Aksi Pengeroyokan Seorang Wartawan di Sirombu, Kades Juga Melapor ke Polisi

Aksi Pengeroyokan Seorang Wartawan di Sirombu, Kades Juga Melapor ke Polisi. – Foto: Kepala Desa Fadoro, Sirombu, Nias Barat. (Ist)
Aksi Pengeroyokan Seorang Wartawan di Sirombu, Kades Juga Melapor ke Polisi. – Foto: Kepala Desa Fadoro, Sirombu, Nias Barat. (Ist)

Sirombu, Nias Barat, Sinarkeadilan.com – Setelah heboh pengeyorokan dilakukan oknum Kepala Desa Fadoro di Sirombu, Nias Barat kepada seorang wartawan dilaporkan ke Polisi, Kepala Desa Fadoro juga melaporkan hal yang sama ke Polsek Sirombu.

Kepala Desa Fadoro menampik telah terjadi pengeroyokan yang dilakukannya bersama adiknya kepada seorang warga yang ternyata adalah seorang wartawan bernama Hasan Hia di Sirombu.

“Tidak benar ada pengeroyokan itu. Dan kami sudah melaporkan juga kejadian itu ke Polsek Sirombu,” ujar Kepala Desa Fadoro kepada Sinarkeadilan.com, Senin (27/07/2020).

Kapolsek Sirombu, Ipda Osiduhuho juga membenarkan ada laporan dari Kepala Desa Fadoro atas peristiwa itu di Polsek.

“Kedua belah pihak sama-sama melaporkan. Dan kami masih melakukan penyelidikan dan pengujian secara tepat dan detail atas persoalan itu,” ujar Kapolsek Sirombu, Ipda Osiduhuho kepada Sinarkeadilan.com.

Sebelumnya, seorang wartawan mengalami pengeroyokan yang dilakukan oleh Kepala Desa bersama adik Sang Kades.

Kejadian itu terjadi di Desa Fadoro, Sirombu, Nias Barat pada Sabtu (26/07/2020). Sekitar Pukul 11.00 WIB, Hasan Hia yang merupakan wartawan di Xnews.id hendak membantu sejumlah rekannya yang membangun sebuah usah Gudang Perabotan.

Hasan Hia menjadi korban pengeroyokan dari Kepala Desa FHH bersama adik sang Kades berinisial IPH.

Hasan Hia menuturkan, awalnya, dia bersama warga sedang duduk santai sambil memantau pekerja bangunan perobot miliknya.

Tiba-tiba seseorang datang. Pria berinisial IPH yang diketahui adalah adik kandung Kepala Desa Fadoro itu memarahi para pekerja. Kemudian mengklaim lahan itu sebagai miliknya.

Hasan Hia mencoba mengajak IPH untuk membicarakan hal ini secara baik-baik, dan menanyakan maksud dan tujuan kedatangan IPH ke lokasi itu.

IPH marah-marah dan emosi. Hasan Hia menyarankan untuk memanggil Kepala Desa yang juga sebagai abang kandungnya.

“Tujuannya, agar kami duduk bersama dan membahas terkait tanah ini secara baik-baik,” jelas Hasan Hia.

IPH pergi untuk memanggil abang kandungnya FFH  yang juga sebagai Kades Fadoro. Kemudian, IPH datang dengan membonceng FFH  di sepeda motor. Tampak FHH juga sudah emosi.

Bukannya meredakan keadaan, FHH malah mengancam dengan nada marah kepada Hasan Hia. “Memarahi saya dengan nada keras, sembari mengklaim tanah itu sebagai tanah miliknya,” tutur Hasan Hia.

Namun, Hasan Hia yang menjadi korban pengeroyokan menjelaskan, bahwa tanah itu adalah tanah milik kakeknya yang juga diturunkan ke orang tuanya.

“Hingga diwariskan ke saya. Kalau memang bukan punya saya, tak berani saya membangun di tanah itu,” jawab Hasan Hia ketika FHH mencecarnya.

Belum sempat ada percakapan lanjutan, FHH bersama adiknya langsung melakukan pengeroyokan kepada Hasan Hia. Pengeroyokan itu mengakibatkan mata dan kepala sebelah kanan korban lebam. Kemudian terjadi luka-luka di bagian tangan dan kaki akibat pengeroyokan dan penganiaya tersebut.

Salah Seorang Anak Ipar Hasan Hia yang menyaksikan peristiwa itu menyampaikan, dirinya sempat melakukan perekaman dan memotret pada saat kejadian itu.

Tiba-tiba ada salah seorang di pihak pelaku mengambil HP tersebut. Dan langsung menghapus semua. Menurut Hasan Hia, itu dilakukan pelaku untuk menghilangkan barang bukti.

Hasan Hia yang menjadi korban pengeroyokan itu dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis. Setelah divisum,  bersama kakak kandungnya, Hasan Hia pun langsung membuat laporan di Polsek Sirombu.

Usai menjenguk adiknya Hasan Hia, kakaknya pulang ke rumah dan mendapati rumahnya mengalami kebakaran. Kobaran api tersebut sempat dipadamkan warga dan personel Polsek yang hendak melakukan olah TKP.

Keluarga korban menduga, hal ini rangkaian kejadian adanya unsur perencanaan dari oknum tertentu.

“Aneh setelah saya dianiaya oleh pelaku, kok sorenya terjadi kebakaran rumah abang saya. Kami curiga adanya rencana dari pihak pelaku,”ujar Hasan Hia.

Hasan Hia dan keluarganya berharap, aparat Kepolisian segera mengusut tuntas kejadian dan penganiayaan yang dialaminya, serta dugaan pembakaran rumah kakaknya.

Kapolsek Sirombu, Ipda Osiduhugo Daely membenarkan telah menerima laporan korban terkait penganiayaan tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP sorenya,” ujar Osiduhugo Daely.(fdodogulo)faahakhododo

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan