Ah, Jabatan di BUMN, Ahok, Lupakan Saja!

Ah, Jabatan di BUMN, Ahok, Lupakan Saja!
Ah, Jabatan di BUMN, Ahok, Lupakan Saja!

Gara-gara Ahok, muncul lagi riak-riak pro kontra. Terutama di BUMN. Daripada mengganggu stabilitas politik, sebaiknya enggak usah urusi Ahok. Lupakan saja Ahok.

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya’roni mengatakan, sebetulnya Presiden Jokowi sudah memulai pemerintahan ini dengan dengan langkah yang tepat. Pertama, mengajak Partai Gerindra masuk pemerintahan. Kedua, meredam ketidakpuasan Partai Nasdem.

Dinamika politik yang tadinya bergejolak berangsur-angsur menjadi sejuk terkendali. Keterbelahan antara kampret-cebong juga sudah tidak ada.

“Sayangnya situasi kondusif kembali gaduh tatkala muncul ide memasukkan Ahok sebagai petinggi BUMN. Resistensi terhadap Ahok masih sangat besar. Sayang bila situasi yang sudah kondusif kembali gaduh hanya gara-gara Ahok,” ujar Sya’roni, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia, lebih baik energi bangsa ini dipergunakan untuk memikirkan kondisi kenegaraan yang kian mengkhawatirkan. Lihat, kata Sya’roni,  laporan ekonomi teraktual, defisit APBN membengkak menjadi Rp. 289,1 triliun atau 1,8 % dari PDB.

“Penerimaan tidak mencukupi untuk menutup pengeluaran Negara,” ujarnya.

Sejumlah lembaga keuangan juga dilaporkan sedang berdarah-darah. Selain BPJS Kesehatan, ada Bumiputera, Jiwasraya dan Bank Muamalat. Jika kasus ini tidak tertangani dengan baik, bisa menimbulkam goncangan ekonomi sebagaimana skandal bail-out Bank Century.

“Lebih baik Presiden Jokowi fokus pada perbaikan ekonomi. Tidak perlu memaksakan Ahok masuk BUMN. Rasanya tidak pantas ekonomi goncang hanya gara-gara memikirkan Ahok,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan