Ada Menteri Banyak Bacot Di Awal Namun Melempem Kemudian, Presiden Tolong Jaga Menteri Yang Siap Tempur Berantas Korupsi

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen: Ada Menteri Banyak Bacot Di Awal Namun Melempem Kemudian, Presiden Tolong Jaga Menteri Yang Siap Tempur Berantas Korupsi.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen: Ada Menteri Banyak Bacot Di Awal Namun Melempem Kemudian, Presiden Tolong Jaga Menteri Yang Siap Tempur Berantas Korupsi.

Presiden Joko Widodo diingatkan untuk berhati-hati dalam memimpin Kabinetnya. Sebab, ada saja menterinya yang banyak bicara atau banyak bacot  dengan segudang janji-, ketika awal diangkat sebagai menteri. Namun, pada perkembangan selanjutnya malah melempem.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) Samuel F Silaen mempertanyakan kepribadian dan komitmen menteri yang seperti itu. Dia berharap, Presiden Joko Widodo melakukan monitoring dan evaluasi atas kinerja menteri seperti itu.




Misal, dua orang menterinya Pak Jokowi, Erick Thohir dan sebagai Menteri BUMN dan Fahrul Razi sebagai Menteri Agama. Sama-sama menteri. Di awal pelantikan, kemuda menteri itu berbeda dalam memberikan komentar.

“Fahrul Razi terlihat begitu bombastic menanggapi persoalan di Tupoksi Kementerian yang dipimpinnya. Fahrul begitu kencang, nyaring suaranya di awal-awal. Padahal, belum tentu menguasai permasalahan yang terjadi. Sehingga, terkesan asbun alias asal bunyi. Hanya enak di dengar telinga saja bacot-nya,” tutur Samuel F Silaen, Minggu (19/01/2020).

Gaya-gaya ala Coboy, lanjutnya, dipertontonkan Fahrul Razi di awal diangkat sebagai Menteri Agama. “Tapi berselang waktu, suara nyaring itu seolah-olah hilang ditelan banjir parah Jakarta. Kenapa begitu? Hanya dia dan Tuhan Yang Maha Kuasa-lah yang tahu pastinya,” celetuknya.




Sedangkan, Menteri BUMN Erick Thohir, lanjut Silaen, di awal-awal ini, sering curhat mendapat ancaman-ancaman.

Erick Thohir, katanya lagi, sempat kelihatan ingin muncul sebagai Pahlawan dengan hendak membuat berbagai gebrakan di BUMN.

“Erick Thohir agak maju, dengan melakukan gebrakan yang berbeda dari Menteri pendahulunya. Pendahulunya cenderung kompromistis,” ujarnya.

Yang lebih leading, adalah soal kasus Mega Skandal Korupsi Jiwasrayagate, yang ditaksir merugikan keuangan Negara Rp 13,7 triliun. Erick Thohir menyatakan, persoalan di salah satu BUMN itu bukanlah persoalan ecek-ecek.




“Ancaman krusial nyata setelah ada kasus di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). Pertanyaan besarnya adalah apakah langkah Pak Menteri berhenti atau jalan terus? Jika takut maka akan berhenti. Itu artinya kalah dalam perjuangan,” jelasnya.

Ada yang sudah mulai aneh, lanjut Samuel F Silaen, yakni pengusutan kelanjutan pengusutan kasus penyeludupan motor gede (moge) milik Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Di awal kasus ini terkuak, Menteri BUMN Erick Thohir muncul bagai pahlawan. Bersikeras akan mengusut tuntas kasus itu.




Lah sekarang malah melempem. Entah bagaimana juntrungannya kelanjutan kasus yang melibatkan Ari Askhara itu. Ada apa sebenarnya ini? Erick Thohir harus membongkar ini semua,” tutur Silaen.

Meski begitu, lanjutnya, dibandingkan Menteri Agama Fahrul Razi, Erick Thohir masih lebih moncer dalam memimpin pembersihan koruptor di kementerian.

Apalagi, katanya, Erick Thohir menyampaikan bahwa ancaman yang dialaminya sudah merupakan makanan sehari-hari baginya.




Kini, Erick Thohir kembali mendapat tekanan karena harus mulai menjamah dugaan kasus korupsi Jiwasraya dan ASABRI.

“Bahkan, di berbagai publikasi media massa, Erick Thohir meminta dukungan seluruh rakyat Indonesia supaya apa yang dilakukan Erick itu didukung. Sebab, itu semua semata-mata untuk kepentingan rakyat dari Merauke sampai ke Sabang,” ujar Samuel F Silaen.

Menurutnya lagi, saat ini Erick Thohir diteror karena membereskan mega korupsi di Jiwasraya dan ASABRI. Korupsi yang fantastic, pasti pemainnya tidak tunggal alias banyak. “Sebab diduga itu korupsi-korupsi dilakukan berjamaah,” katanya.




Bagi Silaen, Erick Thohir diperhadapkan dengan para penggede, pensiunan dan jaringan mafia, yang bercokol di kasus Jiwasraya dan ASABRI.

“Dia harus berhadapan dengan orang hebat-hebat. Kalau tidak hebat manalah mungkin bisa terjadi korupsi, misal di sarang para pensiunan aparat bersenjata Republik Indonesia,” ujarnya.

PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau disingkat PT ASABRI (Persero) , adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Polri.




Silaen menegaskan, untuk membersihkan dan mengusut tuntas korupsi di BUMN-BUMN, Erick Thohir butuh dukungan seluruh rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia juga berharap, Erick Thohir tidak melempem. Harus bersungguh-sungguh memberantas dan melakukan pembersihan di BUMN. Rakyat mendukungnya.

“Pak Erick Thohir, maju terus untuk membereskan semua BMUN dari para pencoleng uang rakyat. Rakyat sungguh berharap banyak agar BUMN itu dikelola dengan baik dan benar. Supaya dapat hadir melayani rakyat di negeri ini. Pak Presiden Joko Widodo pasti berharap banyak kepada sosok Erick Thohir, agar dapat membereskan semua BMUN dari tikus-tikus yang menggerogoti. Agar BUMN sehat,” pungkasnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*