Anak Buah Tak Becus, Gubernur DKI Anies Baswedan Diminta Copot Dirut Perumda Pasar Jaya

Ada Dugaan Permainan Dalam Penempatan Kios Pedagang, Pejabat Pasar Senen Bertindak Semakin Aneh

Kok Dirut Perumda Pasar Jaya Belum Tahu Persoalan di Pasar Senen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta membersihkan sejumlah pejabat di Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya (Perumda Pasar Jaya) lantaran tidak menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di tingkat pedagang di Pasar.

Selain bertindak kian aneh, pejabat Perumda dinilai dengan sengaja tidak mematuhi proses hukum yang terjadi di Pengadilan.

Kuasa Hukum Pedagang Pasar Senen, Charles Hutahaean mengungkapkan, dugaan permainan dan sogok menyogok, maupun praktik korupsi masih langgeng terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Menurut Charles, sudah memasuki dua tahun persoalan hak Pedagang Lama yang diprioritaskan mendapat kios atau toko di Blok III Pasar Senen, tidak juga kelar.

Malah, ratusan kios yang masih kosong dibiarkan begitu saja. Alasannya, pasca renovasi Pasar Senen setelah kebakaran hebat 2012 lalu, masih menggantung kepentingan pengembang dengan Perumda Pasar Jaya.

“Malah pihak pejabat Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen, M Yamin Pane dan kawan-kawannya diduga kuat menjual diam-diam sejumlah kios kepada yang tidak memiliki hak. Ini kian memperkeruh penyelesaian persoalan yang dialami para pedagang. Dugaan suap dan permainan uang pun ramai dipercakapkan,” tutur Charles Hutahaean, di Jakarta, Kamis (07/03/2019).

Berlarut-larutnya pengembalian kios di Blok III Pasar Senen itu, lanjut pria yang akrab disebut Pengacara Rakyat itu, hanya bagian permainan para pejabat Perumda Pasar Jaya. Sebab, sesungguhnya, pedagang sendiri sudah mengantongi dan menyerahkan keabsahannya sebagai pedagang lama yang berhak atas kios baru itu, malah sengaja ditanggapi berbelit-belit oleh pihak Perumda Pasar Jaya.

Kemudian, dikarenakan tidak adanya itikad baik dari Perumda Pasar Jaya untuk menyelesaikan persoalan itu, pedagang pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) agar mengadili perkara itu dan menetapkan keputusan.

“Sudah ditemui baik-baik, sudah bersurat resmi, sudah bicara baik-baik, sudah menunjukkan bukti-bukti, sudah juga menyampaikan hak dan kewajiban, malah digantung terus. Alasannya, sudah ada yang memiliki kios, orang lain. Kok bisa orang lain yang membeli kios begitu? Sesuai peruntukannya dan kesepakatan pasca kebakaran pasar yang lalu kan kios-kios itu diprioritaskan bagi pedagang lama,” urai Charles.

Malah, penempatan kios bagi pedagang lama telah diundi di depan Notaris dan para pejabat Perumda Pasar Jaya dan Pengembangnya yakni PT Jakarta Real Property (PT JRP). Semua nama-nama sudah mendapat penempatannya, tetapi faktanya tidak diberikan ke pedagang lama.

“Malah yang berkembang sekarang, adanya isu SARA dilemparkan ke para pedagang agar pecah belah. Kemudian, sejumlah sepak terjang Kepala Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen, M Yamin Pane dan kawan-kawannya kian aneh dan mencurigakan,” jelas Charles.

Untuk meredam keresahan di Antara pedagang, Charles mengajukan perlindungan hukum kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dikarenakan proses hukum yang sudah ditempuh di pengadilan itu atas persoalan yang dihadapi pedagang.

Nah, masih dalam rangka meredam dan menjaga keamanan dan keteriban para pedagang untuk urusan kios-kios itu, Charles juga sudah menyampaikan kepada Kepala Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen, M Yamin Pane agar menahan diri dan menjaga kondusivitas Pasar Senen, hingga putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat keluar nantinya.

“Karena itu, kemarin Rabu 06 Maret 2019, pedagang membuat Pemberitahuan dan ditempeli di kios-kios, agar tidak diganggun gugat dan jangan dijual, hingga ada keputusan PN Jakpus. Kios-kios yang menjadi hak pedagang disegel,” ungkapnya.

Anehnya, pada Kamis 07 Maret 2019 sore hari, lanjut Charles Hutahaean, pihaknya mengecek ke Blok III Pasar Senen, pengumuman dan segel itu pun sudah disobek-sobek dan dibersihkan.

“Kami belum tahu siapa yang mencopoti. Ini akan kami laporkan ke Majelis Hakim PN Jakpus, supaya persoalan ini disidangkan dengan sidang setempat dan penentuan objek sengketa,” ujar Charles.

Investigator Pergoki Pertemuan Gelap Kepala UPB Senen

Investigator Pengacara Rakyat, Roni Rolas yang mengecek kondisi segel dan kondisi kios di Blok III Pasar Senen menyebutkan, semua segel dan pengumuman itu telah tercopot begitu dirinya mendatangi lokasi.

Dia pun memintai penjelasan kepada sejumlah pedagang di lokasi. “Mereka mengatakan ada sekitar lima orang lebih yang datang dan mencopoti segel. Pedagang tetangga itu tidak mengenal mereka. Tetapi mereka menduga kuat bahwa orang-orang itu adalah suruhan Kepala Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen, M Yamin Pane,” beber Roni Rolas, di Jakarta, Kamis (07/03/2019).

Roni juga menyambangi petugas keamanan Pasar Senen, namunn jawaban yang sama, tidak tahu dan tidak mengenal. “Para pedagang lainnya memang mengaku sudah kesal dan tidak menyukai perangai dan sepak terjang Yamin sebagai Manajer Pasar Senen, sebab suka-sukanya saja selama ini,” ujar Roni.

Dia mengungkapkan, pada Rabu sore (06/03/2019), seusai pihaknya membuat pengumuman di kios-kios dan segel, tanpa sengaja bertemu dengan Kepala Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Senen, M Yamin Pane dan sejumlah orang di sebuah warung minum di sebuah mall, di seberang Blok III Pasar Senen.

“Katanya sedang arisan. Karena ketangkap basah oleh kami, dia dan kawan-kawannya yang tidak dikenal itu segera membubarkan diri,” ujar Roni Rolas.

Nah, pada Kamis (07/03/2019), semua segel dan pengumuman sudah bersih dari kios. “Dari informasi yang kami kumpulkan, memang itu kerjaannya Yamin Pane,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan