Aneh, Mendadak Korban Penipuan Bermodus Kredit Fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dan PT Jasmina Asri Kreasi Terima Surat Keterangan Penghapusan Tagihan

Aneh, Mendadak Korban Penipuan Bermodus Kredit Fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dan PT Jasmina Asri Kreasi Terima Surat Keterangan Penghapusan Tagihan

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL
331
0
Aneh, Mendadak Korban Penipuan Bermodus Kredit Fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dan PT Jasmina Asri Kreasi Terima Surat Keterangan Penghapusan Tagihan. – Foto: Salah seorang korban kredit fiktif Ade, mendadak menerima Surat Keterangan Penghapusan Tagihan dari PT Jasmina Asri Kreasi (JAK) dan Bank BRI Cabang Tanah Abang.(Ist)Aneh, Mendadak Korban Penipuan Bermodus Kredit Fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dan PT Jasmina Asri Kreasi Terima Surat Keterangan Penghapusan Tagihan. – Foto: Salah seorang korban kredit fiktif Ade, mendadak menerima Surat Keterangan Penghapusan Tagihan dari PT Jasmina Asri Kreasi (JAK) dan Bank BRI Cabang Tanah Abang.(Ist)

Ada yang aneh dalam proses pengusutan dugaan penipuan pemberian kredit fiktif antara Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT Jasmina Asri Kreasi (JAK) dengan modus pemalsuan identitas sejumlah remaja, yang saat ini sudah dilaporkan dan diproses di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kajari Jakarta Pusat).

Soalnya, sepucuk Surat Keterangan tidak memiliki pinjaman tiba-tiba dikeluarkan oleh Bank BRI Cabang Tanah Abang atas nama Ade Junaedi, salah seorang remaja yang merupakan korban dan yang sudah melaporkan kasus ini ke Kejari Jakpus.

Ade Junaedi yang merupakan korban kredit fiktif bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT Jasmina Asri Kreasi (PT JAK) mengaku heran dengan surat tersebut. Sebab, sampai dengan saat ini ia belum pernah mendatangi bank BRI Cabang Tanah Abang.

“Saya juga bingung tiba-tiba saya dapat surat dari BRI Cabang Tanah Abang yang mengatakan saya tidak punya pinjaman lagi. Padahal saya tidak pernah ke sana,” ungkap Ade saat dikonfirmasi, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, surat tersebut ia dapatkan dari Kakak kandungnya, yang juga merupakan korban kredit fiktif Bank BRI Cabang Tanah Abang dengan PT JAK.

Ade mengaku, sebelumnya, dirinya beberapa kali diajak oleh Kakak-nya untuk mendatangi BRI Cabang Tanah Abang dan PT JAK untuk memohon pelunasan pinjaman atas nama dirinya.

“Sebelumnya Kakak saya ngajak saya ke BRI Cabang Tanah Abang mau pelunasan. Ke BRI-nya sama orang PT Jasmina-nya,” jelasnya.

Ajakan itu, katanya, atas permintaan dari seseorang bernama Dino yang mengaku sebagai karyawan di PT JAK. Dino inilah yang mengajak Ade dan Kakaknya untuk bersama-sama ke BRI Cabang Tanah Abang. Tujuannya, untuk melakukan pelunasan pinjaman yang mengatasnamakan dirinya dan Kakak-nya.

Namun, Ade mengaku tidak menuruti ajakan tersebut karena takut ditipu lagi seperti sebelumnya. Sementara itu, Kakak-nya menuruti ajakan dari PT JAK tersebut.

“Jadi ada seorang bernama Dino. Dia ngaku dari PT Jasmina. Tapi dia enggak jelasin di Jasmina dia sebagai apa. Dia cuman bilang dia itu bawahannya Direktur. Terus ngajak Kakak saya dan saya ke BRI Cabang Tanah Abang. Katanya mau melakukan pelunasan,” jelasnya.

Ade menambahkan, Kakak-nya bersama seorang yang mengaku dari PT JAK tersebut pergi ke bank BRI Cabang Tanah Abang pada tanggal 6 November 2020.

Dari penjelasan Kakaknya,  Ade menjelaskan, selama di BRI Cabang Tanah Abang, Kakak-nya tersebut hanya mengikuti arahan dari pihak PT JAK.

“Dari cerita Kakak saya, di sana dia kayak diatur gitu, sama seperti kami yang pas di bawa ke Bank BRI pertama kali. Nah di sana itu orang Jasmina-nya udah bawa uang kes. Yang saya heran, kata Kakak saya di sana dia tidak menandatangani apa pun,” ungkap Ade.

Sementara itu, Surat Keterangan tidak memiliki pinjaman dari bank BRI Cabang Tanah Abang atas nama dirinya tersebut ia dapatkan dari Kakak-nya sendiri dan Kakak-nya mengaku surat tersebut didapatkan dari Dino.

“Itu suratnya saya dapat dari Kakak saya. Kakak saya katanya dapat dari orang PT Jasmina-nya bernama Dino,” pungkas Ade.(Nando)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aneh, Sudah 3 Tahun Menggantung, Status Kades Fadoro Fulolo di Nias Utara Tak Digubris Camat

Nias Utara, Sinar Keadilan.com – Selama tiga tahun menggantung, status Kepala