Ajak Kalangan Muda Geluti Bisnis Pendidikan, Kaum Milenial Punya Sejumlah CEO Muda Inspiratif

Ajak Kalangan Muda Geluti Bisnis Pendidikan, Kaum Milenial Punya Sejumlah CEO Muda Inspiratif.
Ajak Kalangan Muda Geluti Bisnis Pendidikan, Kaum Milenial Punya Sejumlah CEO Muda Inspiratif.

Kalangan muda atau yang akrab disebut Kaum Milenial diajak menggeluti bisnis pendidikan yang sangat menjanjikan. Selain menjanjikan, usaha ini juga telah banyak dirintis oleh kalangan muda yang kini bisa dijadikan inspirasi.

Barisan Milenial Jakarta, Theopilus Silaen Tampubolon mengatakan, tidak sedikit anak muda berusia 20-an tahun yang telah menunjukkan hasil gemilang karena menggeluti bisnis pendidikan itu.

“Ada sejumlah Chief Executive Officer atau CEO muda inspiratif, meski masih di usia 20-an tahun, sudah menunjukkan kebolehannya menggeluti bisnis pendidikan. Mereka jadi inspirasi-inspirasi baru kaum milenial di tahun 2020 ini,”tutur mahasiswa Fakultas Hukum sebuah Universitas Ternama di Jakarta yang akrab disapa Theo ini, Sabtu (11/01/2020).

Theo menyebut, bisnis di bidang pendidikan memang belum banyak disorot masyarakat. Padahal, bisnis di bidang ini sering ditemui dengan mudah. Sebagai contoh, kursus bahasa asing dan bimbingan belajar (bimbel).

“Beragamnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan di Indonesia, membuat bisnis pendidikan di Indonesia menggeliat,”ujarnya.

Dia menyebut beberapa pemimpin muda berbisnis pendidikan di Indonesia yang inovatif dan edukatif.

Adamas Belva Syah Devara, CEO Ruang Guru. Pria kelahiran tahun 1990 ini merupakan pendiri ruangguru.com. Sebuah platform aplikasi yang memberi bimbel melalui video tutorial mata pelajaran sesuai kurikulum sekolah. ruangguru.com juga menghubungkan guru dengan siswa melalui aplikasinya. Saat ini pengguna ruangguru.com telah mencapai  15 juta orang.

“Adamas saat ini dipercaya Presiden Jokowi sebagai staf khusus dan meraih dua gelar magister dari dua kampus ternama dunia, Harvard dan Stanford,”ujarnya.

Hamzah Izzulhaq, CEO Hamasa Indonesia. Hamzah baru berusia 26 tahun tapi dirinya sudah memiliki perusahaan sendiri bernama Hamasa Indonesia.

Pada awalnya, Hamzah hanya iseng-iseng bergabung di usaha franchise bimbingan belajar bernama Bintang Solusi Mandiri, pada tahun 2011. Saat dirinya masih mahasiswa. Tapi lama-kelamaan, dia sadar kalau usaha ini sesuai dengan passion-nya dan bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Hamzah termasuk 50 orang yang disebut Youth Creative oleh majalah Marketeer tahun 2015. Hamasa Indonesia merupakan perusahaan waralaba di bidang pendidikan informal berupa bimbel dengan biaya yang terjangkau.

Fredy Napitupulu, CEO Stanbrain. Pria 26 tahun asal Sumatera Utara, membuktikan bahwa umur bukanlah ukuran mutlak untuk memimpin suatu Perusahaan.

Adalah dengan dengan label Stanbrain Pendidikan Indonesia atau dikenal dengan nama Stanbrain merupakan bisnis atau perusahaan yang digawanginya hingga saat ini.

Di usianya yang masih tergolong muda, Fredy telah memimpin lebih dari 1000 karyawan. Bisnisnya tersebut kini sudah memiliki 42 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bisnis pendidikan memang tak pernah mati, apalagi banyak pelajar yang mengidam-idamkan dapat berkuliah di kampus favorit.

Stanbrain.com sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan non formal. Berupa bimbingan belajar untuk dapat lolos ke kampus favorit yaitu Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN).

Fredy merupakan alumni PKN STAN, salah satu perguruan tinggi terfavorit di Indonesia. Walau kebanyakan alumni PKN STAN berkarir di Kementerian Keuangan, Fredy memilih untuk berkarir di Stanbrain. Dan pada tahun 2013 dia resmi menjadi Pemilik sekaligus CEO dengan cara men-take over bisnis milik seniornya dulu di bangku kuliah PKN STAN.

“Inspirasi banget bukan? Sebagai generasi muda, mereka patut banget dijadikan inspirasi anak muda,” ujarnya.(JR)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*