Akui Tak Kenal Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman, Mantan Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Minta Maaf Di Persidangan

Akui Tak Kenal Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman, Mantan Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Minta Maaf Di Persidangan. – Foto: Mantan asisten pribadi (Aspri) Eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul ulum. (Net).
Akui Tak Kenal Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman, Mantan Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Minta Maaf Di Persidangan. – Foto: Mantan asisten pribadi (Aspri) Eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul ulum. (Net).

Mantan asisten pribadi (Aspri) Eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul ulum, yang menjadi terdakwa kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyampaikan permintaan maaf karena sempat menyinggung nama Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi dan Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Adi Toegarisman.

Hal itu disampaikan Ulum usai sidang pembacaan pledoi dirinya secara virtual dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (9/6/20) malam.

“Saya juga dalam kesempatan ini tadi juga dalam majelis saya sampaikan permohonan maaf saya kepada pertama Bapak Achsanul Qosasi beserta keluarga besarnya. Yang kedua kepada Bapak Adi Toegarisman beserta keluarganya, terkait dalam persidangan saya singgung, seluruhnya saya mohon maaf,” kata Ulum.


Ulum menegaskan, dirinya tidak pernah bertemu, tidak pernah berkomunikasi dan tidak mengenal Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman, maupun orang suruhannya.

“Saya menyatakan di persidangan juga bahwa saya tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan suruhannya beliau (Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman),” tegasnya.

“Saya tidak bertemu. Karenanya saya minta maaf kepada beliau, terlebih hari ini masih bulan Syawal, masih suasana lebaran, sekali lagi saya meminta maaf,” tandasnya.


Sebelumnya, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi sudah membantah kesaksian Miftahul Ulum, dalam sidang kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI yang digelar pada Jumat (15/5/20) lalu.

Dalam sidang itu, Ulum menyebut ada aliran dana senilai Rp 3 miliar ke Achsanul Qosasi untuk mengamankan temuan BPK.


“Kasus ini adalah kasus dana Hibah KONI yang diperiksa oleh BPK tahun 2016. Pemeriksaan Hibah KONI belum periode saya. Surat Tugas Pemeriksaan bukan dari saya. Saya memeriksa Kemenpora tahun 2018 untuk pemeriksaan Laporan Keuangan,” kata Achsanul dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/20).(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan