Aktivis Nasional Ratna Sarumpaet Dianiaya; Geprindo: Pengeroyokan Itu Terkutuk!

Aktivis Nasional Ratna Sarumpaet Dianiaya; Geprindo: Pengeroyokan Itu Terkutuk!

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL, POLITIK
17
0
Sidang Perdana Perkara Penyebaran Informasi Hoax, Ratna Sarumpaet Hadapi Dakwaan Jaksa.

Aksi penganiayaan berupa pengeroyokan yang terjadi kepada Aktivis Nasional Ratna Sarumpaet adalah tindakan biadab dan terkutuk.

Jal itu disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak, menanggapi aksi brutal yang dialami aktivis gaek Ratna Sarumpaet.

“Aksi premanisme terhadap Ibu Ratna Sarumpaet dengan cara mengeroyok merupakan aksi pengecut. Kita kutuk aksi pengeroyokan tersebut dan mendesak pihak kepolisian untuk cepat bertindak. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut sebagaimana kasus Novel Baswedan,” tutur Bastian, di Jakarta, Selasa (02/10/2018).

Aksi main hakim sendiri dengan cara-cara premanisme, menurut Bastian, semakin menguatkan dugaan bahwa rezim ini telah gagal mengayomi warga negaranya.

Bayangkan saja, lanjut Bastian, bila penyidik KPK, dan kini aksi pengeroyokan menimpa aktivis nasional Ratna Sarumpaet terjadi di negara hukum. “Kemana pemimpin negeri ini? Patut diduga aksi pengeroyokan tersebut sudah diskenariokan,” ujarnya.

Dia pun meminta, pihak kepolisian harus cepat bertindak, harus adil menangani kasus pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet. “Jangan karena beliau selama ini kritis dan dianggap oposisi, pihak kepolisian lamban menanganinya,” ujar Bastian mengingatkan.

Bastian menerangkan, sebelum aksi brutal yang dialami Ratna Sarumpaet ini, perempuan setengah baya itu sangat sering dihalangi mengadakan diskusi tentang Pancasila bersama Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI). Harusnya, lanjut dia, pihak kepolisian sudah bisa mencegah aksi pengeroyokan tersebut dan jangan malah ikut-ikutan menghalangi kegiatan tersebut.

“Kita kutuk aksi pengeroyokan itu dan pihak kepolisian pasti mudah mengungkapnya kecuali pihak kepolisian enggan mengungkapnya. Insiden ini semakin memperburuk wajah demokrasi dan penegakkan hukum di Indonesia. Sepertinya ada pembiaran persekusi dan aksi premanisme terhadap tokoh-tokoh kritis dan oposisi,” pungkas Bastian.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like