil memperpanjang napas Les Bleus lewat dua gol pada menit ke-79 dan ke-82. Tak ada gol hingga babak kedua berakhir.

Pada babak perpanjangan waktu, Argentina kehilangan sentuhan lantaran akurasi umpan yang menurun.

Ini membuat pelatih Scaloni melakukan sejumlah pergantian untuk penyegaran di lini tengah dan lini depan La Albiceleste.

Leandro Paredes menggantikan Rodrigo De Paul dan Lautaro Martinez menggantikan Julian Alvarez.

Perubahan Scaloni membuat Argentina kembali menguasai pertandingan. Pada menit ke-105, Martinez memiliki peluang mencetak gol setelah menerima umpan lambung dari Enzo Fernandez, tetapi tendangannya masih mampu diblok pemain bertahan Prancis. Skor 2-2 bertahan pada babak kedua masa perpanjangan waktu.

Pada babak kedua extra time, Argentina kembali tampil menekan untuk meredam para pemain cepat Prancis.

Pada menit ke-108, Messi melewati sejumlah pemain bertahan Prancis untuk melepaskan tendangan ke arah sudut kanan bawah gawang. Namun, Lloris mampu melakukan penyelamatan.

Usaha Tim Tango berbuah hasil. Lionel Messi berhasil memanfaatkan bola pantul tendangan Martinez pada menit ke-109. Tendangannya masih bisa diblok pemain bertahan Prancis, tetapi wasit memutuskan bahwa bola telah melewati garis gawang. Skor 3-2 untuk Argentina.

Memimpin satu gol, Argentina justru kembali tertekan. Prancis mendapatkan momentum pada menit ke-116 setelah Gonzalo Montiel menyentuh bola di dalam kotak penalti saat berusaha menahan tendangan Mbappe. Menjadi eksekutor, Mbappe berhasil mencetak gol ketiganya di pertandingan ini. Skor 3-3.

Argentina dan Prancis mendapatkan peluang emas pada menit-menit terakhir pertandingan.

Kolo Muani gagal memanfaatkan peluang ketika tendangannya masih mampu diblok Emiliano Martinez, sedangkan Argentina memiliki peluang lewat Lautaro Martinez pada menit terakhir. Namun, tandukannya masih melebar. Laga pun berlanjut ke adu tendangan penalti.

Dalam babak tos-tosan, semua penendang Argentina berhasil dan memastikan gelar juara dunia ketiga untuk Negaranya. Prancis gagal mempertahankan trofi yang didapat empat tahun lalu.

Argentina masih mendominasi babak kedua dan nyaris mendapatkan gol ketiga pada menit ke-50 lewat sepakan voli De Paul yang masih tepat di pelukan Lloris.

Sembilan menit kemudian giliran Alvarez yang punya kans untuk menjebol gawang Prancis, tapi bola sepakannya bisa ditepis Lloris.

Prancis sampai pertandingan berjala lebih dari sejam belum melepaskan satu pun attempts. Mereka bahkan kesulitan untuk masuk ke sepertiga akhir dan membuat peluang.

Argentina menurunkan tempo memasuki 20 menit akhir laga, sementara Prancis masih saja kesulitan menciptakan peluang.

Prancis memperpanjang napas pada menit ke-79 ketika wasit menghadiahi penalti menyusul pelanggaran Nicolas Otamendi kepada Kolo Muani. Mbappe sukses menjaringkan bola ke pojok kanan gawang, meski Martinez menebaknya.

Mbappe, penyerang 23 tahun itu kembali membuat gol dan bikin skor sama 2-2. Dua menit setelah gol pertamanya, Mbappe membobol gawang Martinez lewat sepakan voli kaki kanan meneruskan umpan Thuram.

Penyelamatan gemilang dibuat Lloris di menit akhir injury time saat menepis bola sepakan Messi dari jarak 25 yard. Skor 2-2 bertahan hingga 90 menit laga berakhir dan extra time 2×15 menit pun dimainkan.

Argentina pada babak pertama extra time membuat peluang berbahaya menit-menit akhir, dua-duanya dari Lautaro Martinez.

Pertama sepakan Lautaro di tengah kerumunan pemain berhasil diblok Upamecano pada menit ke-105.

Lalu, semenit kemudian Lautaro yang mendapat umpan lambung Acuna berhasil masuk kotak penalti, namun bola sepakannya masih melebar.

Messi, Argentina unggul lagi pada menit ke-108 ketika menyontek bola rebound hasil sepakan Lautaro yang ditepis Lloris.

Gol tersebut sempat dicek Video Assistant Referee (VAR) karena ada indikasi offside, sebelum disahkan.

Skor jadi 3-3 pada menit ke-116. Prancis mendapat hadiah penalti setelah tembakan Mbappe diadang Gonzalo Montiel dengan tangan.

Mbappe mencetak hat-trick setelah bola sepakannya mengecoh Martinez yang bergerak ke kanan.

Prancis nyaris mendapat gol lagi di menit ke-120 andaikan Kolo Muani berhasil menggapai bola crossing Mbappe.

Begitu pula di menit ke-122 saat Kolo Muani melepaskan sepakan voli di kotak penalti dan berhasil dibendung Martinez.

Lautaro juga membuang peluang ketika sundulannya di depan gawang melebar dari sasaran.

Skor akhir selama 120 menit adalah 3-3 dan pertandingan harus dituntaskan lewat babak tos-tosan.

Mbappe sebagai eksekutor pertama sukses mengeksekusinya, begitu pula dengan Messi. Sayangnya eksekutor kedua Prancis Coman gagal karena sepakannya dibaca Martinez dan Argentina unggul setelah penalti Dybala masuk.

Eksekutor ketiga Prancis Aurelien Tchouameni juga gagal karena sepakannya melebar. Kolo Muani sempat menjaga asa Prancis sebelum sepakan Gonzalo Montiel memastikan Argentina jadi juara dunia.***

Susunan Pemain Timnas Argentina vs Timnas Prancis

Timnas Argentina: Emiliano Martinez (PG); Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Angel Di Maria, Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Timnas Prancis: Hugo Lloris (PG); Theo Hernandez, Dayot Upamecano, Raphael Varane, Jules Kounde, Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot, Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele (Randal Kolo Muani 41′), Olivier Giroud (Marcus Thuram 41’).

Pelatih: Didier Deschamps.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Urgen, Nelayan Butuh Wamen KKP Yang Ngerti Persoalan Dan Kebutuhan Sektor Perikanan

Presiden Joko Widodo diminta memperhatikan dengan seksama kondisi