Breaking News

Anggaran Besar Untuk Proyek Yang Sama, Ada Aroma Kurang Sedap, Kemenristekdikti Wajib Diawasi Ketat

Anggaran kemenristekdikti sangat besar untuk proyek yang sama, ada aroma tak sedap, awasi dengat sangat ketat.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky khadafi mengungkapkan bahwa, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) yang di pimpin oleh Muhammad Nasir, pada tahun 2016 ini, memiliki proyek sarana dan prasarana perguruan tinggi sebesar Rp 1.8 triliun. Proyek itu sangat mencurigakan.

 

“Atau nama nomenklatur proyek ini, adalah Sarana dan prasarana perguruan tinggi yg direvitaslisasi sebesar Rp.1.800.000.000.000 di direktorat jenderal sumber daya ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tinggi,” papar Uchok dalam pesan singkatnya, Kamis (11/8/2016).

 

Lebih jauh, dijelaskan Uchok, saat ini proyek masih dalam bentuk pembuatan sarana dan prasarana (laboratorium) untuk perguruan tinggi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

“Proyek ini masih dalam bentuk pagu alokasi dan program di direktorat jenderal sumber daya ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tinggi, sama sekali belum mengeksekusi dalam bentuk lelang,” lanjut dia.

 

Uchok menilai, proyek yang akan digarap Kemenristekdikti ini, sama dengan apa yang sudah pernah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan bendahara umum partai demokrat Nazaruddin, atas korupsi pada proyek pengadaan pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di lima perguruan tinggi negeri di Indonesia.

 

“Tetapi proyek ini ke arah beroma bau penyimpangan. Atau seperti Proyek ini akan persis hampir mirip atau sama dengan apa yang pernah diselidiki oleh KPK atas dugaan keterlibatan  kader partai demokrat, atau mantan bendahara umum partai demokrat, M. Nazaruddin atas korupsi pada proyek pengadaan pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di lima perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ungkap dia.

 

Selain itu, Uchok mengatakan, salah satu proyek ini, juga sudah pernah divonis di pengadilan tindak pidana korupsi Surabaya,  atas pengadaan alat laboratorium F MIFA universitas negeri malang yang didanai dari APBN 2009. Dan modus korupsi nilai pembelian alat-alat laboratorium, kata dia, lebih tinggi dibandingkan harga pokok satuan barang, sehingga negara sangat dirugikan dalam proyek ini.

 

Untuk itu, Center for Budget Analysis (CBA) meminta Kemenristekdikti maupun menteri Muhammad Nasir, untuk segera menertibkan orang-orang terdekat atau sekitarnya dalam permainan atau realisasi proyek ini.

 

“Lebih baik dan elegan, orang dekat menteri itu mengawas proyek ini, dan bukan bermain main proyek ini. Karena proyek Sarana dan prasarana perguruan tinggi yangg direvitaslisasi tahun 2016 masuk dalam Kemenristekdikti hasil kerjasama yang baik dan sunyi antara DPR dari partai Orde Baru dengan orang internal di Kemenristekdikti,” tandasnya.

 

Sebaiknya, Menteri Muhammad Nasir diminta untuk melakukan pembangunan sarana dan prasarana (Laboratorium), karena di perguruan tinggi sangatlah membutuhkan itu.

 

“Tapi jangan ada aroma korupsi lagi dong. Sebagai orang akademik atau perguruan tinggi, akan sangat malu bila terjadi penyimpangan proyek Sarana dan prasarana perguruan tinggi yg direvitaslisasi senilai Rp.1.8 Triliun,” pungkasnya.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*