Ancaman Krisis Pangan Rendahkan Martabat Manusia, Rehabilitasi Lahan Eks Tambang Angkat Harga Diri Bangsa

Ancaman Krisis Pangan Rendahkan Martabat Manusia, Rehabilitasi Lahan Eks Tambang Angkat Harga Diri Bangsa.

Ancaman krisis pangan yang mulai menghinggapi berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia merupakan penurunan derajat kemanusiaan sekaligus merendahkan martabat sebuah bangsa.

Oleh karena itu, jutaan hektar lahan bekas tambang yang dibiarkan terbengkalai harus segera direhabilitasi dan diolah kembali sebagai lahan untuk memproduksi hasil pertanian demi ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Demikian pula dengan begitu banyaknya lahan kritis di Tanah Air, yang belum diolah dengan baik untuk sumber pangan, harus dikembangkan untuk menghasilkan sumber-sumber pangan di masa depan.

Hal itu ditegaskan oleh Pengamat Kebijakan Publik Parahyangan Thomas Sitepu, usai bertemu dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Energi, Sumber Daya Manusia (Menko Kemaritiman) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kemenko Maritim, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (25/03/2019).

Menurut Aktivis Senior Angkatan 66 ini, sebuah bangsa akan sangat jatuh harkat dan martabatnya jika tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat di negerinya.

“Malu kita jika rakyat dan Negara kita selalu diperhadapkan dengan krisis pangan atau kerawanan pangan. Negeri kita memiliki lahan yang luas, subur, dan harusnya melimpah bahan makanan. Kok bisa mengalami krisis pangan? Harkat dan martabat Bangsa Indonesia jatuh,” tutur Thomas Sitepu, Selasa (26/03/2019).

Lebih lanjut, pria yang pernah menjadi anggota DPRD termuda di Jawa Barat ini menegaskan, saat ini, Indonesia memiliki jutaan lahan bekas tambang yang masih bisa direhabilitasi dengan cara yang efektif dan tidak mahal, untuk dijadikan ladang-ladang pertanian sumber pangan di masa depan.

Menurut Sitepu, tidaklah sulit mewujudkan swasembada pangan dan kedaulatan pangan di Indonesia. Seiring dengan visi misi pemerintah di dalam Nawacita, lanjutnya, seharusnya lading-ladang yang terlantar itu bisa segera direhab dan ditanami bahan pangan yang bagus-bagus.

“Banyak tenaga ahli terdidik di bidang pertanahan dan pertanian di Indonesia. Para pakar yang mengerti betul mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan itu. Kita semua bisa melakukannya. Pertaruhan kita saat ini, yakni menjaga harkat dan martabat bangsa ini dengan tidak membiarkan ancaman krisis pangan melanda. Lahan-lahan kritis dan eks tambang yang ditelantarkan itu harus segera diolah kembali,” tutur Thomas Sitepu.

Thomas mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan Menko Kemaritiman dan ESDM Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, rencana melakukan rehabilitasi lahan-lahan eks tambang dan lahan-lahan kritis untuk sumber pangan menjadi salah satu prioritas yang akan segera dilakukan.

“Pak Luhut Panjaitan sudah mengetahui dan menyatakan akan ditindaklanjuti,” ujar Thomas.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan