Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI Jakarta, Segera Samakan Persepsi, Program Perlindungan Sosial Mesti Dilakukan Tepat Sasaran dan Transparan

Sekjen Seknas Fitra, Misbah Hasan: Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI Jakarta, Segera Samakan Persepsi, Program Perlindungan Sosial Mesti Dilakukan Tepat Sasaran dan Transparan.
Sekjen Seknas Fitra, Misbah Hasan: Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI Jakarta, Segera Samakan Persepsi, Program Perlindungan Sosial Mesti Dilakukan Tepat Sasaran dan Transparan.

Terpilihnya politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jarta, menggantikan posisi yang ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno sejak Pilpres 2019 lalu, mendapat angin segar dari berbagai kalangan.

Ahmad Riza Patria yang dikenal sebagai mantan aktivis dan juga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu diminta segera menyamakan persepsi dengan Gubernur Anies Rasyid Baswedan. Sebab, banyak program dan tugas-tugas yang harus dilakukan A Riza Patria di tengah jalan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Sekjen Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) Misbah Hasan menyampaikan, hal pertama yang perlu segera dilakukan Ahmad Riza Patria setelah terpilih sebagai Wagub DKI Jakarta adalah penyamaan persepsi dengan Gubernur.

“Tantangan Wagub yang baru bergabung di tengah jalan adalah penyamaan persepsi dengan Gubernur saat ini, dalam menjalankan Pemerintahan DKI ke depan, karena visi misi tidak sejak awal dibangun bersama,” tutur Misbah Hasan, Selasa (07/04/2020).

Kemudian, yang perlu dilakukan oleh Gubernur dan Wagub adalah pembagian peran yang jelas. Apalagi di tengah kondisi perekonomian yang mulai mengalami pelemahan karena covid-19.

Menurutnya, Wagub bisa mengambil alih komunikasi antara Pemda DKI dengan Pemerintah Pusat yang kurang baik selama ini. Sehingga antisipasi pelemahan ekonomi di DKI dan nasional bisa bersinergi. Misalnya, dalam kasus penanganan banjir, kemacetan, dan penanganan covid-19 saat ini.

“Agar Provinsi DKI tidak sering berseberangan dengan Pemerintah Pusat. Pak Riza Patria kan dari Gerindra yang saat ini sudah masuk Pemerintahan Jokowi, ini yang mesti diperankan lebih strategis,” ujar Misbah Hasan.

Selanjutnya, menurutnya, dikarenakan sendirian, kerja praksis Gubernur saat ini lemah. “Ini yang harus ditutup dan diperankan oleh Wagub. Misalnya, program social safety-net bagi warga DKI yang terdampak covid-19, Wagub bisa mengambil  peran untuk memastikan program-program perlindungan sosial di DKI transparan dan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kebingungan maupun chaos di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan di sektor Ekonomi, dikatakan dia, Wagub bisa berperan lebih, misalnya  meyakinkan para investor yang sudah masuk di DKI untuk tidak panik dan mencabut investasinya. Wagub juga harus memastikan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan akibat covid-19 ini.

“Dan, Wagub juga mencari sumber-sumber pendapatan lainnya di tengah kondisi ekonomi yang melemah. Dalam jangka panjang, Wagub juga bisa membuat akselerasi kebijakan yang selama ini lambat ditangani, misalnya penanganan banjir, kemacetan, pengelolaan sampah, dan lain-lainnya,” tutur Misbah Hasan.

Oleh karena itu, dia mengatakan, Gubernur DKI juga harus berbagi tugas dan peran. Dengan memberikan ruang yang lebih leluasa bagi Wagub untuk melakukan kerja-kerja tersebut.

“Apalagi masa periodesasi Anies Baswedan tidak lama lagi, hingga 2022. Begitu masuk tahun terakhir periode, pasti nuansa politiknya meninggi. Bisa jadi Wagub maju mencalonkan diri jadi gubernur berikutnya,” tandasnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan