Aksi KPK OTT Direksi Perum Perindo, Tolak Revisi UU KPK, Nelayan Dukung KPK Berantas Korupsi

Aksi KPK OTT Direksi Perum Perindo, Tolak Revisi UU KPK, Nelayan Dukung KPK Berantas Korupsi.
Aksi KPK OTT Direksi Perum Perindo, Tolak Revisi UU KPK, Nelayan Dukung KPK Berantas Korupsi.

Aksi KPK menangkap sejumlah direksi perusahaan umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) diacungi jempol. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyatakan tetap mendukung KPK melakukan pemberantasan korupsi di sektor perikanan.

Karena itu, upaya pelemahan KPK lewat berbagai cara, terutama lewat revisi Undang-Undang KPK oleh pemerintah dan DPR layak dilawan. Sebab revisi UU KPK itu akan mengebiri kinerja KPK memberantas korupsi di Tanah Air.

Hal itu disampaikan, Ketua DPP KNTI Marthin Hadiwinata, begitu mengetahui KPK kembali menangkap Direktur Utama Perum Perindo, atas dugaan korupsi di sektor perikanan.

“KNTI mendukung KPK memberantas korupsi. Reformasi kok dikorupsi. Batalkan Capim korup di KPK. Pelemahan KPK mutlak harus dilawan. KPK silakan tangkapi dan usut semua orang-orang Perum Perindo itu,” tutur Marthin Hadiwinata, dalam siaran persnya, Selasa (24/09/2019).

Dia mengatakan,  tanpa KPK, laut dan sumber daya yang terkandung di dalamnya akan habis dijarah. Nelayan akan terampas ruang dan kehidupannya.

“Telah terbukti koruptor dari mulai suap terkait RZWP3K, izin reklamasi, hingga terkini izin importase ikan dipenjarakan oleh KPK. Pendekatan luar biasa terhadap kejahatan korupsi mutlak diperlukan,” tegas Marthin Hadiwinata.

KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, KPK menangkap Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo), Risyanto Suanda.

Risyanto ditangkap bersama Direktur Keuangan Arief Goentoro dan Direktur Operasional Farida Mokodompit. Penangkapan itu diduga terkait dengan kasus dugaan suap.

Penyidik KPK mengamankan sembilan orang dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung di Jakarta dan Bogor, Senin (23/9/2019).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, tiga dari sembilan orang yang ditangkap merupakan direksi Perum Perikanan Indonesia.

“KPK mengamankan total 9 orang di Jakarta dan Bogor pada siang dan malam ini. Tiga orang diantaranya adalah jajaran Direksi dan sisanya pegawai Perum Perindo, serta pihak swasta importer,” ujar Laode.

Laode menuturkan, operasi tangkap tangan tersebut adalah tindak lanjut dari dugaan akan terjadinya transaksi antara pihak swasta dengan diremsi BUMN bidang perikanan.

Menurut Laode, sembilan orang yang ditangkap telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK dan sedang diperiksa secara intensif. Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

“Sisanya pegawai Perum Perindo, serta pihak swasta importer,” ujarnya.

Uang sejumlah ratusan juta rupiah turut disita dalam OTT tersebut. Diduga, uang tersebut merupakan barang bukti suap. OTT diduga terkait izin impor ikan jenis tertentu. Saat ini, para pihak yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan