Agus Winoto Ditahan KPK, Jabatan Aspidum di Kejaksaan Tinggi DKI Diisi Orang Dekat Jaksa Agung HM Prasetyo Yaitu Robertus Tacoy

Agus Winoto Ditahan KPK, Jabatan Aspidum di Kejaksaan Tinggi DKI Diisi Orang Dekat Jaksa Agung HM Prasetyo Yaitu Robertus Tacoy.
Agus Winoto Ditahan KPK, Jabatan Aspidum di Kejaksaan Tinggi DKI Diisi Orang Dekat Jaksa Agung HM Prasetyo Yaitu Robertus Tacoy.

Dengan alasan untuk menjaga akuntabilitas, jabatan Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Aspidum Kejati DKI) yang sebelumnya disandang Agus Winoto kini telah digantikan dan diisi oleh pejabat kejaksaan yang dikenal dekat dengan Jaksa Agung HM Prasetyo yaitu Robertus Tacoy.

Sedangkan Agus Winoto sendiri kini sedang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus OTT Jaksa oleh KPK pada Jumat, 28 Juni 2019 lalu.





Proses pergantian di struktural Kejati DKI itu telah berlangsung. Kejati DKI Jakarta merombak sejumlah jabatan strategis menyusul tiga oknum jaksa internalnya yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (29/06/2019) lalu.

Sejumlah jabatanyang dirombak itu antara lain, jabatan Asisten Pidana Umum (Aspidum), Asisten Intelijen (Asintel) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri membeberkan, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, jabatan Aspidum yang sebelumnya dijabat oleh Agus Winoto kini digantikan Roberthus Tacoy. Sementara jabatan Robertus Tacoy yang sebelumnya sebagai Asintel kini digantikan oleh Teuku Rahman, mantan Kajari Jakarta Timur.





Sedangkan jabatan Teuku Rahman kini digantikan oleh Yudi Kristiana, mantan Kajari Salatiga yang juga pernah bertugas di KPK.

“Pelantikan para pejabat baru tersebut telah dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 2 Juli 2019,” kata Kepala Pusat Penerangam Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri di kantornya, Rabu (03/07/2019).

Lebih lanjut, Mukri juga mengungkapkan, alasan dirombaknya sejumlah jabatan strategis di Kejati DKI. “Dalam rangka menjaga akuntabilitas dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas penegakan hukum,” ujarnya.





Sebelumnya diberitakan, Kejagung telah menyimpulkan tiga oknum jaksa yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (29/06/2019), telah melanggar kode etik dan prilaku jaksa.

Ketiga oknum jaksa itu diketahui berasal dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, yakni Kasubsi Penuntutan Yadi Herdianto, Kasi Kamnegtibum TPUL Yuniar Sinar Pamungkas dan Asisten Tindak Pidana Umum Agus Winoto.(Richard)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*