Aneh, Di Kabupaten Siak Data Penerima BLT Ditutup-tutupi

Kepala Dinas Instruksikan Kepala Desa Tidak Boleh Buka Data Penerima BLT

Katanya Kepala Dinas Instruksikan Kepala Desa Tidak Boleh Buka Data. Aneh, Di Kabupaten Siak Data Penerima BLT Ditutup-tutupi. Foto: Kantor Bupati Siak. (Istimewa)
Katanya Kepala Dinas Instruksikan Kepala Desa Tidak Boleh Buka Data. Aneh, Di Kabupaten Siak Data Penerima BLT Ditutup-tutupi. Foto: Kantor Bupati Siak. (Istimewa)

Para warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, tertutup. Meski telah diminta agar dibuka ke publik, Kepala Desa tetap tidak bersedia membuka data warganya yang seharusnya menerima BLT itu.

Hal itu terjadi di Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Warga menyampaikan keluhannya kepada wartawan yang menemuinya. Pria R yang tak bersedia dipublikasikan namanya itu mengaku tidak memperoleh BLT.

Dia bekerja sehari-hari sebagai pekerja lepas di sebuah toko. Dan sangat membutuhkan BLT di masa pandemi Virus Corona atau Covid-19 ini.

R mengeluh, sebagai buruh kasar,  pendapatannya sangat berkurang di masa pandemi Covid-19. Karena order panggilan bongkar muat barang sepi.

Dia mengaku heran, dirinya dan banyak warga lainnya, tidak dibagikan bantuan BLT dan bantuan lainnya dari pemerintah. Sementara, sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Siak menutup diri ketika warga meminta dibuka Basis Data Terpadu (BDT) di desa, sebagai penerima bantuan.

Sekretaris Kecamatan Lubuk Dalam, Zulfadly membenarkan, seluruh data penerima manfaat bantuan bansos tidak boleh dilihat oleh siapapun. Alasannya, Kepala Dinas sendiri yang menginstruksikan kepada setiap Kepala Desa untuk tidak membuka data itu. “Perintah dari Kadis begitu katanya,” ujar Zulfadly ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (07/05/2020).

Dia bersikukuh, bahwa sesuai instruksi Kadis, data itu tidak bisa diperlihatkan. “Masyarakat atau LSM, wartawan dan pihak manapun tidak bisa melihat nama-nama penerima Bantuan Sosial (Bansos). Kami diperintah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak begitu,” ujarnya.

Terkait pencairan anggaran BLT Dana Desa, Kepala Desa Sri Gading, Subandi mengatakan, dana bisa ambil setelah selesai melakukan Rapat Musyawarah Khusus dengan unsur terkait di desa.

“Dana sudah kita terima dan sudah masuk ke rekening di desa. Tapi kita belum bisa mengambilnya ķalau belum lakukan musyawarah khusus di desa,” ujar Subandi.(Johny Alfrado)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan