Breaking News

Ancaman Union Busting di PTPN V Sei Rokan Riau, Bukannya Berikan Hak, Utusan Perusahaan Malah Intimidasi Buruh

Selamatkan Buruh Harian Lepas di PTPN V Sei Rokan Riau

Ancaman Union Busting di PTPN V Sei Rokan Riau, Bukannya Berikan Hak, Utusan Perusahaan Malah Intimidasi Buruh. Ancaman Union Busting di PTPN V Sei Rokan Riau, Bukannya Berikan Hak, Utusan Perusahaan Malah Intimidasi Buruh.

Setelah serangkaian pengusiran paksa terhadap para Buruh Harian Lepas (BHL) di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Sei Rokan, Riau, pihak utusan perusahaan terus melakukan serangkaian intimidasi dan dugaan union busting atau pemberangusan hak untuk berserikat buruh.

Hal itu terungkap dari pertemuan yang dilakukan oleh utusan PTPN V Sei Rokan yang menginisiasi dan mengumpulkan para buruh korban pengusiran paksa itu. Pertemuan digelar malam hari, pada 29 Agustus 2019. Mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Abun, salah seorang buruh harian lepas, menuturkan, pada pertemuan itu, terungkap bahwa di semua afdeling terjadi pengusiran serupa.

Abun mengatakan, rekan seperjuangannya sebagai sesama buruh harian lepas yang digusur paksa dikumpulkan. Na’atoso Zalukhu dan kawan-kawannya, yang juga berjuang mempertahankan haknya dipanggil dan dikumpulkan oleh seorang karyawan tetap PTPN V Sei Rokan bernama Aben Lase.

Aben Lase nampaknya disuruh oleh manajemen untuk mengumpulkan para saudaranya dari Nias yang juga tergusur itu. Aben Lase tercatat sebagai karyawan tetap atau permanen di afdeling XI PTPN V Sei Rokan Riau.

“Dikumpulkan di kediamannya,” tutur Abun, Senin, 02 September 2019.

Pertemuan malam itu dihadiri oleh Asisten Kepala Rayon B (Askep) PTPN V Sei Rokan Riau, Indra,  Mandor I Teknik, Luhut Nainggolan, Mandor Panen Fajar Siregar, Ketua Serikat Pekerja BUMN Sarkawi Nasution dan Saudara Zebua yang merupakan salah seorang rekan mewakili pihak manajemen perusahaan.

Agenda pertemuan, lanjut Abun,  dicatatnya dengan seksama. Pertemuan juga diikuti anak-anak dan isteri para buruh harian lepas yang digusur paksa. Pertemuan itu membahas status gugatan Na’atoso dan kawan-kawannya yang mempertahankan dan memperjuangkan hak maupun statusnya sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) di PTPN V Sei Rokan Riau.

“Awalnya, pertemuan itu berlangsung hangat. Ada beberapa poin hasil pembahasan yang akan diperjuangkan bersama,” ujar Abun.

Dia menuturkan, dalam pertemuan itu, Ketua Serikat Pekerja BUMN Sarkawi Nasution meminta para BHL itu tidak masuk sebagai anggota serikat buruh di Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI).

“Jika kalian ingin bekerja di PTPN V Sei Rokan Riau ini, silahkan bekerja. Tapi, kalian harus mundur dari keanggotaan FSBSI,” ujar Sarkawi.

Asisten Kepala Rayon B (Askep) PTPN V Sei Rokan Riau, Indra menimpali, masuk ke serikat buruh seperti itu tidak akan ada gunanya bagi para BHL.

“Kalian ngapainlah ikut-ikutan dengan orang luar sana (FSBSI)? Karena mereka hanya mencari keuntungan pribadi. Contoh, jika pengurus FSBSI mendapat 100 orang anggota, dengan asumsi iuran Rp 25 ribu per bulan. Artinya, sama dengan total Rp 2 juta 500 ribu. Jika mencapai 200 orang, berarti pengurus SBSI mendapat Rp 5 juta. Berkipas-kipaslah orang itu dan berduduk santai. Dan kalianlah yang jadi Korban,” ujar Indra kepada para peserta pertemuan.

Sedangkan Saudara Zebua, yang merupakan perwakilan manajemen perusahaan mengaku tidak masalah apabila para BHL masuk sebagai anggota FSBSI. “Kalian boleh saja mengikuti organisasi itu (FSBSI). Tapi asalkan jelas organisasi tersebut,” ujar Zebua.

Dia juga mengingatkan, jangan sampai setelah tercapai tujuan para pengurus, maka mereka ditinggalkan begitu saja. “Jika mereka sudah mendapat apa yang diinginkan, pasti kalian akan ditinggalkan,” ujarnya lagi.

Salah seorang buruh yang juga anggota FSBSI, Timusokhi Lase membantah semua yang disampaikan utusan perusahaan itu. Selaku salah seorang pejuang buruh, Timusokhi menyela Saudara Zebua.

“Panjang lebarnya apa yang kalian bicarakan malam ini, kami sebagai pejuang buruh tidak bisa mengambil keputusan. Dan persoalan ini sudah kami kuasakan kepada Ibu Siboro selaku Ketua DPD LSM Penjara, dan juga Ketua MPC FSBSI,” ujar Lase.

Saudara Zebua menyela lagi. “Aku kenal dengan Ibu Siboro tersebut. Dan ada 2 orang mereka di Pekanbaru. Yang satu rambutnya kriting-kriting merah. Yang satu pakai jilbab merah. Dan kami tidak ada urusan dengan Ibu Siboro,” tutur Zebua.

Dia melanjutkan, agar para buruh menyudahi gugatannya lewat serikat buruh FSBSI. “Sudahlah, apa kalian tidak kasihan dengan Isteri dan anak kalian ini?. Cobalah kalian pikirkan dan renungkan, disaat kalian tidur. Kalian tengoklah muka isteri dan anak kalian disaat tidur,” ujarnya.

Berkenaan dengan pertemuan itu, Na’atoso  Zalukhu dan kawan-kawan menyebut ada upaya memecah belah perjuangan para buruh. Yang dilukan oleh utusan perusahaan itu.

Dia beranggapan, pertemuan tersebut terkesan sudah di-setting. Dan hanya bertujuan untuk melemahkan semangat para Pejuang Buruh Harian Lepas (BHL).

Terbukti 3 hari sebelum, tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2019 di pagi hari, Nyonya Lukas selaku isteri Pendeta Gereja Betel Injil Sepenuhnya (GBIS) memberitahukan kepada jemaatnya yakni Na’atoso Zalukhu dan kawan-kawan dan menanyakan,  Kenapa kalian tidak bekerja, dan kok separah ini kejadiannya?

“Karena sedang dan terus berjuang untuk mempertahankan hak kami jawab Na’atoso Zalukhu dan kawan-kawan. Ya kalau begitu sudah, teruslah kalian berjuang. Tuhan menyertai kalian. Begitu kata Nyonya Lukas,” jelas Abun.

Pada saat Na’atoso Zalukhu cs menanyakan perihal informasi bahwa mereka melakukan perlawanan ke Nyonya Lukas, pihak perusahaan juga menekankan kepada Nyonya Lukas bahwa ada semacam ancaman kepada Na’atoso Zalukhu CS.

“Darimana ibu tahu masalah kami? Tanya Na’atoso Zalukhu dan kawan-kawan lagi. Saya tahu dari Sintua Yosef. Dan beliau telah dijumpai dan diberitahu oleh Bapak Irwansyah Sinaga selaku Mandor Panen,” jelas Abun.

Hai Pak Yosef, bilang sama jemaat-jemaat kalian yang di Afdeling XI ini, suruhlah orang itu bekerja dengan catatan mereka harus keluar terlebih dahulu dari keanggotaan FSBSI. Dan kalau tidak, akan kami usir jemaat kalian itu dari afdeling XI ini. Begitu ucapan Irwansyah selaku Mandor Panen di Afedeling XI tersebut,” demikian dijelaskan Abun sebagaimana disampaikan Nyonya Lukas.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*