Apindo Dukung Turunkan Harga BBM

Berguna Bukan Hanya Untuk UMKM, Tetapi Seluruh Pengusaha Dan Rakyat Indonesia

Dewan Penasehat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursina: Berguna Bukan Hanya Untuk UMKM, Tetapi Seluruh Pengusaha Dan Rakyat Indonesia, Dukung Penurunan Harga BBM Di Tengah Wabah Covid-19. Foto: Istimewa.
Dewan Penasehat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursina: Berguna Bukan Hanya Untuk UMKM, Tetapi Seluruh Pengusaha Dan Rakyat Indonesia, Dukung Penurunan Harga BBM Di Tengah Wabah Covid-19. Foto: Istimewa.

Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar dilakukan di tengah pandemic Virus Corona (Covid-19) juga didukung oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Dewan Penasehat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursina menyampaikan, menurunkan harga BBM di saat ini bukan hanya sangat bermanfaat bagi usaha UMKM, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh seluruh kalangan pengusaha dan masyarakat Indonesia.

“Meski berat langkah itu, tetapi menurunkan harga BBM memang sangat diperlukan masyarakat saat ini. Bukan hanya untuk UMKM, tetapi seluruh pengusaha juga sangat berguna penurunan harga BBM itu,” tutur Nina Tursina, Kamis (30/04/2020).

Nina bergarap, mudah-mudahan rencana menurunkan harga BBM itu terlaksana. Di situasi yang tidak mudah, situasi pandemi Covid-19 ini, semuanya memang menjadi korban.

Menurutnya, mau tidak mau, enggak ada pilihan, kebijakan menurunkan harga BBM itu sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Penurunan harga BBM pasti akan berdampak baik. Untuk mengurangi beban masyarakat.

“Khususnya UMKM, dampaknya ada. Meski minimal, dampak positif penurunan harga BBM itu pasti ada. Sebab, untuk semua jenis kegiatan dan usaha, pasti ada kaitannya dengan penggunaan BBM kan,” imbuhnya.

Nina mengaku, sebagai pengusaha, dirinya juga merasakan hal berat di tengah Covid-19 ini.

“Saya kira bukan hanya sektor UMKM, semua pengusaha juga pasti akan merasakan dampak yang baik jika harga BBM diturunkan. Pengusaha bidang menengah dan atas juga tentu terbantu juga dengan penurunan harga BBM itu,” jelasnya.

Memang, lanjutnya, Indonesia sedang mengalami resesi atau krisis keuangan yang tinggi. Namun, pemerintah juga telah mempertimbangkan segala aspek untuk menurunkan harga BBM itu.

“Pemerintah kan memiliki pertimbangan dan prioritas. Dan menurunkan harga BBM saat ini juga bagian dari prioritas itu. Supaya tidak keseluruhan mengalami beban yang begitu berat sekali,” ujarnya.

Sedangkan untuk PT Pertamina (Persero), harapnya, kiranya juga siap dengan segala resikonya jika harga BBM diturunkan sekarang.

“Ya, memang sulit. Ini pilihan yang sulit. Kita tahu, Pertamina kita juga sedang banyak masalah. Tetapi ini, kebijakan menurunkan harga BBM adalah untuk kebutuhan yang lebih besar. Kebutuhan rakyat Indonesia dan Negara kita. Saya kira, Pertamina juga harus sejalan dengan Pemerintah dan dengan kondisi saat ini, untuk mau dan bersedia menurunkan harga BBM itu,” terang Nina.

Nina Tursina juga mengajak semua pihak untuk tetap optimis. Bahwa nanti jika semua kondisi berat ini telah berlalu, maka semua sektor bisa dibenahi bersama-sama dengan lebih baik lagi.

Khusus untuk sektor UMKM, lanjutnya, adalah usaha yang paling merasakan dampak positif penurunan harga BBM.

Jutaan UMKM tersebar di seluruh Indonesia, jutaan pengusaha juga. Semuanya pasti merasakan dampak positif penurunan harga BBM jika dilakukan saat ini.

Khususnya, untuk UMKM yang wajib berputar, seperti makanan, minuman, atau bahan pokok, juga sandang, pangan, papan, itu sangat merasakan dampak baik penurunan harga BBM itu.

“Misalnya juga, penurunan harga BBM itu bisa membantu UMKM kecil berputar, seperti produksi masker dan alat pelindung diri (APD). Sebab, BBM itu bagian dari modal. Jika tidak bisa berputar, ya akan mati usaha. Ini yang juga harus menjadi pertimbangan, sehingga perlu penurunan harga BBM saat ini,” jelas Nina.

Dia memang melihat, semua sektor sangat butuh dibantu. Mulai masyarakat, buruh, UMKM, pengusaha.

Jadi, kiranya bisa mengambil kebijakan yang prioritas demi menyelamatkan masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Itulah, memang semuanya kena. Pengusaha di semua level juga sangat butuh bantuan. Mulai bantuan permodalan, bahan baku, produksi, bantuan transportasi dan pemasaran. Semuanya saat ini butuh bantuan,” imbuhnya.

Jika memang memperoleh bantuan, sarannya, mesti dipergunakan dengan efektif dan sebaik-baiknya, untuk memutar roda perekonomian. Termasuk jika harga BBM diturunkan, pergunakan baik-baik untuk berproduksi.

Selain itu, perlu upaya-upaya kreatif dan alternatif untuk menghidupkan usaha dan menyediakan bahan pokok.

“Misalnya, UMKM itu tidak semuanya bisa menjual produknya secara online. Maka, sebisa mungkin, manfaatkan media sosial, grup-grup WA dan jalur-jalur komunikasi yang memungkinkan, untuk pemasaran. Itu bisa membantu juga. Langkah-langkah kreatif dan alternatif perlu dilakukan,” katanya.

Jadi, Nina Tursina melanjutkan, pandai-pandailah mencari dan melakukan strategi kreatif dan alternatif. Alternatif dan kreativitas seperti juga mesti dilakukan pemerintah, pengusaha, UMKM dan seluruh masyarakat.

“Kita berdoa semua kondisi sulit ini segera berakhir. Tetaplah memiliki harapan dan semangat untuk bangkit dan melakukan yang terbaik,” tandas Nina Tursina.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan