Advokat Indonesia Maju (AIM): Capres Prabowo ‘Gila’

Advokat Indonesia Maju (AIM): Capres Prabowo ‘Gila’

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL, POLITIK
25
0
Konperensi Pers Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin-Advokat Indonesia Maju (AIM), , di Rumah Cemara Jokowi, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Dianggap sering melontarkan pernyataan tanpa data dan fakta, Prabowo Subianto dilaporkan sebagai orang gila atau sakit gangguan mental alias sakit jiwa.

Sejumlah advokat yang tergabung dalam Advokat Indonesia Maju (AIM) itu juga menuding pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno bersama tim kampanyenya, sering berulah membuat kisruh dan menyinggung perasaan kelompok-kelompok yang merasa terhina oleh pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh kubu Prabowo-Sandi.

Ketua Umum Advokat Indonesia Maju (AIM) Sandi Ebenezer Situngkir menyampaikan somasi atau surat terbuka kepada pasangan presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno beserta Tim Pemenangannya.

“Dalam bahasa hukumnya, dikategorikan adanya dugaan ketidakmampuan secara rohani dan jasmani,” tutur Sandi Ebenezer Situngkir, saat menggelar jumpa pers, di Rumah Cemara Jokowi, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Sandi melanjutkan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno bersama Badan  Pemenangan Nasional (BPN) dan para pendukungnya, sering memberikan informasi-informasi yang tidak benar.

Sandi menerangkan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melakukan provokasi yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Seperti, menyatakan Ratna Sarumpaet adalah korban penganiayaan dan menyerang Kapolri dengan mengatakan Polri tidak profesional. Padahal, Ratna Sarumpaet dkk sengaja membuat cerita yang tidak benar.

Kemudian, Prabowo Subianto juga merendahkan derajat kemanusiaan dalam kasus “Orang Boyolali”, Sandiaga Uno menyampaikan Tempe Setipis ATM, Amien Rais menyamakan divestasi saham 51% untuk Pemerintah Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan Tenaga Kerja Asing (TKA) membanjiri Indonesia, merendahkan derajat tukang ojek. Prabowo menyatakan banyak korban dalam proyek infrastruktur karena pelaksananya korupsi, pertumbuhan ekonomi yang buruk. Prabowo menyatakan 99% Rakyat Indonesia hidup pas-pasan.

Semua itu, ditegaskan Sandi, adalah perbuatan melanggar Psal 1365 KUHPerdata junto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dan, informasi hoax yang disampaikan oleh pasangan presiden nomor urut 2 tersebut diduga terus menerus dilakukan.

“Kalau teman-teman sekalian dalami, sejak ditetapkan menjadi capres dan cawapres, kita melihat, kalau kita kliping semua pemberitaan-pemberitaan media. Ada berulang kali perbuatan-perbuatan itu, dilakukan secara berulang-ulang,” tutur Sandi.

Namun sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum juga memberikan sanksi kepada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Ia menilai, Prabowo dan Sandiaga Uno mengetahui aturan kampanye yang melarang menyebarkan informasi hoax .

“Akan tetapi, meskipun tidak ada tindakan dari KPU dan Bawaslu terhadap Prabowo-Sandi, mereka seharusnya menyadari bahwa ada kewajiban untuk mematuhi aturan-aturan main dalam materi kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019,” ujarnya.

Kebiasaan Paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyebarkan informasi-informasi yang tidak akurat, berbau provokasi dan merendahkan harkat dan martabat manusia, dapat memecah belah bangsa Indonesia. Hal itu diduga merugikan pasangan calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo dan Ma’aruf Amin.

“Larangan di Peraturan KPU itu yakni menyampaikan keterangan atau data  yang tidak benar dan tidak seimbang. Melakukan provokasi, merendahkan derajat kemanusiaan, kelompok, suku, agama, ras antar golongan atau perbuatan melawan hukum lainnya,” ujarnya.

Sandi menegaskan, jika pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 tersebut masih melakukan hal yang sama, mereka akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

“Apa bila tidak menghentikan perbuatan tersebut, kami, Advokat Indonesia Maju,  akan melakukan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri, termasuk melaporkan pasangan 02, termasuk tim pendukungnya kepada Bawaslu dan Polri,” ujar Sandi.

Dia melanjutkan, tindakan dan pernyataan-pernyataan yang dilakukan Prabowo Subianto dan Timnya itu menunjukkan adanya semacam gangguan psikologis. Perlu pembuktian lebih lanjut.

“Sekali lagi, menurut kami, itu adalah perbuatan melawan hukum. Seharusnya, KPU dan Bawaslu melakukan sanksi terhadap perbuatan-perbuatan tersebut,” ujarnya.

Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga diperingatkan agar menghentikan perbuatan-perbuatan hoax yang merugikan masyarakat umum.

Sandi mengatakan, tindakan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno berserta timnya itu merugikan upaya penegakan hukum. “Yang paling dirugikan tentu saja masyarakat umum yang bingung, yang bias,” ujarnya.

Dengan melihat bahwa perbuatan-perbuatan itu dilakukan berulang-ulang, tegas Sandi, maka perlu diperiksa kemampuan Prabowo-Sandi secara jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagai presiden dan wapres.

“Kalau ternyata sekarang ini, persyaratan tersebut  tidak terpenuhi, menurut kami, KPU juga perlu segera melakukan pemeriksaan ulang kepada Prabowo-Sandi itu. Apakah betul-betul pasangan calon presiden ini memiliki kemampuan secara rohani dan jasmani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden,” ujarnya.(JR/Nando)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like