Breaking News

Alami Kelangkaan Gas, Proyek 1 Desa 1 Outlet Pangkalan Mini PT Pertamina Didukung DPRD Sumut

Alami Kelangkaan Gas, Proyek 1 Desa 1 Outlet Pangkalan Mini PT Pertamina Didukung DPRD Sumut. Alami Kelangkaan Gas, Proyek 1 Desa 1 Outlet Pangkalan Mini PT Pertamina Didukung DPRD Sumut.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut) mendukung pelaksanaan proyek penyediaan 1 Desa 1 Outlet Pangkalan Mini. Proyek ini adalah program mengatasi kelangkaan gas di masyarakat Sumut.

Kelangkaan gas 3 kilogram bersubsidi, direspon PT Pertamina dengan mengadakan Program Satu Desa atau Nagori, Satu Outlet Pangkalan Mini.

Namun, Anggota Komisi B DPRD Sumut, Richard Sidabutar mengingatkan, agar PT Pertamina berlaku fair ketika memroses seluruh permohonan yang masuk. Dengan tidak pandang bulu atau memilah-milah soal kepentingan.

Richard menegaskan, pihaknya akan mengawal program tersebut. Untuk memastikan program itu berjalan sebagaimana mestinya.

Sehingga bukan hanya akan membawa manfaat kepada masyarakat juga tidak akan ada lagi kelangkaan gas atau harga yang melonjak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Agen juga jarus harus fair menanggapi proses permohonan membuka pangkalan mini dari masyarakat yang ada di tiap Nagori. Jangan ada KKN,” ujar Richard Sidabutar, Minggu (18/08/2019).

Jika dalam pelaksanaannya ada agen yang memonopoli, atau jika ada indikasi menguasai pangkalan mini  dengan mengarahkan orang tertentu dalam Pembukaan Pangkalan Mini, Richard memastikan akan dilakukan pemutusan kerja sama.

Atau, apabila ditemukan ada penguasaan oleh hanya pada keluarga atau orang tertentu saja, dengan tidak menanggapi pihak lain, maka Pertamina harus memberi sanksi tegas kepada agen tersebut.

“Bila perlu, segera dilakukan pemutusan kerjasama dengan agen tersebut,” katanya.

Dari pengamatan Sinar Keadilan  di Kabupaten Simalungun, dari 386 Desa atau Nagori, ada 172 Desa atau Nagori yang masuk dalam program Pertamina ini. Setiap desa ini berpeluang membuka Pangkalan Mini.

Pertamina menunjuk sebanyak 13 agen di setiap desa. Agen-agen itu diminta menindaklanjuti dengan mengajukan berkas-berkas dan dokumen yang diperlukan ke PT Pertamina.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) untuk Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo mengatakan, untuk program ini, terkhusus untuk Kabupaten Simalungun, seluruh permohonan pengajuan pembukaan pangkalan mini di nagori se-Kabupaten Simalungun diinformasikan kepada Pertamina Medan.

“Informasi permohonan pembukaan pangkalan mini dari Kabupaten Simalungun yang sudah masuk, saya tegaskan, berkasnya telah diserahkan ke agen di Kabupaten Simalungun,” tutur Roby, saat ditemui Sinar Keadilan, di kantornya, Jalan KL Yos Sudarso, Nomor 8-10, Medan.

Roby beharap, semua kelengkapan berkas antara lain KTP, No telepon,  Kartu Keluarga dan Surat keterangan dari kepala Desa (Pangulu) segera dilengkapi.

Roby mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan agen yang ada di Kabupaten Simalungun untuk kepastian berkas- berkas yang masuk.

“Dalam memberi rekomendasi kepada masyarakat, agen haruslah adil dan mengikuti prosedur. Mana yang memenuhi syarat itu yang diproses,” ujarnya.

Warga Nagori Bayu Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, AS Sinaga menyampaikan rasa syukurnya kepada PT Pertamina dengan adanya program itu.

“Di Nagori kami ini memang tidak ada pangkalan. Sehingga kami sering bingung harus kemana membeli gas 3 kilogram. Apalagi bila gas lagi langka. Kalau pun ada, biasanya harga sangat tinggi. Semoga bila sudah ada pangkalan mini di sini, kami tidak kesusahan lagi mendapatkan gas,” tutur Sinaga.

Senada dengan Sinaga, Dewi, warga Kecamatan Gunung Maligas, Nagori Silau Bayu dan Nursuah  dari Kecamatan Tapian Dolok, Nagori Negeri Bayu Muslimin juga mengeluhkan hal yang sama.

“Di tempat kami masyarakat membeli gas 3 kilogram dengan harga tinggi. Padahal sepengetahuan kami, gas 3 kilogram itu mendapat subsidi dari Pemerintah,” ujar Dewi.

Dengan adanya program yang dilakukan PT Pertamina itu, kiranya menolong warga. “Kami berharap, setelah program pangkalan mini tersebut berdiri di Nagori kami, kesulitan akan ketersediaan gas 3 kiligram tidak lagi terjadi. Kiranya, semua warga bisa membeli gas dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” tambah Nurusuah.(AS)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*