Breaking News

Aktivis Mahasiswa Se-Jawa Timur Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Korupsi 2019

Aktivis Mahasiswa Se-Jawa Timur Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Korupsi Pemilu 2019.

Para aktivis mahasiswa dari Kelompok Cipayung dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyatakan dukungan terus terhadap pemberantasan korupsi.

Selain itu, deklarasi Pemilu Damai juga menjadi konsern para mahasiswa dan pemuda, yang menggelar Jambore Pemuda Jatim 2018 itu.

Ketua Panitia Jambore Kebangsaan dan Kewirausahaan Jawa Timur 2018, Tatang Sugiarto menyatakan, deklarasi Pemilu Damai dan Anti Korupsi menjadi gerakan bersama para pemuda dan mahasiswa yang digulirkan dalam Jambore tersebut.

Kegiatan bertajuk Jambore kebangsaan dan kewirausahaan Jawa Timur tahun 2018 itu, diikuti oleh organisasi ekstra kampus seperti GMNI, HMI, PMII, GMKI, PMKRI, IMM, KAMMI, KMHDI, Pemuda Muslimin dan organisasi intra kampus yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Jawa Timur, serta komunitas pemuda dan perwakilan BEM yang ada di Jawa Timur.

Jambore diselenggarakan untuk menciptakan suasana Jawa Timur yang kondusif. Para pemuda akan bergerak sebagai motor dalam menjaga kondusifitas pemilu tahun 2019.

“Dengan menghasilkan deklarasi pemilu damai ini mari kita jaga bersama pemilu 2019 agar berjalan dengan damai,” tutur Tatang, di sela penutupan Jambore yang digelar di Ubaya Training Center, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/12/2018).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Jawa Timur, Nabrisi Rohid mengungkapkan, selain deklarasi pemilu damai, pada kegiatan jambore pemuda itu tetap mendorong mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan, terutama dalam pemberantasan korupsi.

“Kita sebagai generasi penerus bangsa akan terus melawan korupsi yang telah menggerogoti bangsa ini” ujar Naha, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Naha menegaskan bahwa masalah korupsi memang menjadi perhatian serius dari para aktivis. Karena demikian pentingnya masalah tersebut, maka tidak mengherankan jika berbagai produk hukum yang lahir di era reformasi memiliki spirit memberantas tindak pidana korupsi.

“Inilah panggilan dan tugas kita sebagai pemuda dan mahasiswa. Mari kita bersatu untuk mendukung para penegak hukum di negara ini untuk melawan dan memberantas korupsi,” tutup mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Tuban tersebut.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*